Featured

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Maret 2020

Efektifkah Penyemprotan Disinfektan di Tempat Umum? Kata Pakar: Bahaya, Jika Terhirup Bisa Menyebabkan Luka di Paru-Paru

Wabup Gresik, Semprotkan cairan disinfektan ke Gedung Kantor Bupati Gresik (25/3/2020) 

www bherenk.com– Perang lawan Covid – 19 sedang digalakkan di negeri ini. Mulai pemerintah pusat, propinsi, kabupaten hingga pemerintahan Desa tengah menggalakkan penyemprotan cairan disinfektan di tempat – tempat Umum dan beberapa tempat perkantoran dengan maksud untuk mengantisipasi penyebaran pandemi covid-19 atau virus corona.

Sebenarnya seberapa efektif penyemprotan disinfektan dalam membasmi virus corona? Hal tersebut dijelaskan seorang pakar ahli mikrobiologi dalam saluran Youtube Ganjar Pranowo.

Seperti dalam video unggahan saluran Youtube Ganjar Pranowo pada Minggu (22/3) lalu, Gubernur Jawa Tengah sedang membahas virus corona atau covid-19 bersama pakar atau spesialis mikrobiologi klinik  dr. Rebriarina Hapsari.M.Sc. Sp. MK.  Dalam obrolan di video itu,  Ganjar menanyakan kepada Rebriarina seberapa efektif penyemprotan cairan disinfektan.


” Sebenarnya penting enggak sih menyemprot itu? Kan akhirnya semua seperti demam berdarah dia pikir sehingga seperti nyamuk yang disemprot. Nah si virus itu apa perlu disemprot?,” tanya Ganjar.

Rebriarina menjelaskan sebenarnya tak perlu dilakukan penyemprotan di tempat umum. Ia mengatakan akan lebih efektif jika permukaan yang sering disentuh atau tersentuh dibersihkan dengan cara diusap pakai kain yang sudah diberi disinfektan.

” penyemprotan di tempat umum menurut saya tidak diperlukan, karena yang lebih efektif justru permukaan yang mungkin tempat terkena virus contohnya di bus kota, permukaan yang sering dipegang orang itu dielap (diusap), sehingga itu akan memberikan waktu kontak yang cukup dari bahan aktif itu untuk merusak virus,” jelasnya.

Rebriana menambahkan,  tindakan penyemprotan dapat berbahaya jika bahan aktif (disinfektan) terhirup oleh manusia dan masuk ke dalam paru-paru. Ia menjelaskan bahwa paru-paru tak sekuat kulit manusia.


https://www.djarum.com/home

“Perlu diperhatikan kalau misalkan ada penyemprotan di komunitas luar yaitu banyak orangnya. Nah ini akan kita hirup bahan aktif (disinfektan) itu, itu akan berbeda kalau misalkan terkena kulit yang memang kulit diciptakan Tuhan YME lebih tahan. Kalau sampai bahan aktif itu terhirup oleh kita, sel paru-paru kita itu tidak sehebat kulit, itu akan lebih rentan,” lanjutnya.

Dijelaskan oleh Rebriarina,  Cairan kimia disinfektan yang terhirup dan masuk ke dalam paru-paru akan menyebabkan timbulnya luka.

“Menurut saya itu akan menyebabkan luka di paru-paru dan bahkan nanti bisa menimbulkan keganasan,” tambahnya.

Rebriarina juga menegaskan bahwa kasus ini berbeda dengan virus flu burung, yang penyemprotannya  bisa dilakukan langsung kepada unggas seperti ayam ataupun berbagai jenis burung. Jika penyemprotan disinfektan terhirup manusia akan dapat menimbulkan kanker pada paru-paru.

“Mungkin masyarakat melihat kalau semprot itu efektif contohnya pada kasus flu burung, di mana burung yang terinfeksi itu disemproti semua. Kita harus melihat karena burung atau ayam itu tidak bisa mandi, sedangkan kita manusia itu bisa mandi dan membersihkan diri sendiri,” jelas Rebriana.

