Hot Widget

recent/hot-posts

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

SETELAH DIKUKUHKAN OLEH KAKANWIL KEMENAG, APRI JATIM SIAP MEMBAWA PENGHULU LEBIH BAIK

 



Bherenk.com. Surabaya.  Sejumlah pejabat teras kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur dan para kepala seksi Bimas se-Jawa Timur nampak hadir pada pengukuhan dan Rapat kerja Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jawa Timur yang dilaksanakan pada 23 Desember 2020 di ball room Hotel Swiss Bellinn Surabaya. Hadir pula utusan dari 36 APRI tingkat kabupaten se Jawa Timur. 


Seremonial acara diawali dengan menyanyikan lagu indonesia Taya dilanjut dengan menyanyikan mars APRI, semua yang hadir nampak mengikuti acara penuh hidmat. Nama-nama yang tercantum dalam SK pengurus APRI Jawa Timur dibacakan oleh pengurus APRI Pusat Totok Supriyanto, M.Hi, selanjutnya para pengurus APRI ini dikukuhkan oleh kepala kantor Kementerian Agama Jawa Timur bapak KH. Dr. Ahmad Zayadi, M.Pd termasuk penyerahan bendera pataka APRI dari APRI pusat ke APRI Jawa Timur.

KH. Dr. Ahmad Zayadi, M.Pd

Dalam sambutannya kepala kantor Kementerian Agama Jawa Timur KH. Dr. Ahmad Zayadi, M.Pd menyampaikan, kami menyambut dengan sangat  luar biasa dibentuknya Asosiasi Penghulu (APRI) Jatim ini, karena ini menjadi memenuhi persyaratan sebab jabatan profesional itu harus ada asosiasi yang melindunginya, ini penting sebagai satu instrumen dimana kemudian dengan asosiasi ini maka lalu banyak kesempatan yang bisa kita dapatkan, yaitu sekurang kurangnya masing masing kita punya kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai pejabat profesional penghulu, ini penting karena kita dituntut dengan beberapa target capaian  kinerja maka peningkatan kapasitas dan kapabillitas ini menjadi sebuah keniscayaan.

Lebih lanjut kanwil Kemenag Jatim yang akrab dipanggil pak Zay ini mengatakan, tantangan kedepan terhadap layanan kantor Kementerian Agama  tingkat kecamatan, jadi sejatinya KUA itu adalah kantor kementerian agama tingkat kecamatan  atau semacam front liner nya kemenag. Karena sebagai front liner maka kita bisa membayangkan mitra kerja kita itu siapa saja, mitra kerja itu kapolsek, danramil dan entitas mitra kerja yang lainnya. Kendati dalam nomenklatur yang ada kita mengenali kantor kementerian agama tingkat kecamatan itu dengan istilah kantor urusan agama.

Hari ini ada beberapa tuntutan yang nyata nyata dialamatkan pada kita dari masyarakat yang akan mendapatkan layanan dari kantor urusan agama, diantaranya :

1. Sebagai entitas pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat maka kantor urusan agama harus bisa memberikan layanan yang ramah, keramahan layanan itu akan ditentukan oleh dua hal ; respon terbaik terhadap kebutuhan masyarakat dan responsif terhadap perubahan tehnologi, sebagai contoh aplikasi-aplikasi yang dihasilkan oleh guru madrasah itu jauh lebih banyak daripada  yang dihasilkan oleh guru diluar madrasah, padahal guru guru madrasah kita itu rata-rata tamatan IAIN, dan jawa timur potensinya luar biasa, ini yang harus kita syukuri bersama sama, maka perlu betul nanti kawan-kawan kepala seksi  Bimas Islam agar memberikan perhatian yang seksama kepada kawan-kawan penghulu di masing-masing daerahnya, kawan-kawan penghulu adalah mitra strategis untuk memikirkan bagaimana layanan terbaik di kementerian agama di setiap kecamatan, citra publik nanti akan dibangun melalui ujung tombak kita yang salah satu diantaranya adalah para penghulu ini. 

Karenanya saya berterimaksih kepada semua kepala seksi Bimas Islam yang hadir menjadi saksi pengukuhan pengurus APRI jawa Timur pada sore hari ini.

2. Penghulu yang diberi tugas tambahan sebagai kepala maka dia harus mampu mengharmonisasi kantor urusan agama kendati terdapat banyak entitas dan komponen di dalamnya.

Sementara Amanullah, M.Hi  selaku kasi Kepenghuluan kementerian Agama Jawa Timur menekankan pentingnya peningktan kapasitas dan kapablitas seorang penghulu untuk menghadapi semakin kompleksnya persoalan terkait kepenghuluan dan keagamaan dan di tengah masyarakat, para penghulu harus profesional, profesional itu berbasis literasi, kaedah fiqih dan regulasi.


Bahrul Ulum, S.Ag, M.Si  ketua APRI Jatim terpilih  masa khidmat 2020 -2024 yang sekaligus kepala KUA Bangil Pasuruan beharap bahwa semua penghulu Jawa Timur mampu memberikan pelayanan terbaiknya pada masyarakat  dengan mengacu kaedah dan aturan perundangan yang berlaku, kami akan bersama-sama berupaya mengupgrade kapasitas dan kapabilitas seluruh penghulu khususnya Jawa Timur agar kita semua menjadi lebih baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik pula. Hal ini akan bisa terwujud jika kita  semua  bersama- sama mempunyai komitmen untuk menjadi lebih baik. Bahrul sapaan akrab ayah tiga anak ini berharap bagi APRI  kabupaten/kota untuk bersinergi dengan semua stake holder terkait  termasuk dengan seksi Bimas Islam, seksi UP, bagian keungaan, bagian umum (perencanaan) dll sehingga kehadiran APRI dirasakan sebagai organisasi yang Top Down bukan button up. 

Kedepan kami berharap mampu merekomendasikan pada PP APRI terkait beberapa regulasi yang dirasakan ambigu bagi kawan-kawan penghulu, sehingga banyak tafsir dalam aplikatifnya yang pada gilirannya masyarakatlah yang terkena imbasnya, misal di kabupaten A boleh sementara di kabupaten B tidak boleh bahkan yang runyam satu kabupaten beda KUA bisa juga berbeda dalam penafsiran. Kami juga akan berupaya merekomendasikan agar ada peninjauan biaya pencatatan nikah antara kantor dan diluar kantor, serta biaya pelayanan khusus lainnya juga diatur sehingga tidak ada lagi terdengar kasak kusuk bahwa ada KUA yang masih melakukan tarif diluar aturan yang ada, Bahrul mengakhiri dengan penuh optimis. (bherenk)

MANFAAT DAUN KELOR

Daun Kelor


Bherenk.com Manfaat daun kelor bagi kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Tanaman ini memang sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang baik untuk menjaga tekanan darah hingga mencegah kanker. Tak hanya itu, daun kelor ternyata memiliki beragam manfaat lainnya.


Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman tropis yang sejak lama telah dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. Tanaman ini dapat dikenali dari bentuk daunnya yang berukuran kecil. Pohon kelor juga mudah tumbuh dan bisa hidup di tanah yang tidak terlalu subur.


Daun kelor dapat diolah menjadi jamu, teh herbal, hingga suplemen. Tak sedikit pula orang yang menggunakan daun kelor sebagai bahan masakan. Dalam pengobatan tradisional, daun kelor dipercaya berkhasiat untuk mengobati diabetes, nyeri sendi, infeksi bakteri, hingga kanker.


Kandungan Nutrisi Daun Kelor

Di dalam sekitar 2 gram daun kelor, terkandung 14 kalori dan beragam nutrisi berikut ini:


2 gram protein

1,8–2 gram karbohidrat

0,8 miligram zat besi

8,8 miligram magnesium

70 miligram kalium

38–40 miligram kalsium

11 miligram vitamin C

600 IU vitamin A

8,5 mikrogram folat

Selain beragam nutrisi di atas, daun kelor juga mengandung vitamin B, serat, fosfor, selenium, zinc, dan tembaga. Daun kelor juga mengandung banyak antioksidan, seperti polifenol.


Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan

Telah disebutkan sebelumnya bahwa daun kelor dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang baik untuk kesehatan. Berikut ini adalah beragam manfaat daun kelor yang dapat Anda peroleh:


1. Menurunkan kadar gula darah

Sebuah penelitian menemukan bahwa daun kelor terlihat dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan efektivitas kerja hormon insulin. Manfaat ini baik untuk mencegah diabetes dan terjadinya resistensi insulin.


Akan tetapi, manfaat daun kelor sebagai pengobatan diabetes pada manusia masih perlu diteliti lebih lanjut.


2. Mengatasi peradangan

Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera. Namun, Anda bisa mengonsumsi daun kelor untuk meredakan peradangan yang dialami. Ekstrak daun kelor dipercaya mengandung zat yang dapat mengurangi peradangan.


3. Mengontrol tekanan darah

Daun kelor banyak mengandung kalium dan antioksidan. Berkat kandungan tersebut, tanaman ini diketahui bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan menjaganya tetap stabil sehingga dapat mencegah hipertensi.


4. Memelihara kesehatan dan fungsi otak

Kandungan antioksidan di dalam daun kelor juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak. Beberapa riset menunjukkan bahwa asupan antioksidan yang tercukupi dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.


Daun kelor juga dipercaya baik untuk mendukung kinerja otak dan meningkatkan memori.


5. Menghambat pertumbuhan sel kanker

Ekstrak daun dan kulit batang pohon kelor terbukti efektif menghambat pertumbuhan sel kanker, seperti kanker payudara, pankreas, dan usus besar. Manfaat daun kelor tersebut diduga berkat kandungan antioksidannya yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.


6. Meningkatkan daya tahan tubuh

Berdasarkan penelitian di laboratorium, ekstrak daun kelor diketahui dapat melindungi tubuh dari berbagai jenis kuman, seperti Salmonella typhi penyebab tifus, Escherichia coli penyebab diare, dan Staphylococcus aureus penyebab infeksi kulit.


Daun kelor juga diketahui dapat melawan virus, terutama jenis virus herpes simplex (HSV).


Selain berbagai manfaat di atas, daun kelor juga dipercaya baik untuk mengurangi kolesterol, mengatasi disfungsi ereksi, dan mencegah kambuhnya gejala asma.


