Featured

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Maret 2020

Efektifkah Penyemprotan Disinfektan di Tempat Umum? Kata Pakar: Bahaya, Jika Terhirup Bisa Menyebabkan Luka di Paru-Paru

Wabup Gresik, Semprotkan cairan disinfektan ke Gedung Kantor Bupati Gresik (25/3/2020) 

www bherenk.com– Perang lawan Covid – 19 sedang digalakkan di negeri ini. Mulai pemerintah pusat, propinsi, kabupaten hingga pemerintahan Desa tengah menggalakkan penyemprotan cairan disinfektan di tempat – tempat Umum dan beberapa tempat perkantoran dengan maksud untuk mengantisipasi penyebaran pandemi covid-19 atau virus corona.

Sebenarnya seberapa efektif penyemprotan disinfektan dalam membasmi virus corona? Hal tersebut dijelaskan seorang pakar ahli mikrobiologi dalam saluran Youtube Ganjar Pranowo.

Seperti dalam video unggahan saluran Youtube Ganjar Pranowo pada Minggu (22/3) lalu, Gubernur Jawa Tengah sedang membahas virus corona atau covid-19 bersama pakar atau spesialis mikrobiologi klinik  dr. Rebriarina Hapsari.M.Sc. Sp. MK.  Dalam obrolan di video itu,  Ganjar menanyakan kepada Rebriarina seberapa efektif penyemprotan cairan disinfektan.


” Sebenarnya penting enggak sih menyemprot itu? Kan akhirnya semua seperti demam berdarah dia pikir sehingga seperti nyamuk yang disemprot. Nah si virus itu apa perlu disemprot?,” tanya Ganjar.

Rebriarina menjelaskan sebenarnya tak perlu dilakukan penyemprotan di tempat umum. Ia mengatakan akan lebih efektif jika permukaan yang sering disentuh atau tersentuh dibersihkan dengan cara diusap pakai kain yang sudah diberi disinfektan.

” penyemprotan di tempat umum menurut saya tidak diperlukan, karena yang lebih efektif justru permukaan yang mungkin tempat terkena virus contohnya di bus kota, permukaan yang sering dipegang orang itu dielap (diusap), sehingga itu akan memberikan waktu kontak yang cukup dari bahan aktif itu untuk merusak virus,” jelasnya.

Rebriana menambahkan,  tindakan penyemprotan dapat berbahaya jika bahan aktif (disinfektan) terhirup oleh manusia dan masuk ke dalam paru-paru. Ia menjelaskan bahwa paru-paru tak sekuat kulit manusia.


https://www.djarum.com/home

“Perlu diperhatikan kalau misalkan ada penyemprotan di komunitas luar yaitu banyak orangnya. Nah ini akan kita hirup bahan aktif (disinfektan) itu, itu akan berbeda kalau misalkan terkena kulit yang memang kulit diciptakan Tuhan YME lebih tahan. Kalau sampai bahan aktif itu terhirup oleh kita, sel paru-paru kita itu tidak sehebat kulit, itu akan lebih rentan,” lanjutnya.

Dijelaskan oleh Rebriarina,  Cairan kimia disinfektan yang terhirup dan masuk ke dalam paru-paru akan menyebabkan timbulnya luka.

“Menurut saya itu akan menyebabkan luka di paru-paru dan bahkan nanti bisa menimbulkan keganasan,” tambahnya.

Rebriarina juga menegaskan bahwa kasus ini berbeda dengan virus flu burung, yang penyemprotannya  bisa dilakukan langsung kepada unggas seperti ayam ataupun berbagai jenis burung. Jika penyemprotan disinfektan terhirup manusia akan dapat menimbulkan kanker pada paru-paru.

“Mungkin masyarakat melihat kalau semprot itu efektif contohnya pada kasus flu burung, di mana burung yang terinfeksi itu disemproti semua. Kita harus melihat karena burung atau ayam itu tidak bisa mandi, sedangkan kita manusia itu bisa mandi dan membersihkan diri sendiri,” jelas Rebriana.

“Dan burung atau ayam itu tidak sampai 3 tahun dipanen, mereka itu cepat dipanen jadi kerusakan pada paru-parunya tidak dilihat atau tidak diperhatikan. Tapi kalau kita manusia menghirup bahan aktif seperti itu tentu saja akan membuat berefek luka pada paru dan bahkan bisa menyebabkan misalnya kanker paru, mungkin spesialis paru yang bisa menjelaskan,” ungkapnya. (shol).

Artikel ini Pernah dimuat di www.panjinasional.net




Minggu, 08 Maret 2020

KA'BAH PERNAH DITUTUP SEBANYAK 40 KALI




www.bherenk.com MASJIDIL HARAM yang terdapat Kakbah di dalamnya sempat ditutup sementara karena sedang berlangsung kegiatan bersih-bersih. Pembersihan ekstra dilakukan sehubungan dengan isu mewabahnya virus korona COVID-19.
Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur(PW IKA PMII), Firman Syah Ali mengatakan ini bukan pertama kalinya Kakbah ditutup.

"Kalau kita tidak malas membaca, terutama ilmu sejarah, kita tentu tahu bahwa Kakbah itu sering ditutup," demikian keterangan tertulisnya sebagaimana diterima Okezone pada Sabtu (7/3/2020).

Pria yang akrab disapa Cak Firman ini melanjutkan, bukan hanya Kakbah saja yang pernah ditutup atau dibatasi, dulu ibadah haji juga sempat terhenti sementara karena beberapa hal, misal terjadinya peperangan sehingga (Kakbah) harus diamankan.

"Ibadah haji juga sering ditutup, Kakbah sering rusak karena peperangan, Kakbah juga berkali-kali digenangi banjir, pokoknya tidak perlu panik dan main goreng seenaknya" ucap Cak Firman.

Cak Firman mengatakan sejak masa pra hingga era Islam, Kakbah sering rusak dan ditutup, dan juga pernah jadi sasaran peluru manjanik rezim Muawiyah saat menggempur Abdullah bin Zubair RA. Terjangan peluru dari Mu'awiyah tersebut membuat bangunan Kakbah menjadi runtuh.

"Jadi Kakbah ditutup dan Kakbah rusak itu hal biasa dalam sejarah, tidak perlu panik dan gawat," ujar aktivis Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini.

Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya. Ia menuturkan sejak dulu area Kakbah sudah sering ditutup, bahkan hingga 40 kali karena sebab-sebab tertentu.
"Ya, memang kondisi Makkah pada saat itu masih belum stabil dalam artian masih terjadi perebutan kekuasaan dari para dinasti yang berkuasa pada saat itu," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (7/3/2020).
Menurut pemaparan tersebut, maka bukan hal luar biasa penutupan Kakbah pada Maret 2020 yang diakibatkan wabah virus korona COVID-19.

Sementara dikutip dari Instagram @jejakimani, berikut delapan dari 40 puluh peristiwa penutupan Kakbah sepanjang sejarah. Empat fakta berikut dibernakan oleh Ustadz Asroni.

1. Qaranithah Mencuri Hajar Aswad, 930
Dimpimpin oleh Abu Thahir Al Qaramithi, pipmpinan Qaranithah (salah satu aliran Syiah Ismailiyah) saat itu mendatangi Makkah bersama para pengikutnya pada musim haji. Mereka membunuh jamaah haji yang sedang melakukan ibadah dan mengambil bongkahan hajar aswad. Kemudian setelah 22 tahun batu mulia tersebut dikembalikan ke tempat asalnya di kawasan Hajar (Ahsa).

2. Wabah Tha'un, 1814
Sekitar 8.000 jiwa meninggal dunia akibat wabah Thaun di wilayah Hijaz. Sehingga kawasan Masjidil Haram pun ditutup untuk sementara demi mencegah penyebaran lebih luas wabah tersebut.

3. Wabah Hindi, tahun 1831
Pada tahun ini telah terjadi wabah penyakit yang dipercaya berasal dari India. Saat itu sekitar tiga perempat jamaah haji meninggal dunia. Oleh karenanya kawasan Kakbah ditutup untuk sementara waktu.

4. Wabah Kolera, 1846
Pada tahun tersebut telah terjadi wabah Kolera yang menyebabkan ditiadakannya ibadah haji, dan umat Islam saat itu tidak bisa berangkat ke Tanah Suci. Wabah ini pun berulang pada 1850, 1865 dan 1883 Masehi.

5. Kematian Meningkat Akibat Kolera, 1892
Kemudian wabah kolera pada tahun tersebut masih mewabah di Tanah Suci dan bertepatan dengan musim haji. Saat itu kondisi semakin parah karena penularan menyebar begitu cepat. Setiap harinya korban jiwa berjatuhan sehingga jenazah menumpuk. Kematian akibat wabah ini meningkat di Arafat dan puncaknya di Mina.



Sumber

Rabu, 04 Maret 2020

MUHAMMADIYAH HARUS MEMINTA MAAF ATAS TRAGEDI JOGJA

KH. Rohmatullah Akbar (Gus Bang)               H.Maghfur Mujtahid


www.bherenk.com Jombang. Melihat kondisi  "tragedi" Jogja yaitu warga Muhammadiyah yang menolak warga NU mengadakan kegiatan harlahnya padahal otoritas pemilik tempat yaitu keraton Jogja telah memberikan izin, hal ini sangat mencederai rasa persaudaraan serta toleransi dua organisasi besar yang selama ini telah terbangun dengan baik.

H. Maghfur Mujtahid, salah satu tokoh pemuda NU Jombang merasa penolakan warga muhammadiyah terhadap warga NU  ini sangat memprihatinkan. Pihak Muhammadiyah harusnya meminta maaf atas peristiwa ini jika memang benar penolakan itu hanya ulah oknum, tidak kemudian hanya menyalahkan oknum saja.

Mengkambinghitamkan pemasang banner penolakan kegiatan warga NU di sekitar masjid keraton Jogja sebagai penyusup di Muhammadiyah tanpa disertai permintaan maaf serta mempersilahkan warga NU mengadakan kegiatan di masjid kraton adalah  suatu hal yang tidak bertanggungjawab dan terkesan cuci tangan.

Tragedi penolakan ini menjadi pembenar bahwa  muhammadiyah dijadikan tempat berlabuhnya pengikut salafy dan wahaby pasca rumah mereka dirobohkan oleh negara.

Dugaan organisasi Muhammadiyah yang sudah  tersusupi para perongrong negara pengusung khilafah  sedang melancarkan "skenario besar" secara  terstruktur dan massiv terhadap NU semakin susah dibantah.

Gelombang kegeraman warga NU sudah terkadung menghempas hingga ke pelosok negeri, ini adalah tragedi intoleransi. Gesekan dan konfrontasi horisontal antar warga NU vs MU di akar rumput bisa sewaktu waktu terjadi.  Ketua pemuda muhammadiyah pusat yang sekonyong konyong mengajak bertemu sekretaris PP GP  Ansor tidak bermakna apa apa jika mereka masih pongah tidak mengakui kesalahannya serta tidak mau meminta maaf, sesal abah maghfur pengusaha unggas ini.

Secara terpisah KH. Rohmatullah Akbar (Gus Bang) pengasuh Pondok Pesantren Arrisalah Darul Ulum Peterongan Jombang  menyampaikan sejatinya persoalan Jogja ini simple penyelesaiannya yaitu  minimal pimpinan  Muhammadiyah setempat atau kalau perlu pimpinan pusatnya secara kelembagaan harusnya bisa legowo dan arif meminta maaf secara terbuka dan menyadari kesalahannya serta mempersilahkan warga NU mengadakan kegiatan  di Masjid Kraton Jogja.