“Dan burung atau ayam itu tidak sampai 3 tahun dipanen, mereka itu cepat dipanen jadi kerusakan pada paru-parunya tidak dilihat atau tidak diperhatikan. Tapi kalau kita manusia menghirup bahan aktif seperti itu tentu saja akan membuat berefek luka pada paru dan bahkan bisa menyebabkan misalnya kanker paru, mungkin spesialis paru yang bisa menjelaskan,” ungkapnya. (shol).

Artikel ini Pernah dimuat di www.panjinasional.net




Minggu, 08 Maret 2020

KA'BAH PERNAH DITUTUP SEBANYAK 40 KALI




www.bherenk.com MASJIDIL HARAM yang terdapat Kakbah di dalamnya sempat ditutup sementara karena sedang berlangsung kegiatan bersih-bersih. Pembersihan ekstra dilakukan sehubungan dengan isu mewabahnya virus korona COVID-19.
Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur(PW IKA PMII), Firman Syah Ali mengatakan ini bukan pertama kalinya Kakbah ditutup.

"Kalau kita tidak malas membaca, terutama ilmu sejarah, kita tentu tahu bahwa Kakbah itu sering ditutup," demikian keterangan tertulisnya sebagaimana diterima Okezone pada Sabtu (7/3/2020).

Pria yang akrab disapa Cak Firman ini melanjutkan, bukan hanya Kakbah saja yang pernah ditutup atau dibatasi, dulu ibadah haji juga sempat terhenti sementara karena beberapa hal, misal terjadinya peperangan sehingga (Kakbah) harus diamankan.

"Ibadah haji juga sering ditutup, Kakbah sering rusak karena peperangan, Kakbah juga berkali-kali digenangi banjir, pokoknya tidak perlu panik dan main goreng seenaknya" ucap Cak Firman.

Cak Firman mengatakan sejak masa pra hingga era Islam, Kakbah sering rusak dan ditutup, dan juga pernah jadi sasaran peluru manjanik rezim Muawiyah saat menggempur Abdullah bin Zubair RA. Terjangan peluru dari Mu'awiyah tersebut membuat bangunan Kakbah menjadi runtuh.

"Jadi Kakbah ditutup dan Kakbah rusak itu hal biasa dalam sejarah, tidak perlu panik dan gawat," ujar aktivis Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini.

Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya. Ia menuturkan sejak dulu area Kakbah sudah sering ditutup, bahkan hingga 40 kali karena sebab-sebab tertentu.
"Ya, memang kondisi Makkah pada saat itu masih belum stabil dalam artian masih terjadi perebutan kekuasaan dari para dinasti yang berkuasa pada saat itu," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (7/3/2020).
Menurut pemaparan tersebut, maka bukan hal luar biasa penutupan Kakbah pada Maret 2020 yang diakibatkan wabah virus korona COVID-19.

Sementara dikutip dari Instagram @jejakimani, berikut delapan dari 40 puluh peristiwa penutupan Kakbah sepanjang sejarah. Empat fakta berikut dibernakan oleh Ustadz Asroni.

1. Qaranithah Mencuri Hajar Aswad, 930
Dimpimpin oleh Abu Thahir Al Qaramithi, pipmpinan Qaranithah (salah satu aliran Syiah Ismailiyah) saat itu mendatangi Makkah bersama para pengikutnya pada musim haji. Mereka membunuh jamaah haji yang sedang melakukan ibadah dan mengambil bongkahan hajar aswad. Kemudian setelah 22 tahun batu mulia tersebut dikembalikan ke tempat asalnya di kawasan Hajar (Ahsa).

2. Wabah Tha'un, 1814
Sekitar 8.000 jiwa meninggal dunia akibat wabah Thaun di wilayah Hijaz. Sehingga kawasan Masjidil Haram pun ditutup untuk sementara demi mencegah penyebaran lebih luas wabah tersebut.

3. Wabah Hindi, tahun 1831
Pada tahun ini telah terjadi wabah penyakit yang dipercaya berasal dari India. Saat itu sekitar tiga perempat jamaah haji meninggal dunia. Oleh karenanya kawasan Kakbah ditutup untuk sementara waktu.