Sayangnya, berbagai manfaat daun kelor tersebut masih perlu diteliti lebih lebih lanjut terkaitnya efektivitasnya pada manusia. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan daun kelor sebagai pengobatan penyakit tertentu.


Perlu diingat pula bahwa sejauh ini daun kelor belum terbukti aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. 


Sumber:

https://www.alodokter.com/kandungan-dan-manfaat-daun-kelor-bagi-kesehatan

AKIBAT HUJAN DERAS, TANGGUL KALI MAYANGAN JEBOL, WARGA BERHARAP PEMERINTAH TURUN TANGAN

 

Warga Mayangan bergotongroyong memperbaiki tanggul


www.bherenk.com Jombang, Sabtu, 12 Desember 2020, Warga Mayangan Kec. Jogoroto melaksanakan gotong royong untuk memperbaiki tanggul kali yang jebol akibat guyuran hujan beberapa hari yang lalu, hari ini kondisinya sudah menghawatirkan dan darurat. Jika tidak segera diperbaiki maka bisa menganggu  jalan poros penghubung antar dusun  yang setiap hari digunakan warga untuk beraktifitas dan anak-anak pergi sekolah.

           Bapak Faqih selaku kepala dusun Mayangan mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan bantuan baik tenaga maupun material dari warga Mayangan dan luar Mayangan. Semangat gotong royong  ini harus terwariskan dari generasi ke generasi ucap beliau saat mendampingi warga bergotong royong, beliau juga menambahkan bahwa dananya dari swadaya atau omplongan warga yang terkumpul semuanya digunakan untuk membeli tanah urug dan kebutuhan lainnya.

           Miftah tokoh pemuda  Mayangan berharap Semoga segera ada anggaran perbaikan dari pemerintah untuk tanggul kali Mayangan yang jebol, karena kondisi tanggul sepanjang sungai ini juga kondisinya memprihatinkan , dikanan kiri sungai belum ada penahan tanggul yang permanen. 

Kondisi tanggul yang jebol


           Miftah yang juga pengurus GP Ansor ini menambahkan, bahwa warga berharap agar pihak-pihak terkait segera turun tangan untuk memperbaiki tanggul biar masyarakat tidak was was lagi jika wilayah mereka diguyur hujan deras.

MENEROPONG CALON Pj. KEPALA DESA MAYANGAN

M Miftahus Saidin

         www.bherenk.com Jombang Mayangan adalah salah satu desa yang berada di wilayah administratif Kec. Jogoroto kabupaten Jombang. Desa agraris yang kental akan nilai agamisnya. Tepat pada tanggal 18 Nopember 2020, Bapak Juri selaku Kepala Desa Mayangan meninggal karena penyakit yang dideritanya.

            Semoga pengabdian dan pengorbanan beliau selama memimpin desa Mayangan dicatat sebagai amal baik serta semua kesalahan dan kekhilafannya diampuni Allah SWT. Amin.

         Di mata warga Mayangan pak lurah Juri dikenal sangat akrab dan dekat dengan warga, beliau selalu ada waktu buat warganya. Masyarakat merasa sangat kehilangan dengan kepergian beliau. 

        Satu bulan ini, Mayangan kosong tanpa ada kepala desa definitif. Kasak kusuk warga terus bergulir, menunggu ketidakpastian siapa dan kapan Pj kepala desa Mayangan akan terisi, mereka berharap mengetahui background atau profile dan track record siapa  Pj kepala desa Mayangan yang akan ditugaskan Bupati Jombang. Warga berharap Pj. kepala desa nantinya bisa bersama warga Mayangan untuk melanjutkan program-program pembangunan yang sudah direncanakn kepala desa sebelumnya. 


         Kekosongan Kepala Desa ini tidak boleh dibiarkan berlarut larut, karena ini akan menguras energi warga Mayangan. Dalam dialog-dialog kecil antar warga, sedikit banyak akan muncul bahasan siapa kira-kira sosok Pj. Kepala Desa Mayangan yang akan menggantikan tongkat estafet kepemimpinan pak Juri. 

         

         Masyarakat juga bertanya-tanya bagaimana mekanisme penunjukan Pj. juga terkait siapa yang akan ditugaskan untuk menjadi Pj Kepala desa meskipun hal tersebut menjadi  prerogratif Bupati. 

       Salah satu tugas Pj Kepala Desa adalah menyiapkan tahapan pelaksanaan pemilhan Kepala Desa Antar Waktu ( KDAW). dalam  Peraturan Bupati Jombang No. 25 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Tahapan Pemilihan Kepala Desa. di BAB VI Tentang PEMILIHAN KDAW MELALUI MUSYAWARAH WARGA sudah diatur sangat jelas bagaimana terkait prosedur dan mekanismenya.

        Semoga Pj kepala desa Mayangan segera ditunjuk kemudian ditugaskan oleh Ibu Bupati Jombang. Namun sebelum hal itu dilakukan warga Mayangan diberi kesempatan  untuk bermusyawarah melalui musyawarah desa (MUSDES) untuk mengetahui aspirasi warga Mayangan terkait kreteria sosok Pj kepala desa, barangkali ada usulan nama Pj dari warga Mayangan,  kemudian BPD akan mengusulkan nama-nama yang sudah terjaring dalam Musdes kepada Bupati.

         Semua warga berharap Mayangan tetap kondusif, guyub, aman dan damai. terkait siapa saja Pj yang ditugaskan semua akan diserahkan kepada Ibu bupati. semoga Ibu Bupati  tetap amanah dan adil dalam membuat keputusan, amin


Oleh : M. Mifathus Saidin

Al-Birky Foundation, Peduli Desa

WAKIL PRESIDEN KYAI MAKRUF AMIN AKAN DIGANTI?

 

Oleh :

Tony Rosyid*

Desas desus, kyai Makruf Amin akan diganti. Maksudnya, dilengserkan dari kursi wapres. Isunya makin santer. Bahkan kabarnya, sekenario ini sudah direncanakan sebelum pilpres 2019. Namanya juga kabar. Bisa benar, bisa tidak. 


Dari sisi politik, jika benar, kabar ini tak terlalu mengejutkan. Sebab, posisi Makruf Amin lemah. Tidak punya partai, dan dianggap tidak sepenuhnya merepresentasikan kepentingan Nahdhiyin, organisasi asal Kiyai Makruf ini.


Menjadi wapres, tapi Menteri Agama malah lepas dari NU. Kerja dan dukungan PBNU untuk kemenangan Jokowi-Makruf total. Tapi, kompensasi yang diberikan kepada NU tak sebanding.


Sebagai vote getter, pilih Makruf Amin sebagai Cawapres cukup efektif. Kantong suara Nahdhiyin bisa diambil. Terutama untuk mengimbangi suara umat Islam yang anti terhadap Jokowi. Khusunya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. 


Jika Makruf Amin diganti, bagaimana respon PKB dan PBNU? Yang pasti, Makruf Amin tidak mewakili PKB. PKB punya jatah sendiri di kabinet. Untuk PBNU, jika posisi Menteri Agama kembali diserahkan kepada kader NU, ini akan melegakan. Proporsional! Sebab, banyak garapan Kemenag itu ada di wilayah NU.


Mungkinkah posisi wapres ditukargulingkan dengan Menag? Sepertinya PBNU tak keberatan. Sebab, pegang Kemenag bagi NU bisa jadi lebih banyak manfaatnya dari pada posisi wapres.


Lalu, apa alasan konstitusional mengganti Makruf Amin? Mengundurkan diri dengan alasan udzur itu dibenarkan oleh konstitusi. Simple! 


Siapa yang menggantikanya? Yang pasti bukan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) atau Kiyai Said Aqil Siroj (SAS). Kabarnya, ada dua kandidat yang sekarang sedang bersaing untuk mengincar posisi itu. Siapa? Budi Gunawan dan Prabowo Subianto.


Budi Gunawan orang dekat Megawati, ketua umum PDIP. PDIP cukup besar jumlah kursinya di DPR jika nanti terjadi pemilihan di parlemen. Tapi, Jokowi nampaknya lebih sreg ke Prabowo Subianto untuk mendampingi dirinya.


Kenapa? Pertama, selama ini Jokowi selalu berhasil menghindari koptasi Megawati. Pilihan ke Luhut Binsar Panjaitan (LBP) selama dua periode kepemimpinannya adalah bentuk nyata dari upaya Jokowi menghindari koptasi Mega. Sementara BG orang Mega. 


Kedua, Prabowo tak diragukan loyalitasnya kepada atasan.  Jokowi tak perlu risau dan merasa khawatir terhadap Prabowo. Gak akan menelikung atasan. LBP adalah orang yang kenal benar siapa Prabowo. Dituduh menelikung PKS dan Umat, itu soal yang berbeda. Karena PKS dan Umat bukan atasan Prabowo. Ini yang harus dipahami.


Ketiga, Prabowo punya partai Gerindra. Jumlah kursinya juga signifikan. Ini juga bisa jadi alasan kenapa Prabowo mempertahankan posisinya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Selain alasan untuk persiapan pilpres 2024, Gerindra akan di garda terdepan untuk back up Jokowi. Ini sekaligus memberi pesan bahwa Jokowi merasa aman jika 2024 Prabowo jadi presiden.


Keempat, Prabowo militer. Keberadaan militer sebagai wapres akan menjadi perisai saat Indonesia dihantam krisis. Mesin militer bisa digunakan untuk menghadang jika terjadi demo besar-besaran di masa krisis.


Ingat, Indonesia sudah masuk masa resesi. Pertumbuhan ekonomi minus 5,32. Kabarnya bahkan lebih dari itu. Akhir tahun ini negara kehabisan uang. Ini bisa jadi gejolak ekonomi yang berefek pada gejolak sosial dan politik. Di situ peran Prabowo yang berlatar belakang militer menjadi penting.


Siapa yang akan menggantikan posisi Makruf Amin akan bergantung kelihaian kedua partai besar itu bermanuver. Antara PDIP vs Gerindra. Tapi, ada pertanyaan mendasar yang tak boleh diabaikan: apakah Makruf Amin akan legowo untuk mundur? Atau sebaliknya, mantan kader PPP dan PKB ini justru bermanuver untuk mengganti presiden? Ingat, politik itu tidak linier. Apa yang tampak di permukaan dan perencanaan, tak sepenuhnya akan jadi kenyataan.