Selama ini warga NU senantiasa menjaga toleransi dengan semua agama dan ormas ormas yang mengakui NKRI termasuk dengan muhammadiyah terbukti dengan ikut menjaga kondusifitas serta keamanan mereka ketika mengadakan kegiatan, warga NU senantiasa terlibat pengamanan. Namun kasus Jogja menyadarkan warga NU akan makna toleransi yang sesungguhnya.


Masjid keraton Jogja itu ikon perjuangan leluhur NU dan Muhamamdiyah Jogja, jadi mereka jangan buta sejarah serta jangan main claim karena akan membuat ahistoris, kalau mereka mau meminta maaf insyaAllah warga NU akan memaafkan dan kasus Jogja ini akan selesai tidak melebar kemana mana, kalau mereka bisa memulai sebuah permainan  harusnya mereka  juga  bisa mengakhiri,  pungkas gus bang.

Selasa, 03 Maret 2020

Visa Umroh Gagal Terbit Karena Corona, Ini Cara Pengembalian Uang Jamaah




www.bherenk.com  Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh akibat virus corona. Aturan ini tak hanya berdampak pada ibadah, tapi juga visa umroh yang gagal terbit milik sejumlah jamaah.

Terkait visa umroh yang gagal terbit, pemerintah Saudi akan mengembalikan biaya yang telah disetorkan jamaah. Pengembalian dilakukan melalui skema yang telah dibuat pemerintah Saudi.

"Arab Saudi memberlakukan tiga skema dalam pengurusan pengembalian biaya visa umrah yang terdampak kebijakan mereka," kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali dalam keterangan pers yang dikutip di laman resmi Kemenag RI, Selasa (3/3/2020).

Skema pertama adalah untuk jamaah yang mengajukan visa umroh melalui aplikasi e-visa. Biaya visa dari jamaah umroh akan dikembalikan secara otomatis melalui rekening, yang digunakan saat mengajukan pengembalian dana visa di aplikasi.
Aturan kedua diterapkan bagi jamaah yang mengajukan permohonan visa melalui biro travel. Dana akan disetorkan melalui rekening biro travel, yang digunakan saat mengajukan pengembalian dana di e-visa.

Skema ketiga berlaku bagi jamaah yang mengajukan visa, sebelum terbitnya aturan penangguhan sementara. Endang mengatakan, jamaah ini belum berangkat umroh di Tanah Suci.

Bagi jamaah yang mengajukan visa lewat Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), bisa segera berkoordinasi dengan biro perjalanan terkait. Endang berharap jamaah bisa segera mendapatkan haknya terkait visa umroh yang gagal terbit.


Artikel ini Pernah terbit di detiknews
Sumber :

Sabtu, 29 Februari 2020

SEMUA NEGATIF CORONA





Oleh : Dahlan Iskan

Sebenarnya sudah banyak juga yang menjalani tes virus Corona di Indonesia.

Yang di Surabaya saja sudah 10 orang. ”Semuanya negatif,” ujar Prof. Dr. Inge Lucida, direktur International Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya.

Saya pun benar-benar ikut penasaran. Mengapa tidak ada virus Corona di Indonesia. Padahal, semua negara Asia sudah terkena. Sampai orang di luar negeri mengejek kita sebagai negara yang tidak mampu mendeteksinya.

Kemarin pagi, saya ke ITD Unair itu. Saya tahu Unair memiliki laboratorium penyakit tropis terbaik. Saya ditemui dua profesor yang ahli virus. Yakni Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih dan Prof. Dr. Inge Lucida.

Prof. Nyoman adalah Wakil Rektor I Unair. Sedang Prof. Inge adalah direktur laboratorium penyakit tropis tersebut.

Begitu virus Corona mewabah, Unair mengadakan kontak intensif dengan Jepang. ITD memang didirikan berrsama dengan Jepang.
Setelah serangkaian pembicaraan Unair lantas berinisiatif membeli tiga set Primer yang bisa dipakai memeriksa virus Corona. Belinya ya di Jepang.

”Jadi, teknik, dan sarana pemeriksaan Corona di Unair sama dengan di Jepang,” ujar Prof. Inge.
Hasil pengetesan itu juga dites ulang di peralatan milik Kementerian Kesehatan. Hasilnya sama: negatif.
Yang dibeli itu bukan mesin, tapi Primer. Sejenis cairan tapi sudah dalam keadaan kering --agar bisa dibawa ke negara lain.

Mesin pemeriksanya sendiri Unair sudah lebih dulu memilikinya. Juga bantuan dari Jepang. Primer itulah yang dimasukkan ke mesin itu. Lantas materi yang akan diperiksa dimasukkan ke dalamnya.

Dan memang lab Unair ini bekerjasama dengan Kobe University. Sekarang pun ada tiga ahli dari Jepang yang ada di lab itu.
Waktu membeli senyawa itu Unair sampai tidak sabar. Terlalu lama kalau harus dikirim lewat Fedex atau EMS. Prof. Inge memutuskan untuk mengirim seorang staf di ITD berangkat ke Kobe.

Begitu tiba di Osaka, staf tersebut langsung ke Kobe University. Setelah mengambil senyawa tersebut ia langsung kembali ke Surabaya.
”Nah itu orangnya yang ke Jepang,” ujar Prof. Inge sambil menunjuk sang utusan yang lagi bertugas di ITD.

Prof. Inge sendiri mendapat gelar doktor di Kobe University. Dia adalah ”penduduk asli” Unair. Ayahnyi seorang dokter terkenal lulusan Unair. Ibunyi seorang apoteker dari kampus yang sama. Tiga saudaranyi juga dokter dari Unair. Hanya dua yang bukan dokter --tapi juga apoteker dan sarjana ekonomi Unair. Yang sarjana ekonomi itu kini memiliki bisnis lab kesehatan yang juga sangat terkenal di Surabaya.
Sekeluarga Unair semua.

Sedang Prof. Nyoman juga dikenal sebagai peneliti hebat bidang biokimia. Prof. Nyomanlah yang menemukan enzim untuk makanan ternak. Yang dulu pernah saya undang ke Kementerian BUMN untuk mempresentasikannya. Gelar S2-nyi dari ITB dan S3-nyi dari IPB. Prof. Nyoman juga pernah terpilih sebagai dosen teladan nasional selama tiga tahun.

Saat mampir ke ruang kerjanyi saya pun melihat hasil-hasil penelitian berbagai macam virus di laptopnyi. Prinsipnya virus itu punya kaki-kaki untuk memijakkan diri. Pijakannya adalah sel di alat penafasan manusia.
Setelah kaki-kaki virus memperoleh pijakan yang pas, barulah sang virus mengeluarkan penyakitnya.

Kalau saja tempat berpijak kaki-kaki itu tidak tepat sang virus tidak bisa berproduksi. Ibarat orang mau berak. Kalau kakinya tidak tepat di pijakan pupnya tidak bisa keluar.

Karena itu struktur virus tersebut harus benar-benar diketahui. Kini struktur itu sudah diketahui. Tanpa pijakan yang tepat virus tidak bisa berkembang. Maka obat yang akan ditemukan adalah obat yang akan bisa menipu virus. Yakni obat yang bisa membuat pijakan yang persis diperlukan virus. Tapi sebenarnya itu pijakan palsu. Dengan demikian virus tidak bisa mengeluarkan ”pup” nya.

Dari 10 orang yang pernah diperiksa di lab Unair itu sebagian adalah pasien rumah sakit. Sebagian lagi orang yang datang untuk memeriksakan diri. Semuanya dicurigai menderita virus Corona. Hasilnya: bersih.

Salah satu dari mereka adalah seorang dokter. Sang dokter seperti terkena flu. Putrinya baru pulang dari luar negeri. Maka muncul kekhawatiran tertular virus Corona.
Sang dokter pun memeriksakan diri ke lab Unair. Ternyata negatif.
Sampai sekarang pun semua yang pernah diperiksa itu baik-baik saja.
Senyawa yang dibeli dari Jepang itu sendiri cukup untuk memeriksa 100 orang. Hasil pemeriksaannya pun bisa diketahui dengan cepat: 5 jam kemudian. Itu karena tidak perlu antre.

”Siapa pun bisa memeriksakan diri ke sini,” ujar Prof. Inge, yang sehari-harinya di Pusat Penelitian Penyakit Tropik di kampus C Unair itu. ”Tentu harus membayar. Rp 1 juta,” ujarnyi.
Dua guru besar ini juga ikut penasaran: mengapa orang Indonesia tidak terkena virus Corona. Keduanya masih terus mencari jawabnya.
Tapi beliau juga tidak terlalu heran. Waktu Arab Saudi dilanda wabah virus MERS, Indonesia juga aman. Padahal, begitu banyak jemaah haji yang ke Saudi.

”Ribuan jemaah haji yang diperiksa saat itu. Tidak satu pun yang terkena virus MERS,” ujar Prof. Inge.
Demikian juga saat Tiongkok dilanda virus SARS. Indonesia nihil.
Hanya waktu ada wabah flu burung korbannya banyak. Saat itulah Unair berjaya: menemukan obat untuk mencegah flu burung.

”Sampai sekarang pun virus flu burung itu masih ada. Kita sering melakukan pemeriksaan atas ayam di pasar-pasar. Virus flu burungnya masih ada di ayam. Tapi tidak ada lagi orang yang terkena flu burung,” ujar Prof. Nyoman. ”Kita sudah kebal. Kekebalan tubuh untuk flu burung sudah muncul,” ujarnyi.

Prof. Nyoman ini lahir di Belitung. Ayah-ibunyi asli Bali. Saat itu orang tua bertugas di BRI Tanjungpandan.
Karir sang ayah melejit di Jakarta. Semua orang BRI tahu beliau: I Wayan Patra --pencetus ide kredit usaha tani tahun 1970-an. Beliau meninggal muda karena sakit ginjal. Setelah itu istri dan anak-anak pindah ke Bali.

Prof. Nyoman pun sekolah sampai SMA di Denpasar --dan akhirnya kuliah di Unair.
Walhasil, belum ada jawaban ilmiah soal penasarannya banyak orang itu.
Hanya humoris yang langsung bisa menjawab: virus itu tidak bisa masuk Indonesia karena perizinan di sini sulit! (dahlan iskan)

Selasa, 18 Pebruari 2020
Sumber :
https://www.disway.id/r/839/semua-negatif

Jumat, 28 Februari 2020

SIAPA YANG TANGGUNGJAWAB MENGEMBALIKAN DANA JAMAAH UMROH YANG SUDAH DISETOR?


Gambar diambil dari pojoksatu.id

bherenk.com Banyak warga Kota Tangerang Selatan, Banten, yang batal melakukan perjalanan umrah pada Maret 2020, menyusul penangguhan layanan ibadah umrah dari Kerajaan Arab Saudi, sebagai salah satu langkah menangkal menyebarnya virus corona atau COVID-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan Abdul Rozak berharap, kebijakan Kerajaan Arab Saudi itu tidak berlaku lama.
"Informasi yang kami terima sejak siang hari hingga sore ini, banyak warga Tangsel yang ingin melakukan umrah di bulan Maret namun karena adanya penangguhan sementara maka ditunda hingga ada pengumuman resmi kembali. 

Kami harap proses penangguhan tak lama," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Abdul Rozak dihubungi, Kamis (27/2).

