Header Ads

JANGAN BERGURU PADA MBAH GOOGLE

Oleh : Ustadz Rojim RA

QS Almaidah 51

أِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوْقِعَ بَيْنَكُمْ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغَضَاءَ

*PENGAJIAN YANG BIKIN GALAU*


Saat pengajian rutin Kamis malam Ranting NU Candimulyo edisi 57  di Musala Assalam Perum Grand Village (13/12/2018) ada jamaah yang tanya. Beliau ini pekerjaannya bisnis di facebook.

Seringkali disela aktivitasnya mendapati video pengajian yang justru membuat hati panas. Bagaimana menyikapi ini?


Wakil Rois Syuriah  PCNU Jombang, KH M Soleh selaku narasumber menyarankan,  mboten usah dilihat.

"Kalau niat ngaji ya kepada guru yang mampu membimbing kepada Allah," ucapnya. Yang membuat hati tenang. Yang membuat ucapan dan perilaku semakin baik. Yang membuat ibadah semakin baik. Hubungan kepada Allah dan sesama manusia juga semakin baik.

"Jangan berguru kepada mbah google," ujarnya.

Sebab kita diwajibkan memilih guru. Tidak asal ngambil guru.

Kriteria utama guru yakni akhlaknya. Baru ilmunya. Sebab yang dicontoh ada akhlaknya.


Sebab setan itu banyak ilmu dan alim. Pintar menasehati. Setan hanya minus di akhlak.

Ketika menyuruh Nabi Adam dan Ibu Hawa makan khuldi, setan pakai bahasa menasehati.

QS Al Araf 21


21. وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ
Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua",


Nasehat yang membuat jauh dari jalan Allah. Nasehat yang justru bikin marah, benci, sakit hati, ragu-ragu, galau, sombong, putus asa dan menyesal.

Semoga Allah melindungi kita dari iblis saking bangsa jin dan manusia.


Saat ngaji Hikam Senin malam, Pengasuh PP Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas KH Moh Djamaludin Ahmad juga mengingatkan agar selektif memilih majelis pengajian.

"Semua orang yang duduk dalam majelis pengajian akan dapat rahmat dan diampuni dosanya. Kecuali jika majelis itu di isi membahas dunia, membahas kejelekan orang atau hanya di isi guyonan," jelasnya.

Berada dalam Majelis yang tiga niku, tidak akan dapat rahmat dan ampunan.


Semoga Allah menyelamatkan kita dari ketiganya.
Amin.



Penulis tinggal di Jombang

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.