Jakarta, 10 Agustus 2020


*Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

BANGGANYA WARGA NU MOJOAGUNG, SAAT PCNU JOMBANG MEMPUNYAI KANTOR BARU

Kantor Baru PCNU Jombang


Oleh : AH. Hamdah

www.bherenk.com Jombang, 21 April 2019 warga NU   Jombang resmi mempunyai kantor baru. Dua bangunan megah berdiri kokoh di luasan tanah 7000 m² yang terletak di desa  Ngrowo Gambiran Kec. Mojoagung Kab. Jombang, bangunan depan adalah kantor yang digunakan oleh PCNU Jombang sementara bangunan terpisah dibelakangnya digunakan untuk gedung serbaguna.

Saat peresmian kantor baru PCNU Jombang  kami sebagai warga NU Mojoagung sangat bangga,  karena peresmian tersebut selain dihadiri bupati Jombang, muspida, muspika,  sejumlah tokoh masyarakat, tokoh NU, warga NU  hadir di acara tersebut juga karena gedung itu berada di lokasi wilayah Mojoagung kami juga ikut sumbangsih dengan memberikan  berupa lahan tanah, sebab seluruh lahan tanah yang ditempati kantor PCNU baru itu milik atau aset MWCNU Mojoagung urai H. Farhan Nurul Islam salah satu pengurus MWCNU Mojoagung.


Sekitar tahun 1999 MWCNU Mojoagung pada masa kepemimpinan  KH. Sirojam Syafii berkeinginan mendirikan rumah sakit, maka diadakan musyawarah untuk membentuk sebuah yayasan yang akan mengelola rumah sakit tersebut. Hasil dari keputusan rapat menyepakati KH. Wahid Aziz Bisri Denanyar yang saat itu menjadi anggota DPR RI menjadi ketua Yayasan Rumah Sakit NU Mojoagung termasuk pula KH. Abdurrahman Usman yang menjabat ketua tanfidziyah PCNU Jombang saat itu masuk juga dalam kepengurusan tersebut.

Hasil usaha serta jerih payah pengurus Yayasan RSNU Mojoagung banyak membuahkan hasil, banyaknya  sumbangan dari masyarakat maupun pemerintah saat itu membuktikan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada  yayasan RSNU dan MWCNU Mojoagung sehingga pada sekitar tahun 2000 an mampu membeli  beberapa lahan tanah. 

Lahan-lahan tanah sawah yang terbeli berada di desa Ngrowo Gambiran Kec.  Mojoagung  Kab. Jombang itu lokasinya sangat strategis berada di sisi utara poros utama jalan propinsi Surabaya -Jombang,  Jika diurut tata letaknya beserta luasan lahannya terbagi dalam tiga blog yang kesemuanya adalah atas nama MWCNU Mojoagung dan berkekuatan hukum. 

Jika dilihat per blok lahan pertama yang paling timur luasnya 2200 m², kemudian disebelah baratnya ini ada lahan miliknya dealer motor Yamaha Mojoagung yang luasnya sekitar 7.000 m² , sebelah baratnya dealer Yamaha ini ada lagi lahan miliknya MWCNU Mojoagung seluas 7.000 m² hampir sejajar dengan lahan milik dealer Yamaha dan disinilah kantor PCNU baru berdiri, sebelah barat lahan MWCNU ini terpisah lagi dengan lahan milik orang lain kira-kira luasnya 1 Ha, di baratnya lahan ini ada lagi lahan miliknya MWCNU Mojoagung seluas 5.000 m². Jadi total aset MWCNU  Mojoagung di areal ini 14.200 m², klick video Lokasi aset lahan tanah MWCNU Mojoagung Jombang.

Pada saat periode menteri kesehatan RI dijabat ibu siti Fadhilah Supari kami dapat informasi bahwa pengajuan proposal pembangunan Yayasan  RSNU Mojoagung yang sudah kami ajukan akan di acc dengan nominal 21 milyar saat itu. Persiapan membangun telah dilaksanakan dengan matang termasuk persiapan menerima dana bantuan dari menteri kesehatan, namun dalam perjalanannya kami "terhalang" sehingga rencana bantuan dari ibu menteri pun kandas dan batal.

Karena banyaknya energi yang sudah terkuras maka pengurus yayasan RSNU Mojoagung stagnan. Melalui beberapa kajian, musyawarah dan fasilitasi beberapa tokoh Jawa Timur saat itu maka bantuan ibu menteri yang rencana awalnya untuk yayasan  RSNU Mojoagung dialihkan untuk PT. RSNU milik PCNU Jombang yang besarannya kita tidak tahu, maka berdirilah RSNU Jombang yang berlokasi di Diwek hingga kini.

Lahan-lahan tanah milik MWCNU ini dari tahun-ketahun hanya bisa ditanami meskipun hasilnya lumayan untuk tambahan kas jamiyyah namun keinginan awal bahwa tanah dibeli agar bisa dimanfaatkan untuk mendirikan RSNU Mojoagung masih membayangi kami waktu itu.

Awal kepemimpinan KH. Salmanuddin menjadi ketua PCNU Jombang di tahun 2018 an berkeinginan membuat kantor NU baru karena dirasa kantor NU yang lama kurang strategis. 

Keinginan Gus Salman panggilan akrab KH. Salmanuddin mendirikan kantor NU baru bersambut gayung saat disampaikan pada tokoh tokoh NU Mojoagung, disamping gus salman sendiri asli orang Mojoagung juga karena tokoh tokohnya juga akrab semua. 

Dalam sebuah musyawarah diputuskan bahwa lahan tanah sawah MWCNU Mojoagung boleh dibangun untuk kantor PCNU Jombang asalkan dengan syarat ada kesanggupan menyatukan aset 3 blok  lahan MWCNU Mojoagung baik dengan tukar guling atau dibeli,   agar bisa menyatu lahannya sehingga dalam pengelolaan lebih mudah. Kalau lahan sudah menyatu semua maka di lokasi itu disamping dibangun kantor PCNU Jombang nanti akan dibangun juga mini market, pujasera, rest area, mushola, gedung serbaguna, area parkir dll yang pengelolaan dan profitya akan sharing antara MWCNU Mojoagung dengan PCNU Jombang, syarat inipun disepakati bersama antara PCNU Jombang dengan MWCNU Mojoagung.

Tahun 2018 pembangunan pun dimulai, hanya butuh setahun sudah berdiri dua bangunan cukup besar, bagian depan digunakan kantor PCNU yang bagian belakang untuk gedung serbaguna, tahun 2019 pun kantor baru PCNU Jombang diresmikan.

Hampir tiga tahun kesepakatan itu berlalu, namun hingga kini kami belum mendengar sama sekali  ada progres pembelian lahan  yang memisahkan lahannya MWCNU Mojoagung yang saat ini ditempati PCNU Jombang. Jika lahan-lahan pemisah sudah terbeli maka semua lahan bisa menyatu dan menjadi milik NU kemudian kita bersama bisa melanjutkan konsep pembangunan yang sesuai dengan kesepakatan awal yaitu membuat rest area, mini swalayan, pujasera, pertokoan, musholla dll.

Kami berharap hal tsb segera bisa terealisasi karena kami juga masih ingin membangun RSNU yang kami impikan, kami sudah menyiapkan lahan seluas 1 Ha lebih, mudah mudahan dimudahkan, pungkas Haji Farhan yang diamini abah haji Husin tokoh sesepuh NU Mojoagung.

KADER NU



Orang NU yang punya kapasitas mengurus NU sebaiknya jadi pengurus NU. Tidak di pusat ya di wilayah atau di cabang atau di ranting. Tidak di NU ya di lembaga dan banom NU. NU punya banyak lembaga dan Banom. Artinya banyak ruang pengabdian. InsyaAllah berkah. Hadlratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari dawuh: 

“Siapa yang mau ngurus NU saya anggap jadi santriku. Siapa yang jadi santriku, saya doakan husnul khatimah sekeluarganya.”

Pengurus NU itu yang benar-benar ngurus NU, bukan sekadar numpang nama. Dulu di masa orang-orang tua, termasuk orang tua saya, ngurus NU itu ya bikin undangan sendiri, diantarkan sendiri (pakai sepeda jengki), nyiapin ‘ubo rampe’ sendiri kalau ada kegiatan. Juga menginisiasi pengajian, ngontel, tanpa harapan bisyarah. Paling banter pulang dibawain berkat. Era sekarang organisasi sudah lebih maju, tetapi polanya hampir sama. 

NU itu organisasi (jam’iyah), bukan sekadar komunitas (jama’ah). Tugas pengurus itu men-jam’iyah-kan jama’ah. Ber-NU itu bukan sekadar beribadah cara NU, tetapi juga berpikir dan bergerak cara NU. Yang beribadah cara NU bukan hanya NU. Banyak organisasi lain yang ubudiyah-nya sama dengan NU, tetapi bukan NU. Men-jamiyah-kan jama’ah NU artinya menyatukan amaliah, fikrah, dan harakah dalam satu tarikan nafas. Dan itu hanya bisa melalui kaderisasi. Ada lima jenis kaderisasi di lingkungan NU: kaderisasi struktural (MKNU), kaderisasi penggerak (PKPNU), kaderisasi calon syuriah (PPWK), kaderisasi fungsional, dan kaderisasi profesional. Sebelum ada jenjang kaderisasi resmi ini, kaderisasi telah dilakukan oleh banom-banom NU dengan banyak nama. Intinya kaderisasi. 

Cara berpikir kader adalah cara berpikir jam’iyah, bukan sekadar jama’ah. Cara berpikir jam’iyah itu terprogram, terstruktur, institusional, sistematis. Ini jadi basis harakah. Semua pengurus NU dan banomnya harus mengikuti kaderisasi. Ini berlaku efektif tiga tahun sejak diputuskan di Muktamar ke-33 di Jombang 2015. Artinya, sejak tahun lalu (2018), hanya kader yang boleh menjadi pengurus NU, lembaga, dan banomnya. Sebelumnya, pengurus NU boleh diisi oleh ‘orang NU’, bukan kader NU. 

Target jangka panjangnya adalah meng-kader-kan semua orang NU.  Setelah itu, tidak ada lagi dikotomi NU kultural dan NU struktural.  Orang NU itu pada akhirnya harus struktural semua: jadi kader dan siap jadi pengurus dan mengabdi di organisasi NU. 