Kota Tangerang Selatan terdapat 621 jemaah yang telah mendapatkan rekomendasi Kantor Kemenag untuk melakukan perjalanan ibadah umrah, selama periode Januari - Februari tahun 2020.

Abdul Rozak menuturkan, informasi yang diterima langsung warga yang kemudian tak jadi umrah adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan bersama keluarganya.
Kemudian ada lima orang di pegawai Kemenag setempat.. "Maret banyak yang berangkat dan kini menunggu info lagi," ujarnya.

Kemenag Tangerang Selatan, lanjutnya, juga sedang berkoordinasi dengan sejumlah biro perjalan dalam memberikan informasi kepada setiap jemaah yang dibina untuk mendapatkan keterangan secara lengkap.
Sebab, penundaan ini bertujuan untuk keselamatan semua pihak. Sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Arab Saudi, diharapkan setiap agen perjalanan haji dapat mengurus kelengkapan berkas.
Kami harap semua warga bisa bersabar dan tak emosional dalam masalah penundaan umrah ini dan senantiasa selalu bertawakal kepada Allah," ujarnya.

Dewi Gustina, warga Tangerang yang akan melakukan perjalanan umrah pada tanggal 18 Maret 2020 dari travel Jasa Wisata Nusantara menuturkan, hingga kini masih berkoordinasi dengan jemaah lainnya terkait kepastian berangkat.

Dia mengaku memahami kondisi yang ada. Namun harapannya agar tak ada lagi kerugian dari jemaah seperti biaya maskapai dan hotel yang sudah dipesan.

"Pemerintah semoga bisa bantu juga proses refund ini agar jemaah tetap tenang sambil menunggu jadwal lanjutan," paparnya. (antara/jpnn)
Artikel ini pernah terbit dengan judul Bagaimana-biaya-maskapai-dan-hotel-yang-sudah-dipesan-calon-jemaah-umrah.


Artikel ini pernah dimuat diJPPN.com



Kamis, 27 Februari 2020

AHMAD RIFAI, PENGACARA KONDANG DARI JOMBANG YANG KAYA RAYA NAMUN TETAP RENDAH HATI


Ahmad Rifai

Oleh : AH. Hamdah

Nama lengkapnya Ahmad Rifai lahir di Jombang pada 14 Januari 1970, masa kecilnya terbilang cukup susah.

Ia adalah anak ke-6 dari 12 bersaudara.

Sang Ayah, Madzkur, adalah seorang pensiunan tentara yang melanjutkan kesehariannya sebagai seorang pedagang keliling.

Sang Ibu, Siti Aminah hanyalah seorang ibu rumah tangga.

Meski termasuk keluarga dengan taraf hidup rendah, Rifai kecil mempunyai cita-cita tinggi.

Pendidikan agamanya diperoleh saat sekolah MTsN di Tambakberas serta sekolah diniyah di Mambaul Maarif Denanyar Jombang.

Awalnya Rifai bercita-cita menjadi seorang dokter, atas usahanya ia lulus ujian nasional di Fakultas Kedokteran salah satu Universitas ternama di Jawa tengah. Namun himpitan ekonomi membuat Rifai muda harus mengubur dalam impiannya itu.

Tak patah arang kemudian kesarjanaannya diselesaikan di Fakultas Hukum Universitas Darul' Ulum (Undar) Jombang. Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia melanjutkan pendidikan master di tiga universitas.

Gelar master hukum ia dapatkan dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Kemudian di Universitas Indonesia (UI), Rifai meraih gelar master ilmu kriminologi.

Tak cukup sampai disitu, ia melanjutkan pendidikannya denga kuliah di Australia dan meraih gelar master Business of Law di Melburn University.

Nama Ahmad Rifai kemudian meroket sejak menjadi pengacara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2009. Ketika Polri menetapkan Chandra M.Hamzah dan Bibit Samad Riyanto, dua pimpinan KPK sebagai tersangka, 21 orang tim pengacaranya nyaris lunglai. Bibit dan Chandra sudah pasrah membela diri di pengadilan saja.

Dalam kondisi buntu itulah Achmad Rifai memprakasai terobosan hukum. Ia menggugat balik tindakan Polri, itulah yang diduga bentuk kriminalisasi terhadap KPK.

Istilah “kriminalisasi” yang dicetus Rifai inilah membius publik kala itu.

Disinilah juga muncul istilah Cicak Vs Buaya yang sempat membuat heboh.

Tak hanya kasus KPK, pengacara Achmad Rifai juga turut menangani banyak kasus para artis.

Seperti pada kasus Shinta Bachir mendapat ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan oleh eks Kapolda Metro Jaya. Kasus vokalis setia band Charly Van Houten, bahkan Achmad Rifai juga ditunjuk sebagai pengacara Gatot Brajamusti dalam kasus narkoba yang menjeratnya di Polda NTB yang menyebabkan dirinya jadi tersangka, dll.

Saat ini Ahmad Rifai ingin mendharma bhaktikan diri pada kampung halamannya. Kediamannya berada di jalur utama  jalan raya Jombang-Babat tepatnya di desa Mojokrapak Kec.Tembelang Kab. Jombang . Aktifitas sosial senantiasa memenuhi hari harinya. Seminggu sekali di rumah Ahmad Rifai selalu ada saja kegiatan sosial, mulai santunan yatim, beasiswa sekolah bagi siswa berprestasi, khitan massal, nikah massal, bagi bagi sembako pada kaum dhuafa, bagi bagi sembako pada abang becak, menghadiri majlis taklim, memberikan ribuan hewan qurban, pengajian agama, hiburan rakyat, membantu pendirian pondok, masjid dan mushola di berbagai wilayah, konon zakat malnya saat Romadhan mencapai 3 milyar yang dibagikan ke warga masyarakat di Jombang dan sekitarnya.


Meskipun banyak orang bilang Rifai sekarang sudah sukses dan banyak harta namun penampilannya tetap saja bersahaja serta rendah hati. Sukses menjadi pengacara terkenal dan papan atas di Ibukota tidak lantas  membuat Rifai besar kepala dan sombong.


Ahmad Rifai
Ahmad Rifai meresmikan Pondok Tahfidzul Quran Cinta Rosulullah di Tampingmojo Tembelang Jombang
Mendirikan Pondok Tahfidzul Quran menjadi harapannya. Kemudian berdirilah Pondok Tachfidzul Quran Cinta Rosulullah di wilayah Tampingmojo Tembelang Jombang yang telah diresmikan pada tahun 2019, Rifai berharap pondok ini mampu mencetak generasi  generasi qurani yang akan menyinari dan bermanfaat di tengah masyarakat.




Disarikan dari berbagai sumber

KEGIGIHAN GUSDUR KECIL



Pada 13 Januari 2018 penulis berkesempatan berdialog langsung dengan KH. Mustafa di Pesantren Ayatirrahman Desa Parung, guna memenuhi syarat akademik. Setiba di padepokan (pesantren) narasumber, saya merasakan ketenangan seperti di kampung halaman saya.

Para santri berjuang untuk menghafal Alquran dan sebagian ada yang muraja’ah. Beliau ini seorang kiai dan hafal Alquran, kemudian saya dipersilakan santri untuk masuk ke dalem (rumah) dan disuguhi berbagai jamuan. Sebelum wawancara dimulai sebagaimana tradisi NU saya disuruh oleh narasumber (kiai) untuk makan terlebih dahulu, biar pembicaraan menjadi cair.

Sambil minum teh dan nyemil dialog pun dimulai, jadi wawancara berjalan dengan santai tapi sesuai target. Salah satu pembicaraan kami yaitu membahas tentang kepribadian Gus Dur. Beliau menceritakan bahwa Gus Dur telah terbiasa hidup susah sedari kecil, sehingga jiwa kemanusiaannya terpanggil dari sini.

Menurut beliau, ketika KH. A. Wahid Hasyim  meninggal dunia, Gus Dur (pada saat usia SD) membantu ibunya mencari nafkah untuk adik-adiknya. Ketika ayahnya meninggal ibunya sedang hamil empat bulan dan lima adik yang lainnya. Sehingga ini menjadi perhatian Gus Dur yang serius. Beban ekonomi keluarga berpindah ke tangannya. Gus Dur membantu ibunya untuk menjual beras dan menawarkannya kepada ibu-ibu.
Ketika itu Gus Dur membelinya di luar kota untuk sebagai tengkulak untuk kemudian dijualnya kembali. Lokasi tempat membeli beras jauh dari kontrakan Gus Dur, sehingga untuk menghilangkan lelah sesekali Gus Dur singgah di masjid. Selain beban ekonomi, Gus Dur juga harus sekolah, sampai beliau SD beliau pernah tidak naik kelas satu kali, karena jarang masuk kelas.

Gus Dur beserta ibu dan adik-adiknya mengontrak rumah selama 15 tahun dengan 7 kali pindah kontrakan. Secara emosinal kondisi seperti ini membuat Gus Dur terpanggil rasa kemanusiaannya. Tidak selesai sampai di sini, sesuai dengan tradisi NU yaitu nyantri di pesantren. Ibunya (Hj. Solichah) merasa terpanggil untuk memasukkan Gus Dur ke pendidikan pesantren.

GUS DUR DIMASUKKAN IBUNYA KE PENDIDIKAN PESANTREN MBAH KHUDLORI, BELIAU SANGAT ANTUSIAS MENERIMA CUCU DARI GURUNYA (KH. M. HASYIM ASY’ARI). KETIKA MASUK PESANTREN, “PENDERITAAN” TIDAK BERAKHIR. DIMULAILAH BABAK SELANJUTNYA, GUS DUR DITEMPATKAN OLEH KH. KHUDLORI DI SAMPING KAMARNYA, BELIAU MERASA BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MENDIDIK GUS DUR DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH.

Setiap harinya oleh Mbah Khudlori Gus Dur hanya dikasih waktu untuk tidur 4 jam dalam rentang waktu satu hari satu malam. Gus Dur selalu di suruh “dawuhi” oleh Mbah Khudlori. Hilir tamu berdatangan ke kediaman Mbah Khudlori setiap hari, Gus Dur diposisikan (diajarkan) untuk mental ngelayani.
Jadi Gus Dur tidak “ongkang-angkang kaki” mentang-mentang beliau cucu pendiri NU. Gus Dur disuruh oleh Mbah Khudlori untuk membantu “ngelayani” para tamu beliau setiap hari. 

Tidak sampai di situ, Gus Dur juga diminta beliau untuk ikut membersihkan rumahnya, sehingga mental untk ngelayani dan ngemong betul-betul ditanamkan.
Selain hal di atas, ketika Mbah Khudlori bepergian hampir selalu mengajak Gus Dur untuk menemaninya sebagai asisten pribadi. Hal tersebut dilakukan oleh Mbah Khudlori untuk memperkuat mental Gus Dur. Dalam hal pendidikan Mbah Khudori juga tidak membiarkan begitu saja, Gus Dur di-“jejali” berbagai macam kiab kuning untuk dipelajari. Sejak kecil memang Gus Dur gemar sekali membaca buku, dari buku yang ringan sampai yang besar.
Pada saat usia SD Gus Dur telah membaca buku karya Karl Mark, yang juga berpengaruh terhadap pemikirannya di masa mendatang. 

Mental yang kuat dan terbiasa untuk melayani ini juga menjadi berengaruh terhadap kepribadian Gus Dur. Beliau menaruh empati yang tinggi terhadap siapa pun yang membutuhkan. Mental tersebut juga telah diwarisi dari keluarganya, mental untuk memberi dan berbagi.