Sekarang PR NU masih banyak. Banyak orang merasa ber-kultur NU, tetapi tidak pernah mengikuti kaderisasi di lingkungan NU. Belum pernah ikut kaderisasi atau ikut kaderisasinya di tempat lain. NU-nya sekadar amaliah. Biasanya yang begini sulit diajak ber-fikrah dan ber-harakah NU. NU-nya fakultatif. Pas butuh mengaku NU. Selebihnya, tidak ikut NU. Jumlahnya lumayan banyak. Mereka sibuk mengaku dan minta rekom NU untuk suatu urusan. Setelah urusan selesai, tidak mau urus NU. Ada juga yang bahkan ikut ‘nimpukin’ pengurus NU ketika NU-nya kesandung masalah. Sedikitnya netral. Inilah penyakitnya orang NU: mengaku NU ketika mau menjabat dan diaku-aku NU ketika sedang menjabat. Umumnya mereka tidak punya loyalitas terhadap organisasi dan pimpinan. Loyalnya terhadap kepentingan.  

Kalau kader mestinya lain. Ada atau tidak ada jabatan loyal kepada organisasi dan pimpinan. Bukan NU kambuhan atau musiman. Mau jadi pengurus yang mengurus, bukan malah jadi urusan. NU tidak butuh orang yang mengaku-aku NU atau diaku-aku NU. NU butuh kader. Dalam kondisi apa pun tetap kader, loyal kepada organisasi dan pimpinan. 

Ber-jam’iyah adalah menjadikan semua orang NU sebagai kader NU. Ini yang sedang intensif dilakukan. Saya berharap, dalam seabad usia NU di tahun 2026, paling tidak separo orang NU sudah jadi kader NU, yang siap mengurus NU dalam kondisi lapang dan sempit, tidak kenal musim, tidak bergantung SK.

Penulis  :  M Kholid Syairazi

SULINGAN BUAH MENGKUDU

Air sulingan buah mengkudu

www.bherenk.com Jombang. Proses penyulingan buah mengkudu diawali dengan buah mengkudu difermentasi selama 1 bulan, kemudian baru disuling setetes demi tetes. Karena kemurnian itulah maka air sulingan mengkudu ini tahan sangat lama.

Manfaat air sulingan buah mengkudu  : 

1. Menormalkan tekanan darah
2. Menekan rasa sakit
3. Menormalkan gula darah
4. Menormalkan kolesterol
5. Membunuh bakteri
6. Mengendalikan alergi
7. Menekan terbentuknya radikal bebas
8. Meningkatkan kekebalan tubuh
9. Pencegahan kanker
10. Meningkatkan gairah seksual
11. Ambeien
12. Kanker payudara
13. Sesak nafas/mengeluarkan dahak dll

Zat-zat di dalam buah mengkudu ternyata benar-benar berguna untuk mengatasi berbagai penyakit sebagaimana dipercaya sejak dulu.

 Air sulingan buah mengkudu merangsang tubuh memproduksi Nitric Oxide (NO), dan Serotonin senyawa yang berguna agar dinding saluran darah menjadi relax dan melebur, menurunkan tekanan darah, membantu berbagai keluhan atau gangguan jantung dan meningkatkan vitalitas pria.

Namun begitu, bagi penderita sakit ginjal, wanita hamil serta gangguan hati jangan minum buah mengkudu dalam bentuk apapun.





Kami jual sulingan buah mengkudu, kapasitas 500ml harga Rp. 60.000


Distributor :
Alamat : Ds. Tapen Kec. Kudu Kab. Jombang

Monggo order No Telp./WA 085646183366

Bisa kirim luar kota via JNE

RAPORT MERAH BUAT KHOFIFAH?

A Yok Zakaria


Oleh :  A Yok Zakaria 

Pemberian Rapor Merah terhadap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa oleh aktivis Cipayung minus PMII tapi plus IMM yang saat ini sedang viral telah menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat, betulkah Gubernur Jatim gagal menangani Covid-19? Saya tidak punya kompetensi yang cukup untuk ikut-ikutan menganalisa sukses atau gagalnya Gubernur Jatim dalam menangani Covid-19, namun sekilas menurut saya penatalaksaaan pencegahan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur on the right track. Jawa Timur adalah provinsi besar, padat dan penuh dinamika, capaian seperti saat ini dalam penanganan Covid-19 merupakan sesuatu yang luar biasa bagi Gubernur Khofifah. 

Namun dalam catatan singkat akhir Ramadhan 1441 H ini saya ingin melihat dari sisi yang berbeda, yaitu disharmoni hubungan Gubernur Khofifah dengan para aktivis mahasiswa minus PMII, sehingga Gubernur Khofifah diberi rapor merah padahal sebenarnya tidak merah.

Adik-adik aktivis itu punya senior, kalau hubungan Gubernur Khofifah dengan para senior aktivis mahasiswa baik insya Allah tidak akan terjadi siaran pers seperti kemarin itu. 

Oke mari kita sejenak melihat spion, kita lihat era Pakde Karwo. Pakde Karwo adalah seorang birokrat tulen (PNS) yang juga aktivis tulen, beliau adalah aktivis GMNI. Selama era Pakde Karwo para aktivis yang berada di Birokrasi Pemprov Jatim diberi peranan penting dan pos jabatan strategis, sebut saja jabatan Kepala BPKAD, Inspektur, Kepala BKD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Biro Administrasi Kessos dll itu semua diberikan kepada para birokrat-aktivis seperi Anom Surahno (GMNI), Noerwiyatno (GMNI), Bawon Adhi Yithoni (HMI), Akmal Boedianto (HMI), Hizbul Wathon (PMII). Pakde Karwo tidak pernah membeda-bedakan antara HMI, PMII dengan GMNI sepanjang mereka tokoh aktivis pasti dirangkul dan diberi peranan penting. 

Di era Khofifah rupanya tradisi berubah, beberapa pos penting jabatan birokrasi diberikan kepada gerbong alumni IPDN. Anak-anak muda baru berkarier 3 tahun misalkan, langsung dipromosikan mendahului para seniornya yang sudah puluhan tahun mengabdi bahkan hampir pensiun. Bahkan ngeri sekali melihat akun twitter anggota DPRD Jatim Mathur Husyairi, di mana ada salah satu alumni IPDN yang jelas-jelas melanggar disiplin ASN, bahkan sudah mendapat teguran dinas, ikut terangkut gerbong promosi sehingga membuat resah ASN lain yang rajin masuk kantor dan berkinerja baik.

IPDN adalah sebuah sekolah ikatan dinas Kementerian Dalam Negeri di Jatinangor Jawa Barat yang berseragam ala akademi militer dan memproduk lulusan birokrat Kemendagri. Kampus semi militer tersebut selain warisan orde baru juga merupakan warisan kolonial belanda yaitu OSVIA dan MOSVIA. Dosen IPDN sendiri, Inu Kencana Syafiie berkali-kali meneriakkan pembubaran IPDN, yang didukung oleh berbagai elemen masyarakat, tapi IPDN tetap berdiri kokoh. Mereka mempunyai jiwa korsa yang positifnya bisa untuk membangun semangat kerja tapi negatifnya bisa untuk membangun jejaring KKN yang kuat dan bisa menjatuhkan siapapun yang tidak mereka sukai. Masyarakat berpendapat, ini era otonomi daerah, bukan era kolonial, orde lama dan orde baru yang totaliter, IPDN sudah tidak relevan.

Pada era Khofifah, birokrat-aktivis kurang beruntung, sebagian mereka cukup berada di Bakorwil, walaupun sebagian yang lain terutama birokrat yang KAHMI masih menempati beberapa posisi strategis.

Saya yakin siaran pers seperti kemarin tidak akan terjadi kalau bisa dicegah oleh senior-seniornya terutama yang berada di dalam birokrasi pemerintahan. Inilah yang saya lihat dibalik semua ini, penglihatan saya belum tentu benar dan silahkan dikoreksi kalau saya salah. 

*) Penulis adalah Wakil Ketua PW IKA PMII Jawa Timur



Artikel ini pernah terbit di www.wartamerdeka.info

BENARKAH MODEL PENGAJIAN ONLINE KYAI NAHDLIYYIN AMBYAR? MENJAWAB TULISAN KH. IMAM JAZULI, Lc

Dengan segala hormat, izinkan saya menanggapi tulisan KH. Imam Jazuli, Lc ini dengan penuh takdhim.

Memahami tulisan ini sebenarnya saya mengalami kesulitan, ada beberapa alinea yang  menurut saya tidak sambung dengan atasnya secara makna. Namun saya akan mencoba membuat kongklusi dari tulisan ini, bahwa penulis ingin mengatakan metode dakwah Nahdliyyin khususnya model dakwah online perlu ada pembenahan sehingga mampu bersaing dengan kelompok masyarakat lain, biar tidak malu maluin, mungkin kurang lebihnya itu yang ingin dikatakan penulis.

Hal tersebut menurut saya adalah sangat baik sebagai otokritik penulis sebagai warga NU apalagi beliau pernah menjadi pengurus NU.

Namun ada sedikit yang menggelitik hati saya benarkah data penulis bahwa pemirsa ngaji online tokoh dai diluar NU lebih banyak ketimbang kyai NU?


Penulis menyebutkan bahwa Aa Gym dan Abdus Somad itu jumlah pemirsanya jutaan, mengalahkan kyai NU, karena menurut penulis faktanya kyai NU mimim penonton saat ngaji online. 

Maka saya mencoba mengumpulkan data terkait hal tersebut. Berikut ini data sajiannya  :

Data saya buat per tanggal 02 Mei 2020, jam 10.00 hingga 17.00, khusus channel Ngaji Online saya pelototin.