Setelah menikah pun, Gus Dur juga pada posisi yang tidak nyaman. Beliau tinggal di kontrakan 5 tahun dan pindah 7 kali. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah, dengan membawa anaknya yang masih kecil. Shinta Nuriyah, istrinya, juga ikut membantu dalam perekonomian keluarga. Dalam kondisi seperti ini juga Gus Dur selalu membantu mereka yang membutuhkan. Keadaan seperti diatas membuat Gus Dur tuff dan mempunayi jiwa sosial yang tinggi.

KH MUSTAFA MERASA SANGAT BERUNTUNG TELAH BERSAMA DENGAN GUS DUR SELAMA INI, BELIAU MERASA SOSOK GUS DUR MASIH ADA SETIAP HARINYA DI TENGAH-TENGAH MEREKA MESKIPUN GUS DUR TELAH WAFAT. BELIAU MENUTURKAN, GUS DUR ADALAH BAPAK YANG TAULADAN DAN SANGAT NGEMONG KEPADA ANAK-ANAKNYA.

Menurut beliau, Gus Dur mempunyai banyak kepribadian. Pertama, kuat mental tapi tidak merasa benar sendiri. Kedua, berjiwa besar. Ketiga, bersahaja. Gus Dur dengan siapa pun bersikap ramah dan dapat mencairkan suasana hening dengan guyonan-guyonannya. Keempat, dermawan. Suatu ketika beliau dapat honor dari menulis yang dikirim oleh pos, saat itu pula ada orang minta bantuan. 

Kemudian Gus Dur memberikan honor yang barusan ia terima tanpa membukanya terlenih dahulu amplponya. Kelima, sederhana. Gus Dur selalu berpakain sederhana meskipun ketika itu beliau telah menjadi ketua PBNU dan Presiden.

Keenam, cendekia, beliau sangat luas pengetahuannya. Ketujuh, tidak pandang bulu. Ketika Gus Dur telah menjadi “orang besar” setiap hari didatangi tamu-tamu dari berbagai kalangan. Pada suatu ketika ada salah seorang tamu yang mengaku dekat dengan Gus Dur, tanpa membuat janji ketemu terlebih dahulu, orang itu langsung “nyelonong” bertemu Gus dur. Apa yang dilakukan Gus Dur? Gus Dur menyuruh orang tersebut untuk antre sesuai urutan.

Dari cerita cerita di atas
dapat disimpulkan orang bisa menjadi besar tentunya melalui proses yang sangat panjang dan berlika-liku, karena dengan demikian dapat membuat kuat mental ketika di terjang badai yang besar.


#Pernah dimuat penasantri.id

Minggu, 23 Februari 2020

BANSER BANTU EVAKUASI WARGA YANG SAKIT DI DAERAH TERPENCIL JOMBANG

Anggota Banser Plandaan ikut membantu bersama warga menandu Warijin

www.bherenk.com Jombang. 23 Pebruari 2020. Warijin (57 th) pagi itu sakit lambungnya kambuh, dia harus segera mendapat pertolongan medis. Tempat tinggalnya yang jauh dari kota menyulitkannya untuk berobat ke rumah sakit. Akses jalan desa yang terjal dan licin membuat Warijin mengerang kesakitan hingga pingsan beberapa kali saat di evakuasi menuju rumah sakit meskipun mobil yang ia tumpangi tergolong mewah.


Pihak keluarga akhirnya memutuskan Warijin ditandu saja agar mengurangi rasa sakitnya. Suami dari Ibu Saisih (KPM PKH) ini adalah warga dusun Rapahombo desa Klitih kec. Plandaan kab. Jombang. Berkat bantuan dari warga sekitar serta beberapa anggota  Banser NU dari kec. Plandaan kab. Jombang membuat Warijin berhasil dibawa ke perbatasan desa. Butuh empat jam mas tadi itu perjalanan kakinya, sekitar pukul 12.30 WIB baru sampai di dusun Brangkal desa Jipurapah kec. Plandaan kata Dahril Kamal pendamping PKH wilayah Kecamatan Plandaan dan Ploso yang juga turut mengevakuasi Warijin.


Dari desa Brangkal ini kemudian perjalanan dilanjutkan dengan  menggunakan mobil menuju Rumah Sakit yang ada di Jombang.  Pukul 14.30 sampai di rumah sakit. Setelah menjalani dan mendapat penanganan medis akhirnya Waridi bisa menjalani rawat jalan dan dperbolehkan pulang, ujar Dahril mengakhiri.

Sabtu, 22 Februari 2020

GUS FIQI TERPILIH SECARA AKLAMASI NAHKODAI PAC GP ANSOR JOMBANG 2020-2022

Foto bersama sesaat setelah selesai pelaksanaan Konferensi Anak Cabang GP Ansor Jombang, panitia, ranting, PAC Kecamatan Jombang, PC Jombang dan PW Ansor Jatim.


 www.bherenk.com. Jombang. Konferancab GP Ansor Kecamatan Jombang Kab.  Jombang sudah terlakasana dengan baik dan lancar, alhamdulillah kami sangat bahagia malam ini semua peserta konferensi mulai ranting, pengurus PAC dan tamu undangan serta sahabat sahabat dari PAC se Jombang, PC GP Ansor Jombang dan PW GP Ansor Jatim berkenan hadir mengikuti kegiatan ini hingga selesainya acara pada pukul 01.30 tidak beranjak dari tempatnya ungkap ketua PAC GP Ansor Jombang H. Muhammad Imdad saat ditemui di Gedung Aula Islamic Center MAN Tambakberas Jombang tempat diselenggarakannya kegiatan konferensi.

Gus Imdad, pangggilan akrab ketua PAC Jombang ini menjelaskan,  meskipun sempat tertunda berkali kali, akhirnya Konferensi Pimpinan Anak Cabang GP Ansor kecamatan Jombang Kab. Jombang bisa terlaksana hari ini tanggal 22 Pebruari 2020. Kehadiran Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur dalam Konferensi ini murni hasil musyawarah mufakat ranting dan panitia yang menyikapi molornya kegiatan ini berkali kali, alhamdulillah malam ini semuanya clear bisa menghasilkan konferensi yang akuntable secara aturan organisasi, urai pemilik Showroom Mada Auto Car Jombang ini dengan wajah berbinar.

Terpilihnya secara aklamasi  H.Taufiqi  Fakkaruddin atau yang biasa dipanggil gus Fiqi masa khidmat 2020-2022 ini sebagai salah satu indikator bahwa tugas kami dalam pengkaderan di organisasi ini berjalan dengan baik terbukti dengan banyaknya kandidat yang ingin maju, kami ingin memberikan contoh bahwa cukuplah satu periode dalam menjabat sebagai ketua meskipun secara orgnisasi diperbolehkan namun perlu diingat bahwa ansor adalah organisasi kader yang harus mencetak kader sebanyak banyaknya serta memberi kesempatan yang sama pada  kader untuk berkhidmat di organisasi ansor dan pada momen konferensi inilah pembuktiannya, tegas dai muda Kabupaten Jombang ini.




Setelah diundur tiga kali Konferancab PAC Ansor Jombang dipastikan akan digelar dengan dihadiri PW GP Ansor Jatim.


Gus Imdad (ketua PAC GP Ansor Jombang) 


www.bherenk.com Jombang. Sempat tertunda beberapa kali akhirnya seluruh ranting dan panitia Konferancab PAC Ansor Jombang sepakat konferensi akan digelar tanggal Sabtu 22 Pebruari 2020.
Terkatung  katungnya pelaksanaan konfrensi membuat ketua PAC Ansor Jombang sedikit gerah, saya kira kemarin itu ya sudah dilaksanakan, karena agenda awal kan tanggal 02 Pebruari 2020 namun kata panitianya diundur karena ada kekurangan administratif, saya gak bisa memantau saat itu karena sedang agenda diluar kota kata H.Moh. Imdad ketua PAC Ansor Jombang.


Saya baru bisa kembali ke Jombang kemarin tanggal 16 Pebruari 2020 malam harinya kita kumpulkan semua ranting dan panitia, sahabat saahabat memberikan laporan bahwa konferensi belum bisa dilaksanakan karena terkendala sesuatu yang tidak jelas, panitia tidak bisa memberikan alasan kenapa diundur lagi, karena PC Ansor juga tidak mendampingi secara optimal kata peserta rapat, tegas gus Imdad panggilan akrab ketua PAC Ansor Jombang ini.

Melihat kondisi seperti ini, saya khawatir sahabat2 down dan tidak mau lagi mengurus konferensi maka PAC akan rugi dan kena getahnya dianggap tidak mampu menjalankan amanah organisasi, maka saya menawarkan kepada ranting dan panitia kesepatakan kapan dilaksankannya dan harus bisa terlaksna, ini deadline, kalau PC Ansor Jombang tidak kooperatif maka kami akan konsultasi ke PW Ansor Jatim, tegas gus Imdad.



Rabu, 12 Februari 2020

SEBAGAI NAHDLIYYIN HARUS PAHAM SITUS RADIKAL YANG PERLU DIWASPADAI

Tim Cyber NU dan LTN PBNU Kumpulkan Situs Islam Radikal dan Hoax, Ini Daftarnya


www.bherenk.com— Saat  ini di Indonesia banyak dijumpai situs atau website islam radikal  yang diperkirakan jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Banyak diantaranya yang sudah diblokir oleh Menkominfo karena dianggap melakukan provokasi, misalnya situs posmetro.co dan habibrizieq.com. Namun, situs seperti suara-islam.com, jurnalmuslim.com, dan nahimunkar.com, baru-baru ini kembali dibuka. Ada yang menduga, Menkominfo kini telah disusupi oleh para pemilik jaringan situs-situs islam radikal seperti itu. Padahal, masih banyak situs islam lain yang bisa dikampanyekan untuk menangkal radikalisme agama dan sentimen berbau SARA di tengah masyarakat.

Tim Cyber NU bekerjasama dengan LTNNU PBNU berhasil mengumpulkan situs-situs islam radikal yang biasa membuat postingan barbau SARA, anti Cina, Anti NKRI dan anti pemerintah. Berikut ini daftar situs-situs tersebut:

LEVEL I

Arrahmah Media http://arrahmah.com

Voa Islam http://voa-islam.com

Al Mustaqbal Media http://al-mustaqbal.net (ISIS)

Daulah Islamiyah http://daulahislamiyah.com (ISIS)

Nahi Munkar http://nahimunkar.com

Salam Online http://salam-online.com

Shautus Salam http://shoutussalam.com (ISIS)

Muqawamah Media http://muqawamah.com

Kajian Mujahid http://www.kafilahmujahid.com

WA Islama http://www.waislama.net (ISIS)

Jihad News http://jihad-news.com

Syam Organizer http://www.syamorganizer.com/

Ashhabul Kahfi http://www.ashhabulkahfi.com/ (ISIS)

LEVEL II

Hidayatullah Online http://hidayatullah.com

Under Ground Tauhid http://undergroundtauhid.com (afiliasi Hidayatullah)

Suara Islam http://suara-islam.com

Suara Media http://suaramedia.com

Media Islam Net http://mediaislamnet.com

Gema Islam http://gemaislam.com

Kompas Islam http://kompasislam.com

LASDIPO http://www.lasdipo.com (ISIS)

Jurnal Islam http://www.jurnalislam.com

Kabar Suriah versi Wahhabi http://www.kabarsuriah.com

Sunnah Care http://www.sunnahcare.com

Daulah Islam http://daulahislam.com

LEVEL III

Solusi Islam http://www.solusiislam.com

Kiblat Net http://kiblat.net

Dakwah Islam http://dakwah-islam.org

Thariquna http://www.thoriquna.com

Millah Ibrahim News http://millahibrahim-news.com

Anti Liberal News http://antiliberalnews.com

Era Muslim http://eramuslim.com

AQL Center http://aqlislamiccenter.com

Wahdah Islamiyah http://wahdahmakassar.org

Liputan Kita http://www.liputan-kita.com

Syamina http://www.syamina.com/



LEVEL IV

Dunia Terkini http://www.duniaterkini.com/

Panji Mas http://panjimas.com/

HTI DAN WEB YANG BERAFILIASI

Tribun Islam http://www.tribunislam.com/

Angkringan Dakwah http://angkringandakwah.com

Hizbut Tahrir Indonesia http://hizbut-tahrir.or.id

Visi Muslim http://visimuslim.com

Detik Islam http://detikislam.com

Syabab Indonesia http://syababindonesia.com

Banua Syariah http://banuasyariah.com

Al Khilafah http://al-khilafah.org

Global Muslim http://globalmuslim.web.id

Media Umat HTI http://mediaumat.com

Bring Islam Syabab HTI http://bringislam.web.id

Felix Y Siauw / Felix Yanwar http://felixsiauw.com

Dakwah Media http://dakwahmedia.com

Syabab http://syabab.com

Berita Islam BIZ http://beritaislam.biz

Syariah Publications http://syariahpublications.com

Liputan 6 Islam http://liputan6islam.blogspot.com ganti menjadi

Liputan 6 Islam http://www.liputan6islam.com

Muslim Media News http://muslim-medianews.blogspot.com (cloning)

Cangkrukan Politik HTI http://www.cangkrukanpolitik.com

Dakwah UII http://www.dakwahuii.com

Save Islam http://save-islam.com

Heni Putra http://heniputra.biz

Irfan Abu Naveed http://irfanabunaveed.com

Fahmi Amhar http://www.fahmiamhar.com

Muslimah Syahidah http://www.syahidah.web.id

Bisyarah http://bisyarah.com

Dakwah Tangerang http://dakwahtangerang.com/

Samudera News http://www.samudra-news.com/

Suara Khilafah http://www.suarakhilafah.com

PKS DAN WEB YANG BERAFILIASI

PKS Piyungan http://portalpiyungan.co`

Dakwatuna  http://dakwatuna.com

Islam Pos http://islampos.com

Intelijen http://http://www.intelijen.co.id

Tarqiyah Online  http://tarqiyahonline.com

Suara News http://suaranews.com

Bersama Dakwah  http://bersamadakwah.com

Fimadani http://fimadani.com

Islamedia http://islamedia.web.id pindah ke

Islamedia http://islamedia.co

PKPU http://pkpu.or.id

Nabawia http://nabawia.com

Al Intima http://www.al-intima.com

Intrik News http://www.intriknews.com

Islamia News http://islamianews.com

Izza Media http://www.izzamedia.com

Media Islamia http://www.mediaislamia.com

Al Ikhwan http://www.al-ikhwan.net

PKS Nongsa http://www.pksnongsa.org

PKS Karimun http://www.pkskarimun.org

PKS Sumatera Utarahttp://www.pkssumut.or.id

Kabar PKS http://www.kabarpks.com

PKS Bekasi http://pks-kotabekasi.org

PKS Bandung http://www.pksbandungkota.com

PKS Balikpapan http://pksbalikpapan.org

Akhina http://www.akhina.com

Sinai Mesir http://www.sinaimesir.net (&)

Indonesia Al Youm http://www.indonesiaalyoum.com

Islamic Geo http://www.islamicgeo.com

Syuhada R4biah http://syuhadar4biah.com

WAHABI TULEN

Konsultan Syariah http://konsultasisyariah.com

Rumaysho / Muhammad Abduh Tausikal http://rumaysho.com

Rodja Radio http://radiorodja.com

Asy-Syari’ah http://asysyariah.com

Kajian http://kajian.net

Muslim Daily http://muslimdaily.net

Muslimah http://muslimah.or.id

Penguasaha Musim http://pengusahamuslim.com

An-Najah http://an-najah.net

Al Manhaj http://almanhaj.or.id

Pustaka Al Kautsar http://kautsar.co.id

Koepas http://koepas.org

HASMI http://www.hasmi.org

Muslim http://muslim.or.id

Salafy http://www.salafy.or.id

Salafy Balikpapan ttp://www.salafybpp.com

Salafy Cileungsi http://salafycileungsi.info

Salafy Cirebon http://salafycirebon.com

Salafy In http://salafy.in

Salafy Semarang http://salafysemarang.com

Salafy Makassar http://salafymakassar.net

Salafy Bulukumba http://salafybulukumba.com

Ahlussunnah Sukabumi http://ahlussunnahsukabumi.com

Ahlussunnah Webid http://www.ahlussunnah.web.id

Ahlussunnah Slipi http://ahlussunnahslipi.com

Ahlussunnah Kendari http://ahlussunnahkendari.com

Ma’had An Nur http://mahad-annur.com

Ma’had Al Faruq http://www.mahad-alfaruq.com

Ma’had Darus Salaf http://www.darussalaf.or.id

Ma’had As-Salafy http://mahad-assalafy.com

Korps Muballigh Salafy http://www.korpsmuballighsalafy.com

Forum Salafy http://forumsalafy.net

Adhwaus Salaf http://adhwaus-salaf.or.id

Al Manshuroh Cilacap http://almanshurohcilacap.com

Bismillah US http://bismillah.us

Kajian Wahhabi Banjar http://kajianbanjar.info

Ash-Showowaky (Papua) http://ash-shorowaky.net

Ibnu Taimiyah http://www.ibnutaimiyah.org

Bin Abbas http://binabbas.org/buletin

Al Mamujuwy http://al-mamujuwy.com

Al Muwahhidin http://www.almuwahhidiin.com

Daarul Hadits Sumbar http://www.daarulhaditssumbar.or.id

Pondok Jamil http://pondokjamil.com

Al Makassari http://almakassari.com

Al Bayyinah http://www.albayyinah.or.id

Tuk Pencari Al Haq http://tukpencarialhaq.com

Sunnah http://sunnah.or.id

LPPI Makassar http://www.lppimakassar.com

Pustaka Imam Syafi’i ala Wahhabi http://pustakaimamsyafii.com

Markaz Dakwah http://markazdakwah.com

Muslimafiyah http://muslimafiyah.com

Al Islamu http://alislamu.com

Syi’ar Tauhid http://syiartauhid.info

Yufid TV http://yufid.tv

Risalah Islam http://www.risalahislam.com

Oke Berdakwah http://www.okeberdakwah.org

Artikel Muslim http://www.artikelmuslim.com

Syi’ar Islam Aswaja http://www.syiarislamaswaja.com (Aswaja Palsu)

Info Kajian Sunnah http://infokajiansunnah.com

Al Ummah http://alummah.or.id

Tashfiyah http://tashfiyah.net

Ibnul Qayyim http://www.ibnulqoyyim.com

An-Nashihah http:://an-nashihah.com

Al Manshurah Purbalingga http://almanshuroh.net

Study Islam http://www.study-islam.web.id

Darul Ilmi http://www.darul-ilmi.com

Belajar Islam http://www.belajarislam.com

Gema Madinah http://gemamadinah.com

As-Sunnah Qatar http://assunnah-qatar.com

Kajian UNS http://www.kajian-uns.com

An-Nas Radio http://annashradio.com

Rindu Sunnah http://rindusunnah.com

Kajian Salaf http://kajiansalaf.com

Media Salafy http://mediasalaf.com

Fosma http://fosma.org

KaSurau http://www.kasurau.com

Salam Dakwah http://salamdakwah.com

Gen Syi’ah buatan Wahhabi http://www.gensyiah.com

Radio Muslim http://radiomuslim.com

Insan TV http://www.insantv.com

Firanda Al Wahhabi http://firanda.com

Aris Munandar Al Wahhabi http://ustadzaris.com

Abu Mushlih http://abumushlih.com

Novi Effendi http://www.novieffendi.com

Dzikra / Ali Musri Semjan http://dzikra.com

Manisnya Iman / Abdullah Taslim http://manisnyaiman.com

Tunas Ilmu / Abdullah Zen http://tunasilmu.com

Dzulqarnait NET http://dzulqarnain.net

Abu Fawwaz / Muhammad Washito Asy-Syirboony http://abufawaz.wordpress.com

Cinta Sunnai / Abu Yahya Badrussalam http://cintasunnah.com

Dakwah Sunnah / Ahmad Zainuddin http://www.dakwahsunnah.com

Kholid Syamhudi http://ustadzkholid.com

Kajian Islam ala Wahhabi / Abdullah Shaleh Hadrami http://kajianislam.net

Addariny’s — Centre / Musyaffa Ad Darini http://addariny.wordpress.com

Telaga Hati Online / Abu Zubair http://abuzubair.net

Kajian Said / Sa’id Yai Ardiyansyah http://kajiansaid.wordpress.com

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi  http://abiubaidah.com

Muslim Al Atsari  http://ustadzmuslim.com

Dony Arif Wibowo / Abul Jauzaa http://abul-jauzaa.blogspot.com

Dakwah Tauhid / Abu Mushlih Ari Wahyudi, SSi. http://abumushlih.com

Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST http://ikhwanmuslim.com

Abu Salma Al Atsari http://abusalma.wordpress.com

Abu Salma Al Atsari http://abusalma.net (versi baru)

Kang Aswad / Yulian Purnama (http://kangaswad.wordpress.com

Didik Suyadi / Abu Karimah http://abukarimah.wordpress.com

Abu Khaleed Resa Gunarsa http://sabilulilmi.wordpress.com

Majelis Ilmu http://www.majelisilmu.comp

Dakwah Satu http://dakwahsatu.com

Tanya Syi’ah http://www.tanyasyiah.com



Jumlah situs-situs yang disebutkan di atas sebanyak 208. Situs-situs ini banyak dibaca oleh jutaan netizen dan tak jarang menyerang kiai, ulama, NU dan simbol negara serta falsafah negara Indonesia karena memang anti nasionalisme serta suka membuat postingan rusuh. (ra/dutaislam.com)

 Sumber :
dutaislam.com
kominfo.go.id
Dll

Minggu, 09 Februari 2020

KONFERANCAB ANSOR JOMBANG DIUNDUR LAGI

Suhaib (berjas hijau), sekretaris PAC Ansor Jombang 



Bherenk.com. Perhelatan konferensi anak cabang Ansor kecamatan Jombang agaknya masih lama akan bisa dilaksanakan setelah dua kali diundur.


Konferancab Ansor Jombang awalnya akan dilakanakan pada 02 Pebruari 2020 namun gagal dengan alasan panitia belum siap secara administratif. Kemudian diundur tanggal 08 Pebruari 2020. Pada tanggal yang dinanti juga akhirnya tidak bisa digelar pihak Pengurus Cabang Ansor Jombang yang meminta untuk mengundur jadwal konferensi dikarenakan banyak ranting yang belum punya SK alias SK nya banyak yang mati, diundur sampai kapan? sampai semua ranting SK nya hidup tandas panitia menirukan pengurus cabang.