1. Channel Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, dalam 5 jam pengajian online nya dilihat 700 kali dengan Subcriber 22.000 berarti penontonnya sebanyak 3,8%

2. Channel Pon Pes Lirboyo Kediri, pengajian onlinenya dalam 10 jam dilihat sebanyak 3.200 kali dengan subcriber 50.000  berarti jumlah penontonnya sebanyak 6,4%

3. Channel Pondok Pesantren Langitan Tuban, dalam 2 jam pengajian online nya dilihat 660 kali, dengan subcriber 10.600 berarti jumlah penontonnya sebanyak 6,2%

4. Channel Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, dalam 2 jam pengajian online nya dilihat sebanyak 377 kali, dengan subcriber 4.000, berarti jumlah penontonnya sebanyak 9,4%

5. Channel Pondok Pesantren Denanyar Jombang, dalam 3 jam pengajian online nya dilihat 162 kali dengan subcriber sebanyak 1.400, berarti jumlah penontonnya sebanyak 11,5% 

6. Channel Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, dalam 6 hari pengajian online nya dilhat 3.00l kali, dengan subcriber sebanyak 944, berarti jumlah penontonnya 100% lebih 

7. Channel Pondok Pesantren Alaqobah Jombang, dalam 1 jam pengajian online nya dilihat 220 kali, dengan subcriber sebanyak 2.900, berarti jumlah penonton sebanyak 7,4% 

8. Channel Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang Jawa Tengaj, dalam 1 hari pengajian online nya dilihat 2.199 kali, dengan subcriber 51.000, berarti jumlah penontonnya sebanyak 4,3%

9. Channel KH. Marzuki Mustamar Malang Jawa Timur, dalam sehari pengajian online nya ditonton 1.292 kali, dengan subcriber sebanyak 7.300, berarti jumlah penontonnya 17,6%

10. Ewen Channel (Gus Miftah channel), dalam 13 jam pengajian online nya dilihat 28.000 kali dengan subcriber sebanyak 12.300, berarti jumlah penontonnya 100% lebih

11. Channel New Eje Multimedia (Gus Miftah channel), dalam 1 bulan pengajiannya dilihat 2,2 juta dengan subcriber 155 ribu, berarti jumlah penontonnya sebanyak 100% lebih


12. Channel Religi One (channel nya Abdus Shomad), dalam sehari ceramahanya dilihat 57.000 kali, dengan subcriber 342.000, berarti jumlah penontonnya sebanyak 16,6%

13. Adi Hidayat Official, dalam 1 hari pengajian online nya dilihat 59.000 kali, dengan subcriber sebanyak 723.000, berarti jumlah penontonnya sebanyak 8,1%

14. A'a Gym official (channel aa Gym) dalam sehari ceramahanya dilihat sebanyak 2.500 kali, dengan subcriber 356.000, berarti jumlah penontonya sebanyak 0,7%

15. Albahjah TV (channel Buya Yahya) sehari dilihat 830 kali, dengan subcriber 2.130.000, berarti jumlah penontonnya sebanyak 0,03%

16. Felix Siauw Channel, sehari channel nya dilihat 17.000 kali, dengan subcriber sebannyak 631.000, berarti jumlah penontonnya sebanyak 2,6%


16. Channel kang Nur Sugik tidak ditemukan yang terkait dengan Romadhan tahun ini.

Jika membaca data di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa channel pengajian online yang paling banyak ditonton dengan menggunakan pendekatan prosentase jumlah viewer dan subcriber adalah channel yang menampilkan  pengajian Gus Miftah dan Gus Baha'  yang kebetulan keduanya sebagai representasi tokoh kyai muda NU, bukan Aa Gym atau kang Abdus Shomad yang penontonnya tidak sampai 20%.

Dalam menilai sebuah video online (misal Youtube) itu banyak variabel nya untuk bisa dikatakan laris atau trending itu ada dua yang harus diperhatikan, Yang pertama, jumlah penonton (viewer) dalam kurun waktu tertentu misal sehari atau sebulan, bukan hanya saat live streaming. 

Mungkin saat live streaming viewer nya sedikit namun bukan berarti peminatnya juga sedikit, yang kedua yaitu jumlah subcriber, karena jumlah penonton (viewer) itu rasionya bisa dilihat dari jumlah subcriber, jika subcribernya banyak harusnya viewnya juga banyak, begitupun sebaliknya. 

Namun jika ada sebuah video youtube yang jumlah penontonnya dalam seminggu misalnya, melebihi jauh dari jumlah subcribernya  bisa dipastikan  videonya berkwalitas. Bagaimana jika subcriber nya tinggi namun viewernya rendah, bisa jadi hal ini dipengaruhi oleh tingkat ekonomi yang lagi menurun atau paceklik seperti saat wabah ini. 


Apalagi dalam hal ini penulis membandingkan channel nya para kyai sepuh kharimastik atau gus-gus potensial pondok pesantren dengan channelnya kang Abdus Shomad dan Aa Gym ya sangatlah kurang tepat, sebab channel para kyai dan gus gus itu disamping subcriber nya sedikit karena baru dibuat juga channel yang jauh dari sekedar mengejar viewer, tidak kenal iklan apalagi adsens dan lainnya, jadi murni ikhlas ngaji, beda dengan channel Abdus Shomad dan Aa Gym yang memang sengaja dibranding sedemikian rupa bahkan bisa jadi dipasang robot agar channel bisa mendatangkan viewer yang tentunya juga akan menghasilkan pundi-pundi dollar dalam pembuatannya pun sudah lama yang sudah barang tentu sudah banyak subcribernya.

Mustinya penulis membandingan channel Aa Gym dan kang Shomad itu dengan channel Gus Miftah, Gus Muwafiq atau kyai Anwar Zahid yang sudah lama dan sama-sama punya banyak subcriber.

Viewer youtube itu tidak sama dengan santri dalam makna sebenarnya.

Bukan berarti kyai sepuh yang mempunyai banyak santri namun ketika ngaji online di youtube sepi pemirsa itu kemudian kita anggap luntur kharismanya.

Dunia online itu diiperlukan kamuflase, misal agar banyak pemirsanya sebuah  video diperlukan thumbnail dan judul yang bombastis agar menggugah minat pemirsa untuk menonton. Disitulah kaum pesantren yang belum mampu melakukannya, karena  mungkin bertentangan dengan hati nurani. Berbeda dengan kelompok lain yang dengan mudah membuat judul video sangat bombastis bahkan beda dengan conten nya hanya karena mengejar viewer.

Memang secara konten ngaji online yang dilakukan oleh pondok pesantren terkesan hambar, minim persiapan, background seadanya, komunikasi  dengan pemirsa kurang komunikatif.

Hal ini memang harus dibenahi perlahan karena memang kulturnya seperti itu dan serba terpaksa. Mau tidak mau ngaji online harus dilakukan karena menjadi kewajiban sebab santri sudah berada di rumah semua tidak mungkin kyainya akan mendatangi satu persatu di musim wabah covid-19 seperti ini, namun disisi lain fasilitas technologi yang kurang memadahi, camera dan lighting seadanya,  background pun juga memanfaatkan yang ada. 

Kebiasaan komunikasi searah saat mbalah (mengajar) kitab kuning menjadi problem tersendiri, pun juga dengan bahasa pengantar yang digunakan masih dominasi bahasa lokal (jawa) karena memang pangsanya cuman santri yang mayoritas anak jawa kalaupun ada santri dari luar jawa biasanya juga sudah menguasai bahasa jawa, jadi memang channel nya murni untuk belajar santri bukan channel komersial. 


Mungkin kedepan agar pemirsa nya bisa merambah diluar santri maka harus dibenahi perlahan karena memang ngaji sorogan tidak sama dengan ngaji online dibutuhkan tekhnik tersendiri agar pemirsa betah tongkrongin channel sebab pemirsanya itu nanti tidak hanya santri saja namun masyarakat se Nusantara bahkan se dunia.

Jika disimpulkan bahwa tulisan kyai Imam Jazuli tersebut hanya bermain di ranah perasaan bukan data atau kaum milenial menyebutnya terlalu baper, jadi tenang saja, ambyar itu masih jauh dari panggang.


Afwan.



*Ditulis oleh Abd. Hamid Hamdah, warga NU yang tinggal di desa Tapen-Kudu-Jombang.




Link terkait artikel KH. Imam Jazuli, LC

https://m.tribunnews.com/ramadan/2020/04/30/trend-ngaji-online-dan-ambyarnya-kharisma-kiai-nu-sudah-saatnya-move-on

DILEMA NGUSTADZ



Arif Maftuhin*
Salah satu kebahagian saya tahun ini adalah bisa puasa penuh di rumah, tanpa perlu ke sana kemari untuk memenuhi jadwal imam taraweh dan ceramah Ramadan di masjid-masjid sekitar. Saya bahagia karena tidak perlu berhdapan dengan 'dilema Ngustadz' yang selalu menghantui pikiran setiap Ramadan tiba.

Walaupun punya sedikit pengalaman mondok, sekolah juga di madrasah dari nol sampai S3, memberi ceramah kegamaan itu tidak pernah menjadi cita-cita dan hobi. Saya selalu merasa canggung saat harus mengisi pengajian. Saya selalu merasa khawatir gagal memenuhi ekspektasi audien. Saya juga was-was jangan-jangan apa yang saya sampaikan tidak menarik. Tidak jarang, saya ingin menyudahi ceramah ketika waktu yang disediakan oleh panitia baru separoh jalan dan saya merasa gagal menyambungkan hati/mood dengan audiens.

Maka, kalau pun kemudian saya bersedia menjadi khatib Jumat di sebuah masjid, selalu ada alasan 'terpaksa' yang membenarkan. Saya bersedia menjadi khatib di masjid UIN, salah satu dari hanya tiga masjid yang saya khutbahi, karena mimbar itu bisa menjadi corong edukasi pendidikan inklusif di kampus. Maka di mimbar itu saya hanya berbicara tentang materi yang tidak akan disampaikan orang lain: inklusi pendidikan, hak difabel, dan hal-hal yang terkait itu. Tidak lebih.

Demikian juga ketika saya menjadi khatib di masjid kampung saya. Saya terpaksa bersedia karena harus memberi suara yang berbeda dari dominasi khatib nganu yang mengajarkan Islam nganu. Maka, saya lebih sering khutbah dengan tema anti-tesis pesan para khatib nganu. Mungkin, tanpa adanya kaum nganu saya tidak punya alasan untuk bersedia memberi khutbah.

Demikian juga dengan Ramadan. Saya merasa 'wajib' bersedia mengisi karenakhawatir (berdasarkan pengalaman) bahwa orang-orang yang tidak kompeten akan mengisi panggung-panggung keagamaan. Pengalaman itu nyata. Coba cek daftar penceramah di sebuah masjid kota. Siapa saja yang menjadi penceramah. Anda akan temukan beberapa orang yang entah darimana asalnya bisa menjadi 'ustad'.

Kalau selama pandemi ini orang komplain karena banyak orang bicara Corona padahal bukan orang kesehatan, maka dalam hal agama, hal ini sudah lama terjadi. Orang-orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang cukup diberi panggung sebagai juru bicara agama. Gus, Nganu itu sudah jelas tidak memiliki pendidikan agama yang cukup, tetapi koq bisa diundang ngaji di masjid-masjid seluruh negeri? Si Polan yang mualaf, tetapi kemana-kemana diberi suara untuk bicara agama.

Nah, daripada itu terjadi, maka saya 'terpanggil' untuk bersedia dengan penuh dilema. Jika ada pilihan lain, jika daftar sudah penuh dengan para kiai dan ustadz yang memang kompeten, saya akan berpikir lima kali untuk bersedia, untuk menemukan alasan khusus mengapa saya perlu ada. Jika tidak, mending saya tidak perlu saja. Corona tahun ini membantu saya untuk menghindari dilema itu. Barakallahu lana wa Corona.




*Pengajar di UIN Sunan Kalijaga. 

BRONTOSENO, KEDAI KOPI YANG RAMAH DAN NYAMAN

Hema Peristiwanto, pemilik kedai Brontoseno
 www.bherenk.com  Masyarakat Indonesia memang penikmat kopi, mulai generasi tua hingga generasi milenial kini gandrung akan kopi.

Banyak permintaan kopi memunculkan  banyaknya ide untuk membuka gerai kopi, warung kopi, coffeshop atau apalah namanya yang pada fokus pelayanannya adalah menyajikan kopi sebagai menu andalan.

Agar banyak pengunjung yang mau datang di kedai kopi maka banyak dari pemiliknya memberikan layanan plus misalkan ada internet gratis (wifi), TV cable, fill music dll.

Adalah Hema Peristiwanto pemuda desa yang mencoba keberuntungan dengan membuka kedai kopi di kampung halamannya. Pria ini  membuka kedai kopi yang berlokasi di desa Tapen Kec Kudu Kab Jombang, atau tepatnya di pojok pertigaan pasar Tapen.

Lelaki yang sudah berkeluarga ini menuturkan, awal ide membuka kedai kopi adalah karena melihat peluangnya cukup lumayan, sekitar dua tahun yang lalu di daerah sini belum ada kedai kopi yang lumayan representatif waktu itu mas.

Jadi apa salahnya saya mencoba membuka usaha kedai kopi atau warkop yang lokasinya berada di pinggir jalan raya. Tempatnya memang nggak luas namun kami tata senyaman mungkin, tutur lelaki yang pernah bekerja di Bali ini kepada www.bherenk.com

Kedai Kopi Brontoseno
Selain kopi juga tersedia minuman lainnya, susu hangat, es jeruk, teh tarik dll kami juga ada menu makanan andalan Ayam Geprek, Lodeh Telor dadar, Mie Telor dadar dll. Rata rata pengunjung per hari ada 30 hingga 100 dihari biasa, hari libur bisa lebih.Kami juga ada fasilitas wifi anti lemot, tv music dll yang penting pengunjung harus nyaman.

Alhamdulillah omsetnya lumayan mas bisa melebihi kerja saya ketika di Bali, lebih lebih saya bisa berkumpul dengan keluarga ini sangat mebahagiakan,
Namun saat wabah covid-19 seperti sekarang ini kami hanya buka sesuai anjuran pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran virus, kami juga sediakan tempat cuci tangan dan pembeli harus jaga jarak duduknya, tutur Hemma panggilan akrab pemilik kedai kopi Brontoseno mengakhiri.

Menu Kedai Brontoseno
Kopi Cangkir = 3.000
Teh Hangat   = 3.000
Susu              = 4.000

Nasi Ayam Geprek = 10.000

Nasi Lodeh Telor Dadar = 8.000

Nasi Pecel Telor Dadar = 8.000

Mie Telor  Dadar = 8.000

Dll

Rokok

Melayani DO juga dengan menghubungi No Telp. 085608529434


SEDEKAH DI TENGAH WABAH COVID-19

Ahmad Suhaib



www.bherenk.com Banyaknya simpatik dari warga yang mampu terhadap warga terdampak wabah covid-19, sedikit banyak membantu menyambung hidup bagi mereka yang mengalami penurunan pendapatan penghasilan.

Para dermawan Seolah berlomba lomba menebar kebaikan dengan membantu warga yg mengalami penurunan penghasilan baik yang diberikan secara mandiri maupun dilewatkan sebuah yayasan amal.


Dari google

Mungkin ini menjadi penilai bahwa masyarakat kita sejatinya masih tinggi rasa sosialnya menanggalkan asumsi bahwa selama ini masyarakat Indoensia dicap sebagai indvidualis.

Klaster warga masyarakat yang sering disebut sebagai terparah terkena dampak covid-19 diantaranya, Ojol, transport online, pekerja pabrik, karyawan perusahaan, sehingga banyak dari klaster ini mendapatkan berlimpah bantuan dari berbagai elemen. 

Padahal klaster ini harusnya aman sebab perusahaan dari tempat mereka bekerja masih  bisa menggunakan dana CSR dan menyisihkan sedikit profit untuk membantu karyawannya yang sedang mengalami kesulitan.

Ahmad Suhaib, Koordinator Asosiasi Desa Wisata Daerah Timur Indonesia menilai bahwa hal tersebut mengakibatkan klaster yang lain yang lebih parah dampaknya tidak terekspose media dan kurang mendapat simpatik. Ambil contoh, pekerja rumahan, ojek manual, kernet, kuli bangunan, buruh tani, pekerja dan pemilik warung, buruh cuci, abang becak,  pekerja wisata, penjaga toko, guru honorer, pegawai honorer, anak usia sekolah, napi yang baru saja dapat remisi dll. kami mengidentifikasikan mereka dengan nama klaster pinggiran ini belum tersentuh bantuan, kalaupun ada masih sangat minim.

Senada  hal itu, AH.Hamdah direktur Arrahmah Center  Jombang berharap semua stake holder yang berempaty terhadap masyaakat yang terdampak  covid-19 agar klaster pinggiran  ini  diperhatikan, karena sepertinya  klaster  ini lepas dari  pantauan, padahal imbas dampak sosial dari klaster ini sangat tinggi.

Semoga bantuan dan   uluran tangan dari berbagai pihak termasuk pemerintah di  masing-masing level serta masyarkat yang peduli dan perusahaan yang masih ada kelebihan harta tidak melupakan klaster pinggiran ini. (ric)

Efektifkah Penyemprotan Disinfektan di Tempat Umum? Kata Pakar: Bahaya, Jika Terhirup Bisa Menyebabkan Luka di Paru-Paru

Wabup Gresik, Semprotkan cairan disinfektan ke Gedung Kantor Bupati Gresik (25/3/2020) 

www bherenk.com– Perang lawan Covid – 19 sedang digalakkan di negeri ini. Mulai pemerintah pusat, propinsi, kabupaten hingga pemerintahan Desa tengah menggalakkan penyemprotan cairan disinfektan di tempat – tempat Umum dan beberapa tempat perkantoran dengan maksud untuk mengantisipasi penyebaran pandemi covid-19 atau virus corona.

Sebenarnya seberapa efektif penyemprotan disinfektan dalam membasmi virus corona? Hal tersebut dijelaskan seorang pakar ahli mikrobiologi dalam saluran Youtube Ganjar Pranowo.

Seperti dalam video unggahan saluran Youtube Ganjar Pranowo pada Minggu (22/3) lalu, Gubernur Jawa Tengah sedang membahas virus corona atau covid-19 bersama pakar atau spesialis mikrobiologi klinik  dr. Rebriarina Hapsari.M.Sc. Sp. MK.  Dalam obrolan di video itu,  Ganjar menanyakan kepada Rebriarina seberapa efektif penyemprotan cairan disinfektan.


” Sebenarnya penting enggak sih menyemprot itu? Kan akhirnya semua seperti demam berdarah dia pikir sehingga seperti nyamuk yang disemprot. Nah si virus itu apa perlu disemprot?,” tanya Ganjar.

Rebriarina menjelaskan sebenarnya tak perlu dilakukan penyemprotan di tempat umum. Ia mengatakan akan lebih efektif jika permukaan yang sering disentuh atau tersentuh dibersihkan dengan cara diusap pakai kain yang sudah diberi disinfektan.

” penyemprotan di tempat umum menurut saya tidak diperlukan, karena yang lebih efektif justru permukaan yang mungkin tempat terkena virus contohnya di bus kota, permukaan yang sering dipegang orang itu dielap (diusap), sehingga itu akan memberikan waktu kontak yang cukup dari bahan aktif itu untuk merusak virus,” jelasnya.

Rebriana menambahkan,  tindakan penyemprotan dapat berbahaya jika bahan aktif (disinfektan) terhirup oleh manusia dan masuk ke dalam paru-paru. Ia menjelaskan bahwa paru-paru tak sekuat kulit manusia.


https://www.djarum.com/home

“Perlu diperhatikan kalau misalkan ada penyemprotan di komunitas luar yaitu banyak orangnya. Nah ini akan kita hirup bahan aktif (disinfektan) itu, itu akan berbeda kalau misalkan terkena kulit yang memang kulit diciptakan Tuhan YME lebih tahan. Kalau sampai bahan aktif itu terhirup oleh kita, sel paru-paru kita itu tidak sehebat kulit, itu akan lebih rentan,” lanjutnya.

Dijelaskan oleh Rebriarina,  Cairan kimia disinfektan yang terhirup dan masuk ke dalam paru-paru akan menyebabkan timbulnya luka.

“Menurut saya itu akan menyebabkan luka di paru-paru dan bahkan nanti bisa menimbulkan keganasan,” tambahnya.

Rebriarina juga menegaskan bahwa kasus ini berbeda dengan virus flu burung, yang penyemprotannya  bisa dilakukan langsung kepada unggas seperti ayam ataupun berbagai jenis burung. Jika penyemprotan disinfektan terhirup manusia akan dapat menimbulkan kanker pada paru-paru.

“Mungkin masyarakat melihat kalau semprot itu efektif contohnya pada kasus flu burung, di mana burung yang terinfeksi itu disemproti semua. Kita harus melihat karena burung atau ayam itu tidak bisa mandi, sedangkan kita manusia itu bisa mandi dan membersihkan diri sendiri,” jelas Rebriana.