Suhaib selaku sekretaris Ansor PAC Jombang ketika dihubungi memang mengakui bahwa banyak SK ranting yang sudah expired alias mati. Dari 21 ranting hanya 9 yang hidup. Namun kondisi seperti ini banyak terjadi pada PAC lainnya dan konferensi tetap jalan namun kenapa di PAC Jombang kok kelihatan diperlakukan berbeda? Ada apa ya tanya pemuda nyentrik berambut panjang ini. Tapi ia tidak mau berspekulasi dengan kondisi ini ia akan berkordinasi dengan Pengurus Cabang Jombang  dan Pengurus Wilayah Ansor Jatim agar kemelut ini segera teratasi. Saya tidak ingin membebani panitia, masak urusan kayak ini saja tidak bisa segera teratasi.


Secara terpisah Farid Alfarisi yang ditemui di kediamannya juga berharap Konferensi PAC Ansor  Kecamatan Jombang segera bisa dilaksanakan karena ini amanat organisasi, apalagi saya dengar banyak kader yang siap berkompetisi untuk berkhidmat di ansor, oleh karenanya sebagai kader Ansor saya berharap konferensi segera dilakukan agar semangat sahabat-sahabat pengurus PAC tidak kendor, Ujar lelaki yang akrab disapa gus Farid ini.

Jumat, 24 Januari 2020

Banyak Santri belajar ke Timur Tengah untuk mempelajari manuskrip ulama Indonesia, Ironis...!


CURHAT GUS BAHA’: KEMBALILAH KE TRADISI ULAMA, INDONESIA ITU SEKARANG JADI KIBLAT

Sebuah muhasabah

Ini rekaman curhat Gus Baha’ ketika diminta untuk mengisi mauidhah hasanah walimatul ursy di Magetan. Ini rekaman penting, karena jadwal, tujuan dakwah Gus Baha' dan pesan-pesan beliau terekam jelas.


***

Tidak, saya tidak terbiasa keluar. Semua ngaji saya itu mengaji istiqamah, membaca kitab. Jarang keluar, apalagi acara sejenis itu, tidak pernah. Semua rekaman saya itu dari saya mengaji di sini dan di Yogya. Saya ngaji umum itu bisa dihitung, baru enam atau tujuh kali, bersedia diundang karena yang mengundang ada hubungan posisi lebih tua, seperti di Pasuruan Kyai Hamid. Saya tidak pernah menerima undangan.
Tidak, saya tidak terbiasa keluar di acara seperti itu. Semua ngaji saya itu ngaji rutin, bukan ngaji apalagi walimatul ursy. Tidak, tidak pernah.
Saya jarang keluar, kecuali ada kelas. Itu masih mungkin.

Di Lirboyo saya punya jadwal setahun sekali. Di Pak Quraish Shihab setahun sekali, tapi juga di kelas, bukan acara sejenis itu. Di Sidogiri, saya malah tiap bulan hingga saat ini. (karena) istri saya dari Sidogiri. Tiap bulan, saya membaca kitab di sana. Kalau pengajian umum saya tidak pernah. Lalu, ada beberapa pengajian yang di luar, tapi itu juga jarang. Itu di Ikatan alumni Al-Anwar Sarang, kadang di Jepara, kadang di Demak, tapi faktornya (karena itu) acara Sarang.
Di sini orang alim yang bersedia mengaji umum antara lain Gus Rojih (Ubab Maimoen), Gus Qoyyum, Gus Wafi'. Saya tidak (bersedia), tapi untuk pengajian mengkhatamkan kitab ya lebih banyak saya, (justru) karena tidak pernah keluar itu. Saya pernah mengkhatamkan Al-Hikam, banyaklah. Anak-anak itu mendengar rekaman saya kan rekaman ngaji (kitab), bukan pengajian umum.

KEMBALILAH KE ADAT ULAMA PENDAHULU: INGIN NGAJI DATANGLAH KE KYAI

Gus Zaid sebenarnya maunya mengundang saya, tapi saya agak keberatan (?), ribet. Saya itu termasuk, apa ya, agak dengan tanda petik itu memang agak menentang adat "mencintai orang alim" yang selalu ribet, tidak lebih praktis.
Sebenarnya kan seperti Mbah Moen mengajar, saya juga mengajar, Gus Mus juga. Tapi caranya itu. Yang ribet itu mereka harus mengundang, bertemu. Saya termasuk orang yang nggak ridla. Apa itu, tidak mood. Akhirnya saya juga ngotot, ngotot hanya mengaji di sini. Cuma ya untuk silaturahim, mungkin beberapa saya silaturahim. Tapi ya waktunya terserah saya.🙂

Jadi ...
Juga banyak gus-gus dari Lirboyo, Ploso, karena tahu saya susah diundang, biasanya membawa rombongan ke sini untuk mengaji, kadang minta sanad. Tapi karena mereka kadang-kadang ke sini akhirnya ya saya silaturahim ke sana (ke tempatnya). Biasanya itu pun tidak mengaji umum.🙂
Umum di sini Rabu, tapi ngaji berurutan. Dengan Minggu, tapi tidak ada jam, karena satunya di madrasah. Kamis di Sarang.

Desember (2019) ini juga ada pengurus PBNU (bagian lembaga dakwah) yang mengaji di sini. Terus saya pesan ke mereka: Adat-adat leluhur itu jangan dihilangkan. Kalau ingin mengaji ya ke kyai. Jangan karena dia merasa PBNU, terus mengatur ngaji kyai. 😊 Tapi ya nurut lho mereka.🙂

Akhirnya di Indonesia ini orang kaya bisa mengundang kyai. Orang miskin tidak bisa. Kalau mengundang pasti habis dana banyak. Makanya saya bilang, kalau mau ngaji datang saja. Di sini ngaji Rabu banyak sekali: keluarga Lirboyo, kadang keluarga Syaikhona Kholil, banyak. Ya itu tadi: barokahnya adalah mereka mulai efisien.

Lha ceramah umum itu kan ribet: menata panggung, panitia debatlah, wah ribet. Saya juga tidak anti, tapi itu harus diminimalkan, menurut saya harus dikurangi sebanyak-banyaknya.

Saya kemarin diundang di Tebuireng, diajak masuk ke kamar pribadinya Mbah Hasyim. Di situ ada kitab-kitab yang sudah beliau selesaikan, ada yang belum beliau selesaikan.Ada yang ditulis ketika masih muda, setengah tua, sampai fi nihayati amri sampai ketika beliau klimaks.
(Gus-gus keturunan Mbah Hasyim) itu minta,"Gus ini disortir kapan Mbah Hasyim punya pendapat ini. Ini pendapat yang sudah beliau cabut, atau beliau sudah tamkin fokus yakin dengan itu."

Satu kamar itu cucunya Mbah Hasyim semua, termasuk Gus Sholah. Jadi akhirnya alhamdulillah naskah2 Mbah Hasyim itu terbuka (terungkap, perlu dilestarikan dan dikaji oleh ulama). Saya bilang, ini baru benar.
Kalau seperti saya diundang ngaji umum, Mbah Moen ngaji umum, Gus Mus pengajian umum? Ya nggak apa-apa dituruti, tapi setahun sekali atau dua tahun sekali. Jadi akhirnya naskah2 Mbah Hasyim itu bermanfaat. Itu barokahnya Gus Ishom. Semua acara2 di pondok besar itu kadang nuwunsewu hanya sekedar basa-basi.

PENTINGNYA HITUNGAN KRONOLOGIS DALAM DISIPLIN ULAMA

Naskah Mbah Hasyim itu kalaupun selesai harus ditanggali, kalau tidak ditanggali bahaya buat ilmu karena takutnya dikarang ketika beliau muda. Kan kemarin pernah ada kejadian agak error ya. Jadi kubu sebelah itu anti-malam 7 hari, 40 hari berdasar kitabnya Mbah Hasyim. Itu kan ibarat orang fanatik PPP jadi anti PKB karena berdasarkan era duluan PPP atau sebaliknya.

Dalam disiplin ulama, tanggal itu kan penting. Itu keluarga Tebuireng baru terhenyak karena ada debat kritikan 7 harian - 40 hari berdasar kitab Mbah Hasyim. Itu pasti akibat penanggalan, mungkin dikarang ketika muda, atau maksud beliau tidak seperti itu. Atau kondisi tertentu, misalnya seperti kondisi di era Jawa Timur yang abangan, 7 harian itu ritualnya benar-benar abangan, bukan 7 harian yang gambaran sekarang ini. Kan bisa saja seperti itu. Ada waqiatu ainin, satu kejadian khusus yang membuat Mbah Hasyim trauma dengan kejadian itu (misalnya di kampung Jawa Timur atau Jawa Tengah, atau mana saja)
Tapi karena alat kitab (?) (penanggalan) itu tidak lengkap, dikira Mbah Hasyim itu berpendapat demikian. Dan memang ta’birnya gitu, nanti kejadiannya biasanya seperti itu: waqiatu ainin. Itu saya bilang ke Gus Fahmi, adiknya ....

Ini khaulnya Gus Dur saya diminta, tapi saya bilang, “Saya mau datang, tapi syaratnya disediakan tim ilmiah dulu sebelum acara.” Mereka sanggup.
Karena itu tadi, sayang sekali (kalau naskah tidak lestari). Yang pertama ngotot naskahnya Syaikhona Kholil diterbitkan, itu cucu-cucunya sering ke sini, sampai semalaman. Kemarin diterbit di PWNU Jawa Timur... dan Gus ... itu ulama jadi .... Saya itu ikut mendorong cucu-cucunya untuk melestarikan.
Artinya apa? Karena tadi itu: berpuluh-puluh tahun sibuk (acara ribet), sampai naskah mbahnya sampai terabaikan. Musibah! 🤦‍♂️ Jadi seremonialnya benar-benar ... apa ya (melalaikan). Ya akhirnya kalau NU diginiin terus itu kalah.

Saya bilang ke Gus Mus, matur tentang itu, mungkin beliau setuju juga. Alhamdulillah gus-gus itu mulai mencari naskah mbah-mbahnya. Dan ternyata banyak sekali. Pondok2 yang nggak terkenal, ternyata mbah2nya punya naskah. Misalnya kemarin saya  baru mendapat kiriman file pdf karangan Habib Salim, Mbahnya Habib Jindan. Kemarin ketemu Habib Jindan di Lasem, “Ini Gus njenengan takhrij.” Beliau dari Jakarta. Habib Salim mbah Habib Jindan itu murid Syaikhona Kholil. Beliau pengarang kitab juga.

Jadi di Indonesia, orang-orang alim itu benar-benar susah. Tapi saya ini mau bikin gerakan: gus-gus itu saya minta mengkaji kitab mbahnya, buyutnya. Sekarang pengajian sudah tidak NU .... Bangsane seneng rame-rame. 😆🤦‍♂️
Karena tadi, rasanya sayang sekali. Naskah ulama Indonesia dengan Yaman itu sama karena dulu ketika mengaji Sayyid Zaini Dahlan sudah orang Indonesia, mungkin malah jumlahnya imbang. Syaikhona Kholil menangi* Sayyid Zaini Dahlan bareng Syaikh Habib Ali Al-Habsy yang mengarang Simtuddurar. Bareng yang punya Iannatuththalibin, Sayyid Abu Bakar Syatha, yang cucu beliau ada yang hidup di sini hingga meninggal Sayyid Hamzah Syatha.