“Dan burung atau ayam itu tidak sampai 3 tahun dipanen, mereka itu cepat dipanen jadi kerusakan pada paru-parunya tidak dilihat atau tidak diperhatikan. Tapi kalau kita manusia menghirup bahan aktif seperti itu tentu saja akan membuat berefek luka pada paru dan bahkan bisa menyebabkan misalnya kanker paru, mungkin spesialis paru yang bisa menjelaskan,” ungkapnya. (shol).

Artikel ini Pernah dimuat di www.panjinasional.net




KA'BAH PERNAH DITUTUP SEBANYAK 40 KALI




www.bherenk.com MASJIDIL HARAM yang terdapat Kakbah di dalamnya sempat ditutup sementara karena sedang berlangsung kegiatan bersih-bersih. Pembersihan ekstra dilakukan sehubungan dengan isu mewabahnya virus korona COVID-19.
Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur(PW IKA PMII), Firman Syah Ali mengatakan ini bukan pertama kalinya Kakbah ditutup.

"Kalau kita tidak malas membaca, terutama ilmu sejarah, kita tentu tahu bahwa Kakbah itu sering ditutup," demikian keterangan tertulisnya sebagaimana diterima Okezone pada Sabtu (7/3/2020).

Pria yang akrab disapa Cak Firman ini melanjutkan, bukan hanya Kakbah saja yang pernah ditutup atau dibatasi, dulu ibadah haji juga sempat terhenti sementara karena beberapa hal, misal terjadinya peperangan sehingga (Kakbah) harus diamankan.

"Ibadah haji juga sering ditutup, Kakbah sering rusak karena peperangan, Kakbah juga berkali-kali digenangi banjir, pokoknya tidak perlu panik dan main goreng seenaknya" ucap Cak Firman.

Cak Firman mengatakan sejak masa pra hingga era Islam, Kakbah sering rusak dan ditutup, dan juga pernah jadi sasaran peluru manjanik rezim Muawiyah saat menggempur Abdullah bin Zubair RA. Terjangan peluru dari Mu'awiyah tersebut membuat bangunan Kakbah menjadi runtuh.

"Jadi Kakbah ditutup dan Kakbah rusak itu hal biasa dalam sejarah, tidak perlu panik dan gawat," ujar aktivis Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini.

Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya. Ia menuturkan sejak dulu area Kakbah sudah sering ditutup, bahkan hingga 40 kali karena sebab-sebab tertentu.
"Ya, memang kondisi Makkah pada saat itu masih belum stabil dalam artian masih terjadi perebutan kekuasaan dari para dinasti yang berkuasa pada saat itu," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (7/3/2020).
Menurut pemaparan tersebut, maka bukan hal luar biasa penutupan Kakbah pada Maret 2020 yang diakibatkan wabah virus korona COVID-19.

Sementara dikutip dari Instagram @jejakimani, berikut delapan dari 40 puluh peristiwa penutupan Kakbah sepanjang sejarah. Empat fakta berikut dibernakan oleh Ustadz Asroni.

1. Qaranithah Mencuri Hajar Aswad, 930
Dimpimpin oleh Abu Thahir Al Qaramithi, pipmpinan Qaranithah (salah satu aliran Syiah Ismailiyah) saat itu mendatangi Makkah bersama para pengikutnya pada musim haji. Mereka membunuh jamaah haji yang sedang melakukan ibadah dan mengambil bongkahan hajar aswad. Kemudian setelah 22 tahun batu mulia tersebut dikembalikan ke tempat asalnya di kawasan Hajar (Ahsa).

2. Wabah Tha'un, 1814
Sekitar 8.000 jiwa meninggal dunia akibat wabah Thaun di wilayah Hijaz. Sehingga kawasan Masjidil Haram pun ditutup untuk sementara demi mencegah penyebaran lebih luas wabah tersebut.

3. Wabah Hindi, tahun 1831
Pada tahun ini telah terjadi wabah penyakit yang dipercaya berasal dari India. Saat itu sekitar tiga perempat jamaah haji meninggal dunia. Oleh karenanya kawasan Kakbah ditutup untuk sementara waktu.

4. Wabah Kolera, 1846
Pada tahun tersebut telah terjadi wabah Kolera yang menyebabkan ditiadakannya ibadah haji, dan umat Islam saat itu tidak bisa berangkat ke Tanah Suci. Wabah ini pun berulang pada 1850, 1865 dan 1883 Masehi.

5. Kematian Meningkat Akibat Kolera, 1892
Kemudian wabah kolera pada tahun tersebut masih mewabah di Tanah Suci dan bertepatan dengan musim haji. Saat itu kondisi semakin parah karena penularan menyebar begitu cepat. Setiap harinya korban jiwa berjatuhan sehingga jenazah menumpuk. Kematian akibat wabah ini meningkat di Arafat dan puncaknya di Mina.



Sumber

MUHAMMADIYAH HARUS MEMINTA MAAF ATAS TRAGEDI JOGJA

KH. Rohmatullah Akbar (Gus Bang)               H.Maghfur Mujtahid


www.bherenk.com Jombang. Melihat kondisi  "tragedi" Jogja yaitu warga Muhammadiyah yang menolak warga NU mengadakan kegiatan harlahnya padahal otoritas pemilik tempat yaitu keraton Jogja telah memberikan izin, hal ini sangat mencederai rasa persaudaraan serta toleransi dua organisasi besar yang selama ini telah terbangun dengan baik.

H. Maghfur Mujtahid, salah satu tokoh pemuda NU Jombang merasa penolakan warga muhammadiyah terhadap warga NU  ini sangat memprihatinkan. Pihak Muhammadiyah harusnya meminta maaf atas peristiwa ini jika memang benar penolakan itu hanya ulah oknum, tidak kemudian hanya menyalahkan oknum saja.

Mengkambinghitamkan pemasang banner penolakan kegiatan warga NU di sekitar masjid keraton Jogja sebagai penyusup di Muhammadiyah tanpa disertai permintaan maaf serta mempersilahkan warga NU mengadakan kegiatan di masjid kraton adalah  suatu hal yang tidak bertanggungjawab dan terkesan cuci tangan.

Tragedi penolakan ini menjadi pembenar bahwa  muhammadiyah dijadikan tempat berlabuhnya pengikut salafy dan wahaby pasca rumah mereka dirobohkan oleh negara.

Dugaan organisasi Muhammadiyah yang sudah  tersusupi para perongrong negara pengusung khilafah  sedang melancarkan "skenario besar" secara  terstruktur dan massiv terhadap NU semakin susah dibantah.

Gelombang kegeraman warga NU sudah terkadung menghempas hingga ke pelosok negeri, ini adalah tragedi intoleransi. Gesekan dan konfrontasi horisontal antar warga NU vs MU di akar rumput bisa sewaktu waktu terjadi.  Ketua pemuda muhammadiyah pusat yang sekonyong konyong mengajak bertemu sekretaris PP GP  Ansor tidak bermakna apa apa jika mereka masih pongah tidak mengakui kesalahannya serta tidak mau meminta maaf, sesal abah maghfur pengusaha unggas ini.

Secara terpisah KH. Rohmatullah Akbar (Gus Bang) pengasuh Pondok Pesantren Arrisalah Darul Ulum Peterongan Jombang  menyampaikan sejatinya persoalan Jogja ini simple penyelesaiannya yaitu  minimal pimpinan  Muhammadiyah setempat atau kalau perlu pimpinan pusatnya secara kelembagaan harusnya bisa legowo dan arif meminta maaf secara terbuka dan menyadari kesalahannya serta mempersilahkan warga NU mengadakan kegiatan  di Masjid Kraton Jogja.

Selama ini warga NU senantiasa menjaga toleransi dengan semua agama dan ormas ormas yang mengakui NKRI termasuk dengan muhammadiyah terbukti dengan ikut menjaga kondusifitas serta keamanan mereka ketika mengadakan kegiatan, warga NU senantiasa terlibat pengamanan. Namun kasus Jogja menyadarkan warga NU akan makna toleransi yang sesungguhnya.


Masjid keraton Jogja itu ikon perjuangan leluhur NU dan Muhamamdiyah Jogja, jadi mereka jangan buta sejarah serta jangan main claim karena akan membuat ahistoris, kalau mereka mau meminta maaf insyaAllah warga NU akan memaafkan dan kasus Jogja ini akan selesai tidak melebar kemana mana, kalau mereka bisa memulai sebuah permainan  harusnya mereka  juga  bisa mengakhiri,  pungkas gus bang.

Visa Umroh Gagal Terbit Karena Corona, Ini Cara Pengembalian Uang Jamaah




www.bherenk.com  Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh akibat virus corona. Aturan ini tak hanya berdampak pada ibadah, tapi juga visa umroh yang gagal terbit milik sejumlah jamaah.

Terkait visa umroh yang gagal terbit, pemerintah Saudi akan mengembalikan biaya yang telah disetorkan jamaah. Pengembalian dilakukan melalui skema yang telah dibuat pemerintah Saudi.

"Arab Saudi memberlakukan tiga skema dalam pengurusan pengembalian biaya visa umrah yang terdampak kebijakan mereka," kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali dalam keterangan pers yang dikutip di laman resmi Kemenag RI, Selasa (3/3/2020).

Skema pertama adalah untuk jamaah yang mengajukan visa umroh melalui aplikasi e-visa. Biaya visa dari jamaah umroh akan dikembalikan secara otomatis melalui rekening, yang digunakan saat mengajukan pengembalian dana visa di aplikasi.
Aturan kedua diterapkan bagi jamaah yang mengajukan permohonan visa melalui biro travel. Dana akan disetorkan melalui rekening biro travel, yang digunakan saat mengajukan pengembalian dana di e-visa.

Skema ketiga berlaku bagi jamaah yang mengajukan visa, sebelum terbitnya aturan penangguhan sementara. Endang mengatakan, jamaah ini belum berangkat umroh di Tanah Suci.

Bagi jamaah yang mengajukan visa lewat Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), bisa segera berkoordinasi dengan biro perjalanan terkait. Endang berharap jamaah bisa segera mendapatkan haknya terkait visa umroh yang gagal terbit.


Artikel ini Pernah terbit di detiknews
Sumber :

SEMUA NEGATIF CORONA





Oleh : Dahlan Iskan

Sebenarnya sudah banyak juga yang menjalani tes virus Corona di Indonesia.