Jadi saya baru saja kampanye. Tapi alhamdulillah naskah2 itu ada. Tapi ya itu cuma diperlakukan sebagai pajangan. Matekna wong tenan! 😆🤦‍♂️ Sebenarnya dirawat, tapi kalau dzuriyyahnya tidak mau peduli mau apa coba? Apa artinya terbit kalau tidak ada yang mau mengulas, membedah, tidak ada yang mensosialisasikan, kan nggak ada gunanya juga. Kata kuncinya adalah keseriusan kita.

Saya kemarin sudah bilang ke Gus Sholah, saya mau datang ke Tebuireng, tapi saya bagian membaca kitabnya Mbah Hasyim. Sudah terbit, ada. Tapi kalau cucunya tidak peduli saya tidak mau. Coba Ihya’ itu, meski sudah terbit kalau tidak ada orang yang membacanya buat apa? Kan untuk pajangan saja. Apa artinya Fathul Qarib kalau tidak dibaca. Kalau terbitnya terbit, tapi ...

Nah. Ini baru dinasionalkan, bahkan internasional. Kemarin PBNU bekerja sama dengan Habib Umar. Beliau diminta membaca kitabnya Mbah Hasyim. Kita mati-matian di NU karena kemarin ada benturan habaib dan kyai lalu kita minta. Dan Habib Umar sangat menghormati kita, menyayangi kita. Saya sering punya tamu, muridnya Habib Umar, (untuk) diskusi.

Kalau kita tidak begini, habislah. Karena tadi. Setiap orang menyukai kyai di Indonesia itu (seleranya) ngatur kyai. Wah amit-amit. 😅 Kita ini adatnya masih seperti itu. Jadi orang-orang kaya yang mencintai Tebuireng, mencintai Syaikhona Kholil itu ya ngatur2 kyai. Tapi ketika diminta, mereka tidak mau.
Misalnya tadi, diminta sedikit melonggarkan waktu untuk mengkaji kitab. Misalnya begini, tiap mengadakan pengajian mereka habis 50 juta itu mau, tapi orang kaya diminta 50 juta untuk mencetak kitabnya Mbah Hasyim, mereka nggak mesti mau. Padahal sama2 mereka menghabiskan uang untuk agama. Tapi kalau seleranya sendiri, mereka ingin punya acara, bagi mereka nggak masalah habis 50 juta. Tapi untuk membiayai naskah, urun 2 juta saja enggan.

Artinya apa? Mereka mau membiayai kalau kita menurut pada keinginan mereka. Ketika kita yang minta mereka menuruti keinginan kita, mereka enggan.
Itu jika dikalikan juta kejadian, seperti apa jadinya kita? Menurut saya itu sudah lampu merah. Semua pembiayaan besar itu berdasarkan selera orang2 kaya, bukan berdasar selera kyai. Orang2 kaya Surabaya itu milyarder banyak. Kalau ada acara pengajian akbar semalam, mereka biasa keluar 100 jt. Tapi kalau misalnya kyainya yang minta, misalnya sekali-kali acaranya begini (misal meneliti kitab), itu tidak selalu setuju. Artinya kalau mereka yang punya ide, kita harus setuju. Kalau kita punya ide, mereka belum tentu setuju.
Untuk dengan orang alim itulah yang menurut saya di Indonesia sudah lampu merah. Saya termasuk orang yang tidak mau (diatur). Sering saya didatangi orang-orang kaya dari Surabaya, ke sini bawa Alphard, minta saya pengajian akbar. Saya jawab, nggak. 😆 Kalau mau ngaji ya ke sini, kalau nggak mau ya nggak masalah. Sebenarnya saya bukan menolak (?) pengajian ya. Jumlah itu sudah banyak.
Kalau mau ngaji ke sini, banyak kok yang dari selatan: Tulungagung, Magetan. Jadi inilah,  Ini curhat saya. Saya khawatir keulamaan Indonesia itu dihilangkan. Padahal Indonesia sekarang baru menjadi kiblat. Syiria gagal mengelola negara, Mesir gagal, Irak gagal. Sekarang percontohan dunia itu tinggal Indonesia. Dan itu bisa kalau kita menjaga tradisi ulama: yaitu ulama itu yang mengatur orang kaya, bukan orang kaya yang mengatur ulama .

Masalahnya sebagian ulama juga kedonyan, salahe dhewe: dikasih mobil senang, diumrahkan senang. Terutama di Jawa Timur karena memang penghormatan ulama. Kemarin saja saya baru mengisi di PWNU Jawa Timur, keluar ruangan langsung diberi voucher umrah. Saya bilang nggak, saya kyai Jawa Tengah. Kalau suka dengan kyai, mengaji saja, nggak usah aneh-aneh. 😅
Khawatirnya seperti itu tadi. Ternyata ketika saya sampaikan ini, Gus Sholah mendukung, keluarga Syaikhona Kholil mendukung, Gus Dah Ploso mendukung, karena mereka ternyata capek juga. Tapi mulai dari mana,😅 (itu yang masih dipikir). Mereka semua setuju mengurangi itu (acara pengajian seremonial).

Alhamdulillan nanti insyaallah Khaul Gus Dur, Khaul Mbah Hasyim, nanti tema utamanya mengangkat kembali naskah-naskah leluhur. Saya memang dilibatkan. Jadi saya tahu. Semua gus-gus yang alim-alim ngotot: saya, Gus Reza, Gus Kautsar, dll. Kalau tidak, habis kita.
Itu tadi, gara-gara kemarin ada peristiwa itu. Jadi ada naskahnya Mbah Hasyim, dipakai debat dengan orang NU. Kubu sebelah pakai naskahnya Mbah Hasyim ... (?). 😆 Dan itu mungkin, karena tadi. Beliau mungkin sedang marah terhadap adat tertentu, mungkin datang ke kampung abangan, ada acara 7 hari mungkin sindhenan. Judulnya itu babu hurmati ihtifalil maulid ma’al manhiyat (?) ... trus ma’al ma’asyi (?). Sebenarnya ada kata ma’a-nya. Jadi beliau menangi periode itu, apalagi sekarang.

Mungkin beliau kecewa karena beliau orang alim, lalu kekecewaan itu ditulis dalam bahasa Arab. Memang ulama-ulama dulu meski orang Indonesia, menulisnya bahasa Arab. Saya punya tulisan tangannya Mbah Hasyim. Kan beliau teman mbah saya, di kitab-kitab mbah saya itu ada tulisan tangan Mbah Hasyim.

Nah, karena keluarga sudah masyhur, sudah sibuk mengurus politik, pengajian, dll, warisan naskah mulai hilang. Lucunya, di luar sana sekarang ada yang namanya ahli filologi, orang yang menangani naskah-naskah kuno. Kan lucu. Di Mekah, di Belanda, di mana-mana, mereka punya naskah-naskah ulama Indonesia, tapi para cucu penulisnya tidak punya. Itu akibat kebanyakan pengajian umum.😆

Saya kemarin diundang di Termas. Saya bilang ke Gus ... saya mau datang asal disediakan naskahnya Mbah Mahfud. Kalau nggak, saya nggak datang. Saya tunjukkan, saya yang bukan cucunya saja punya naskah2 beliau. Akhirnya cucu2 beliau ngaji sama saya, ushul fiqh memakai naskah yang tidak ada di Termas. Yang punya itu Mbah Moen, diberikan saya, karena Mbah Moen cucu murid sama Kyai mahfud. Yang cucu gen tidak punya, cucu murid punya. Lucu kan. Kalau siklus itu terus-menerus, bisa habis.

Tradisi (keluarga) sini ini sepuh. Wong Mbah Hasyim juga keturunan orang sini. Mbah Hasyim min jadil am keturunan Mbah Sambu. Keluarga Tebuireng dengan keluarga sini juga hormat karena induknya di sini. Yang keturunan laki-laki (Abu Sarwan ..). Cuma Mbah Hasyim itu terkenalnya lewat Demak. Ya Demak dulu, Purwodadi Ngroto, sampai Jaka Tingkir.

Kan beliau pendatang di Rembang. Makanya sebagian naskah ya di sini. Alhamdulillah gus-gus Jawa Timur itu sekarang responnnya luar biasa karena mereka ternyata capek juga menuruti acara seremonial. Tadi ada direktur Semen Gresik datang ke sini, minta pengajian. Direktur itu, kalau saya nuruti gaya yang memang gaya, tapi aku ngaji ngaji ae, nggak usah ngatur kyai. 😆
“Iya, Gus. Saya mau ngaji.” 😆
Karena saya takut kalau siklus ini terus-menerus tadi. Karena saya yakin njenengan tahu ini, apalagi punya anak putri yang di Yaman. Andaikan njenengan tidak pernah kuliah di Yaman, ke luar negeri, saya nggak pernah ngomong ini. Kan lucu, kita ke Yaman mencari manuskrip naskah-naskah ulama Indonesia, sementara di sini oleh cucunya sendiri diabaikan.

Naskah-naskah Syaikhona Kholil kemarin ketemunya sebagian di Bangkalan, sebagian di Jember, sebagian lgi di  Surabaya. Tapi paling banyak di Jember. Gara2 beliau nulis..... dulu ga ada fotokopi, trus beliau punya santri di Surabaya, akhirnya naskah itu di Surabaya.

Kan njenengan sudah punya generasi putri, keluarga. Itu harus diusahakan dari keluarga. Kalau yang lain itu terapinya kadang malah tidak tepat. Problem mendatangkan mubaligh/kyai adalah sebenarnya kyai ini kan nyuwun sewu orang yang tidak punya konsep dalam konteks spesifik, karena obyeknya kan nggak tahu. Saya ulangi lagi, kyai kalau datang ke mana-mana, obyek spesifiknya kan tidak tahu. Akhirnya sebagian pembicaraannya rutin atau standar saja.
Makanya di sini dibutuhkan kearifan keluarga, karena yang tahu misalnya njenengan punya jaamaah thariqah tahu penyakit jamaah, orang thariqah itu suka wiridan, tapi nggak suka ilmu, nggak suka halal haram, nggak suka istinja’ (bersuci). Kalau penyakit orang fiqih, gampang ngomong halal haram tapi mudah hasud. Kan harus tahu, sehingga terapinya itu tepat.
Makanya saya berani bicara ini sebagai bentuk penghormatan kepada njenengan. Kan njenengan sudah punya keluarga yang sekolah di mana-mana. Harusnya juga ada adat, ketika mengundang kyai bilang saja, ibarat kita konsultasi dokter, bahwa umat saya tipikalnya seperti ini, sehingga kalau orang Jawa bilang tidak melantur.

NU itu problemnya di situ. Kyai terjun bebas, sehingga pengajian berkali-kali tidak jadi terapi. Karena spesifik obyeknya tidak jelas.
Yang baru undur diri tadi kan jamaah thariqah Syadziliyah Kyai Muhaiminan Temanggung, minta saya mengaji di sana. Saya bilang, kirimkan anak atau cucu ke sini, nanti saya ajari. Nggak harus sampai tahunan, sehari cukup. Akhirnya beliau paham, karena beliau ahlul’ilmi seperti njenengan, akhirnya mengerti.
Karena biasanya di Indonesia seperti itu: coba taruh saja njenengan ngundang Gus Mus, atau Gus Ali, siapa saja, atau ngundang saya, kyai itu ngomongnya (akan) standar saja.
Nah, sekarang sejak ada anak2 kayak anak njenegan, yang mengaji, sebenarnya kan bisa mengertilah, apalagi anak-anak dari luar negeri apa problem umat.

Saya pernah didatangi orang2 khusyu'nya bukan main: khusyu' kalem. Ternyata dia investasi di Dhimas Kanjeng. 😅🤦‍♂️. Karena ya tadi, dia nggak pernah belajar halal haram. Dia nggak ngerti kalau bai' gharar itu ada halal haram. Kalau bai' akadnya fiktif itu haram. Padahal dia suka wiridan. Karena biasanya problemnya orang thariqah tadi, kurang pengenalan halal haram, akad fasid dan nggak fasid, dll.

Jadi menurut saya PR kita ini. Saya ngomong problem2 itu, di depan Gus Sholah pun saya berani. Saya bilang, "Gus, di  pondok-pondok modern problemnya begini-begini." Respon beliau-beliau rata-rata baik. Keinginan saya supaya tenaga ulama itu efektif, itu saja! Saya punya niat baik supaya ulama ini efektif (membawa hasil, pengaruh sebagai obat problem umat).
Semua kyai Indonesia itu hebatnya punya generasi, entah itu menantu, semuanya mengaji. Tapi nanti, ilmunya itu tidak ada gunananya. Karena tadi: dia takut adat umum: seremonial tadi. Dia (ulama) tidak pernah bicara detail, teknik, manhaj. Hanya seremonial tadi, misalnya bupati hadir nggak ya, diberi sambutan tidak ya. 😅🤦‍♂️ Akhirnya problem umat tetap saja.

Nah, saya orang yang peduli, yang seperti itu jangan terus-menerus, supaya ada terapi. Dan jika Lirboyo, Ploso, nanti sudah kampanye ini, insyaallah masif.

Saya diangkat di syuriah itu kan memang murni karena itu: ada keresahan dari kyai-kyai sepuh: NU semakin lama kok semakin nggak ada yang mengaji. Saya tidak pernah menjadi pengurus ranting, anak cabang, karena saya memang tidak suka organisasi. Tapi orang NU ternyata merasa kehilangan jati diri. Akhirnya mereka datang ke sini meminta saya jadi pengurus PBNU.
Saya masih tidak mau. Terus mereka lewat Mbah Moen. Saya bilang saya mau syaratnya orang NU mau ngaji. Kalau tidak, ya saya nggak usah jadi pengurus. 😆 Wong NU besarnya karena ngaji kok sekarang hanya seremonial organisasi. Dituruti akhirnya, OK Gus.

Dan alhamdulillah. Akhirnya Kyai Anwar Lirboyo, semua gus Jawa Timur harus ngaji Gus Baha' di acara PWNU Jatim yang kemarin. Saya mau datang syaratnya semua Gus-Gus mau datang dan syaratnya ngaji. Mereka sepakat. Jadi saya didampingi Gus Kautsar, Gus Reza. Akhirnya suasananya benar-benar mengaji. Akhirnya Gus Kautsar menunjukkan kealimannya, Gus Reza pun demikian. Akhirnya tidak menjadi acara seremonial, kan. Gojlokannya urusan ilmu. Dan akhirnya berlanjut. Saya datang ke Lirboyo.

Kamu kira ... bikin gerakan sendiri. Kalau gerakan itu jalan, karena kita memang ingin seperti itu. Karena kalau tidak, habis kita. Kalau kecakapan organisasi, lebih pandai Muhammadiyah. Kecakapan politik NU itu cakapnya mana .... Satu-satunya kelebihan yang mereka menang itu sebenarnya ngaji. Tapi masalahnya di NU sudah nggak suka ngaji. Jadi nanti kalau kita mau berpikir kan begitu. NU nggak latihan praktis berorganisasi kalah dengan Muhammadiyah.

Seperti kemarin di PWNU Jatim itu mukjizat betul. Gara-gara ada Kyai Anwar, ada Gus Ali, keluarga Sidogiri mendukung, NU maju. Jadi saya diminta memang untuk gerakan ngaji, bukan yang lain. Alhamdulillah kemarin diminta oleh Gus Sholah. Saya mau syaratnya tema-nya menyisipkan naskah Mbah Hasyim. Jadi ini sedang disusun.

Lha Yaman (tempat njenengan belajar) apalagi. wali songo kita nasabnya sampai Yaman. Apalagi sekarang ada Habib Umar, ada penyambungnya. Kemarin Habib Jindan rawuh di Lasem minta ke panitia, mau datang ke Lasem kalau bisa memfasilitasi bertemu Gus Baha’. Akhirnya kita bertemu, pertama bertemu juga membahas naskah. Langsung dikirimi banyak naskah pdf. Jadi kayaknya insyaAllah gerakan ini masif.

Kalau kyai-kyai akhirnya apa nuwun sewu, di NU itu banyak melahirkan kyai mubaligh, bukan kyai alim: orang yang bicaranya lucu, menarik, dan satu hari pidato tiga kali. Bisa dibayangkan kalau satu hari tiga kali, itu tidak pernah sempat memikirkan obyeknya butuh terapi apa. 😆
Itu pasti hanya rutin, pasti nggak penyembuh, bukan obat. Secara cangkem eleke kan bicara acak, kalau ahlul ‘ilmi kan masalah. Masak memberitahu orang tidak punya resepnya, kebutuhannya seperti apa. Akhirnya banyak melahirkan mubaligh2 yang di NU itu banyak masalah.

Sekarang ini kan tambah aneh2. Pengajian plus dangdutan, pengajian plus kethoprakan, karena tadi tidak ada kontrol. Mubaligh yang bos krunya, trus krunya pakai alat musik, karen tidak pernah dikontrol. Nah, pengundang butuhnya bisa mengundang orang banyak. Nanti ilmu njenengan ... dari Yaman tidak ada gunannya semua, karena kalah sama seremonial.

Makanya harus ada orang seperti saya. Hanya omong ilmu, saya nggak mau tahu. Pokoknya omong ilmu. Di Lirboyo saya sampaikan, “Gus Kafa, saya disambut  4 orang nggak masalah, asal empat orang yang serius mengaji, daripada disambut ribuan orang tapi tidak jelas niatnya.
Akhirnya setiap saya ke sana, sebelum ngaji umum pasti ada putri, anak, menantu, dikumpulkan. Di Lirboyo anak Kyai Anwar, anaknya Gus Kafabih, dikumpulkan semua. Ngaji dulu sbelum acara umum.

Saya ngomong persis seperti ini: kita tidak boleh kalah dengan ... yang lain. Kita besar itu karena ulama, karena NU, bukan karena yang lain.

NU itu kan ngeri. Banyak orang NU yang nggak tahu Ustad Abdus Shomad itu kategorinya apa, Ustadz Adi Hidayat apa. Banyak kan pondok-pondok NU mengundang mereka, karena detailnya saja tidak tahu. Coba, mengundang orang bahkan detail mereka saja tidak tahu. Butuhnya cuma “yang lagi trend”, itu kan lucu. Lucunya itu yang mengundang ya pondok, lembaga NU.
Sekarang semenjak era saya, itu ada kesadaran. Cobalah njenengan yang pernah di Yaman, pikirkan lagi detail-detailnya. Kalau ngaji fiqih njenengan kan tahu, ada hukum mujmal (umum) ada hukum tafshil (terperinci). Kalau ada ta’arud (pertentangan) antara hukum mujmal dan mufashal, menang yang mufashal. Kalau ada hukum global dengan yang detail itu menang yang detail. Sekarang kita nggak, dari ulama yang tahu ilmu detail, mau diajak ke yang mujmal lagi. Bisa kiamat. Jadi sudah hampir pandai diajak goblok lagi.

Jadi saya anggap ini sudah lampu merah. Saya matur njenengan ini sebagai bentuk penghormatan saya karena Mbak ngaji di Yaman. Saya acara di Temanggung juga akan matur seperti ini supaya itu tadi. Di mana-mana itu thariqah memang hebat. Di sini thariqah itu sampai 36 mu’tabarah Naqsabandi, Tijani. Dan semua punya sanad. Tapi orang di luar sana, sudah nggak lagi. Kalau kita pengajian umum terus, nanti ini hilang.

Karena kalau pengajian umum, pasti orientasinya yang datang banyak, bupatinya datang, pokoknya hal-hal yang (ribet). Menurut saya yang seperti itu dikurangi, meskipun ya jangan dihilangkan, karena tadi.
Saya ini punya niat baik sangat. Nyatanya saya di PWNU Jawa Timur gus-gus mengeluarkan kealimannya. Itu hampir semua gus-gus pondok datang, Pondok Denanyar datang,  keluarga Syaikhona Kholil datang semua. Itu yang mengumpulkan naskah itu dulu mengaji di sini ada empat tahun, yaitu Gus Ismail yang mengumumkan naskah Syaikhona.

Ngaji sama saya sorogan, bukan saya yang baca, tapi dia yang baca. Lama ngaji di sini. Ya  mondoknya di Mbah Moen, kan hanya 9 km. Sorogannya di sini.
Sekarang beliau Gus Ismail juga sedang menulis lagi. Jadi kalau NU mau begini 5 tahun saja, insyaallah luar biasa. Kan antara dua, klo nggak anaknya orang alim, ya yang cucunya orang alim. Masak di Yaman dipelajari. Coba seperti kitab Sirajuth Thalibin dicetak di Mesir, di mana-mana. Tapi njenengan tahu di Jampes nasibnya seperti itu. Itu dulu pasti asal usulnya kepedulian cucu, alumni yang kurang. Itu sudah pasti. Tapi sekali cucu, alumni peduli, pasti naskah itu luar biasa.

Contoh mudah saja seperti Mbah Moen mengarang Al ulama’ al mujaddidu yang membaca secara masif saya.... Ini sekarang saya baru mau membaca kitabnya Mbah Hasyim. Saya mau matur ke Gus Sholah. Lucu kan, NU itu organisasi besar. Pendirinya Mbah Hasyim. Orang tahu tulisan Ulil, Nusron, .... tapi nggak tahu tulisan rais akbarnya.

Karena naskah itu tidak pernah dishare secara terbuka, secara massal.
Mohon maaf sebesar-besarnya, tapi saya senang bisa curhat karena ini ... saya lah, supaya tradisi kealiman itu kembali. Meski kita tidak sesempurna para pendiri NU, mosok pondok2 sekarang sering pengajian umum terus. Pusing saya. Pusing saya kan sayang, misalnya panjenengna punya putri ngaji di Yaman, ngajinya tahqiq, sampai cari kamus, lafadz ini dari kosakata apa, ternyata umatnya Cuma dilatih mujmal-an. Bagaimana bisa itu. Tapi nggak ada yang sadar kalau kita nggak ngomong. Tapi saya bukan anti pengajian umum, ya sudah sesekali lah, hiburan, jangan terus-terusan. Umum itu standar saja. Nggak fokuslah kalau bahasa sekarang.

Tapi ini masih bisa dibenahi, kultur keluarga kyai itu masih lestari, seperti njenengan dari Magetan belajar sampai Yaman. Buyut2 saya juga masih banyak mengarang kitab.  Karena dulu itu bahasa Arab sudah seperti bahasa Jawa, orang alim dengan temannya korespondensi pakai bahasa Arab. Saya punya tulisan Mbah Hasyim banyak, menyurati Mbah saya. Padahal Mbah2 orng Indonesia. Kalau dulu kita itu malakah lah istilahnya. Benar. Akhirnya kita sekarang ya ketularan. Yogya sekaten dari syahadatain. Sekolah madrasah, sampun ba’da. Dll.


Pastetor

Bherenk