Yang di Surabaya saja sudah 10 orang. ”Semuanya negatif,” ujar Prof. Dr. Inge Lucida, direktur International Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya.

Saya pun benar-benar ikut penasaran. Mengapa tidak ada virus Corona di Indonesia. Padahal, semua negara Asia sudah terkena. Sampai orang di luar negeri mengejek kita sebagai negara yang tidak mampu mendeteksinya.

Kemarin pagi, saya ke ITD Unair itu. Saya tahu Unair memiliki laboratorium penyakit tropis terbaik. Saya ditemui dua profesor yang ahli virus. Yakni Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih dan Prof. Dr. Inge Lucida.

Prof. Nyoman adalah Wakil Rektor I Unair. Sedang Prof. Inge adalah direktur laboratorium penyakit tropis tersebut.

Begitu virus Corona mewabah, Unair mengadakan kontak intensif dengan Jepang. ITD memang didirikan berrsama dengan Jepang.
Setelah serangkaian pembicaraan Unair lantas berinisiatif membeli tiga set Primer yang bisa dipakai memeriksa virus Corona. Belinya ya di Jepang.

”Jadi, teknik, dan sarana pemeriksaan Corona di Unair sama dengan di Jepang,” ujar Prof. Inge.
Hasil pengetesan itu juga dites ulang di peralatan milik Kementerian Kesehatan. Hasilnya sama: negatif.
Yang dibeli itu bukan mesin, tapi Primer. Sejenis cairan tapi sudah dalam keadaan kering --agar bisa dibawa ke negara lain.

Mesin pemeriksanya sendiri Unair sudah lebih dulu memilikinya. Juga bantuan dari Jepang. Primer itulah yang dimasukkan ke mesin itu. Lantas materi yang akan diperiksa dimasukkan ke dalamnya.

Dan memang lab Unair ini bekerjasama dengan Kobe University. Sekarang pun ada tiga ahli dari Jepang yang ada di lab itu.
Waktu membeli senyawa itu Unair sampai tidak sabar. Terlalu lama kalau harus dikirim lewat Fedex atau EMS. Prof. Inge memutuskan untuk mengirim seorang staf di ITD berangkat ke Kobe.

Begitu tiba di Osaka, staf tersebut langsung ke Kobe University. Setelah mengambil senyawa tersebut ia langsung kembali ke Surabaya.
”Nah itu orangnya yang ke Jepang,” ujar Prof. Inge sambil menunjuk sang utusan yang lagi bertugas di ITD.

Prof. Inge sendiri mendapat gelar doktor di Kobe University. Dia adalah ”penduduk asli” Unair. Ayahnyi seorang dokter terkenal lulusan Unair. Ibunyi seorang apoteker dari kampus yang sama. Tiga saudaranyi juga dokter dari Unair. Hanya dua yang bukan dokter --tapi juga apoteker dan sarjana ekonomi Unair. Yang sarjana ekonomi itu kini memiliki bisnis lab kesehatan yang juga sangat terkenal di Surabaya.
Sekeluarga Unair semua.

Sedang Prof. Nyoman juga dikenal sebagai peneliti hebat bidang biokimia. Prof. Nyomanlah yang menemukan enzim untuk makanan ternak. Yang dulu pernah saya undang ke Kementerian BUMN untuk mempresentasikannya. Gelar S2-nyi dari ITB dan S3-nyi dari IPB. Prof. Nyoman juga pernah terpilih sebagai dosen teladan nasional selama tiga tahun.

Saat mampir ke ruang kerjanyi saya pun melihat hasil-hasil penelitian berbagai macam virus di laptopnyi. Prinsipnya virus itu punya kaki-kaki untuk memijakkan diri. Pijakannya adalah sel di alat penafasan manusia.
Setelah kaki-kaki virus memperoleh pijakan yang pas, barulah sang virus mengeluarkan penyakitnya.

Kalau saja tempat berpijak kaki-kaki itu tidak tepat sang virus tidak bisa berproduksi. Ibarat orang mau berak. Kalau kakinya tidak tepat di pijakan pupnya tidak bisa keluar.

Karena itu struktur virus tersebut harus benar-benar diketahui. Kini struktur itu sudah diketahui. Tanpa pijakan yang tepat virus tidak bisa berkembang. Maka obat yang akan ditemukan adalah obat yang akan bisa menipu virus. Yakni obat yang bisa membuat pijakan yang persis diperlukan virus. Tapi sebenarnya itu pijakan palsu. Dengan demikian virus tidak bisa mengeluarkan ”pup” nya.

Dari 10 orang yang pernah diperiksa di lab Unair itu sebagian adalah pasien rumah sakit. Sebagian lagi orang yang datang untuk memeriksakan diri. Semuanya dicurigai menderita virus Corona. Hasilnya: bersih.

Salah satu dari mereka adalah seorang dokter. Sang dokter seperti terkena flu. Putrinya baru pulang dari luar negeri. Maka muncul kekhawatiran tertular virus Corona.
Sang dokter pun memeriksakan diri ke lab Unair. Ternyata negatif.
Sampai sekarang pun semua yang pernah diperiksa itu baik-baik saja.
Senyawa yang dibeli dari Jepang itu sendiri cukup untuk memeriksa 100 orang. Hasil pemeriksaannya pun bisa diketahui dengan cepat: 5 jam kemudian. Itu karena tidak perlu antre.

”Siapa pun bisa memeriksakan diri ke sini,” ujar Prof. Inge, yang sehari-harinya di Pusat Penelitian Penyakit Tropik di kampus C Unair itu. ”Tentu harus membayar. Rp 1 juta,” ujarnyi.
Dua guru besar ini juga ikut penasaran: mengapa orang Indonesia tidak terkena virus Corona. Keduanya masih terus mencari jawabnya.
Tapi beliau juga tidak terlalu heran. Waktu Arab Saudi dilanda wabah virus MERS, Indonesia juga aman. Padahal, begitu banyak jemaah haji yang ke Saudi.

”Ribuan jemaah haji yang diperiksa saat itu. Tidak satu pun yang terkena virus MERS,” ujar Prof. Inge.
Demikian juga saat Tiongkok dilanda virus SARS. Indonesia nihil.
Hanya waktu ada wabah flu burung korbannya banyak. Saat itulah Unair berjaya: menemukan obat untuk mencegah flu burung.

”Sampai sekarang pun virus flu burung itu masih ada. Kita sering melakukan pemeriksaan atas ayam di pasar-pasar. Virus flu burungnya masih ada di ayam. Tapi tidak ada lagi orang yang terkena flu burung,” ujar Prof. Nyoman. ”Kita sudah kebal. Kekebalan tubuh untuk flu burung sudah muncul,” ujarnyi.

Prof. Nyoman ini lahir di Belitung. Ayah-ibunyi asli Bali. Saat itu orang tua bertugas di BRI Tanjungpandan.
Karir sang ayah melejit di Jakarta. Semua orang BRI tahu beliau: I Wayan Patra --pencetus ide kredit usaha tani tahun 1970-an. Beliau meninggal muda karena sakit ginjal. Setelah itu istri dan anak-anak pindah ke Bali.

Prof. Nyoman pun sekolah sampai SMA di Denpasar --dan akhirnya kuliah di Unair.
Walhasil, belum ada jawaban ilmiah soal penasarannya banyak orang itu.
Hanya humoris yang langsung bisa menjawab: virus itu tidak bisa masuk Indonesia karena perizinan di sini sulit! (dahlan iskan)

Selasa, 18 Pebruari 2020
Sumber :
https://www.disway.id/r/839/semua-negatif

SIAPA YANG TANGGUNGJAWAB MENGEMBALIKAN DANA JAMAAH UMROH YANG SUDAH DISETOR?


Gambar diambil dari pojoksatu.id

bherenk.com Banyak warga Kota Tangerang Selatan, Banten, yang batal melakukan perjalanan umrah pada Maret 2020, menyusul penangguhan layanan ibadah umrah dari Kerajaan Arab Saudi, sebagai salah satu langkah menangkal menyebarnya virus corona atau COVID-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan Abdul Rozak berharap, kebijakan Kerajaan Arab Saudi itu tidak berlaku lama.
"Informasi yang kami terima sejak siang hari hingga sore ini, banyak warga Tangsel yang ingin melakukan umrah di bulan Maret namun karena adanya penangguhan sementara maka ditunda hingga ada pengumuman resmi kembali. 

Kami harap proses penangguhan tak lama," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Abdul Rozak dihubungi, Kamis (27/2).

Kota Tangerang Selatan terdapat 621 jemaah yang telah mendapatkan rekomendasi Kantor Kemenag untuk melakukan perjalanan ibadah umrah, selama periode Januari - Februari tahun 2020.

Abdul Rozak menuturkan, informasi yang diterima langsung warga yang kemudian tak jadi umrah adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan bersama keluarganya.
Kemudian ada lima orang di pegawai Kemenag setempat.. "Maret banyak yang berangkat dan kini menunggu info lagi," ujarnya.

Kemenag Tangerang Selatan, lanjutnya, juga sedang berkoordinasi dengan sejumlah biro perjalan dalam memberikan informasi kepada setiap jemaah yang dibina untuk mendapatkan keterangan secara lengkap.
Sebab, penundaan ini bertujuan untuk keselamatan semua pihak. Sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Arab Saudi, diharapkan setiap agen perjalanan haji dapat mengurus kelengkapan berkas.
Kami harap semua warga bisa bersabar dan tak emosional dalam masalah penundaan umrah ini dan senantiasa selalu bertawakal kepada Allah," ujarnya.

Dewi Gustina, warga Tangerang yang akan melakukan perjalanan umrah pada tanggal 18 Maret 2020 dari travel Jasa Wisata Nusantara menuturkan, hingga kini masih berkoordinasi dengan jemaah lainnya terkait kepastian berangkat.

Dia mengaku memahami kondisi yang ada. Namun harapannya agar tak ada lagi kerugian dari jemaah seperti biaya maskapai dan hotel yang sudah dipesan.

"Pemerintah semoga bisa bantu juga proses refund ini agar jemaah tetap tenang sambil menunggu jadwal lanjutan," paparnya. (antara/jpnn)
Artikel ini pernah terbit dengan judul Bagaimana-biaya-maskapai-dan-hotel-yang-sudah-dipesan-calon-jemaah-umrah.


Artikel ini pernah dimuat diJPPN.com