4. Wabah Kolera, 1846
Pada tahun tersebut telah terjadi wabah Kolera yang menyebabkan ditiadakannya ibadah haji, dan umat Islam saat itu tidak bisa berangkat ke Tanah Suci. Wabah ini pun berulang pada 1850, 1865 dan 1883 Masehi.

5. Kematian Meningkat Akibat Kolera, 1892
Kemudian wabah kolera pada tahun tersebut masih mewabah di Tanah Suci dan bertepatan dengan musim haji. Saat itu kondisi semakin parah karena penularan menyebar begitu cepat. Setiap harinya korban jiwa berjatuhan sehingga jenazah menumpuk. Kematian akibat wabah ini meningkat di Arafat dan puncaknya di Mina.



Sumber

Rabu, 04 Maret 2020

MUHAMMADIYAH HARUS MEMINTA MAAF ATAS TRAGEDI JOGJA

KH. Rohmatullah Akbar (Gus Bang)               H.Maghfur Mujtahid


www.bherenk.com Jombang. Melihat kondisi  "tragedi" Jogja yaitu warga Muhammadiyah yang menolak warga NU mengadakan kegiatan harlahnya padahal otoritas pemilik tempat yaitu keraton Jogja telah memberikan izin, hal ini sangat mencederai rasa persaudaraan serta toleransi dua organisasi besar yang selama ini telah terbangun dengan baik.

H. Maghfur Mujtahid, salah satu tokoh pemuda NU Jombang merasa penolakan warga muhammadiyah terhadap warga NU  ini sangat memprihatinkan. Pihak Muhammadiyah harusnya meminta maaf atas peristiwa ini jika memang benar penolakan itu hanya ulah oknum, tidak kemudian hanya menyalahkan oknum saja.

Mengkambinghitamkan pemasang banner penolakan kegiatan warga NU di sekitar masjid keraton Jogja sebagai penyusup di Muhammadiyah tanpa disertai permintaan maaf serta mempersilahkan warga NU mengadakan kegiatan di masjid kraton adalah  suatu hal yang tidak bertanggungjawab dan terkesan cuci tangan.

Tragedi penolakan ini menjadi pembenar bahwa  muhammadiyah dijadikan tempat berlabuhnya pengikut salafy dan wahaby pasca rumah mereka dirobohkan oleh negara.

Dugaan organisasi Muhammadiyah yang sudah  tersusupi para perongrong negara pengusung khilafah  sedang melancarkan "skenario besar" secara  terstruktur dan massiv terhadap NU semakin susah dibantah.

Gelombang kegeraman warga NU sudah terkadung menghempas hingga ke pelosok negeri, ini adalah tragedi intoleransi. Gesekan dan konfrontasi horisontal antar warga NU vs MU di akar rumput bisa sewaktu waktu terjadi.  Ketua pemuda muhammadiyah pusat yang sekonyong konyong mengajak bertemu sekretaris PP GP  Ansor tidak bermakna apa apa jika mereka masih pongah tidak mengakui kesalahannya serta tidak mau meminta maaf, sesal abah maghfur pengusaha unggas ini.

Secara terpisah KH. Rohmatullah Akbar (Gus Bang) pengasuh Pondok Pesantren Arrisalah Darul Ulum Peterongan Jombang  menyampaikan sejatinya persoalan Jogja ini simple penyelesaiannya yaitu  minimal pimpinan  Muhammadiyah setempat atau kalau perlu pimpinan pusatnya secara kelembagaan harusnya bisa legowo dan arif meminta maaf secara terbuka dan menyadari kesalahannya serta mempersilahkan warga NU mengadakan kegiatan  di Masjid Kraton Jogja.

Selama ini warga NU senantiasa menjaga toleransi dengan semua agama dan ormas ormas yang mengakui NKRI termasuk dengan muhammadiyah terbukti dengan ikut menjaga kondusifitas serta keamanan mereka ketika mengadakan kegiatan, warga NU senantiasa terlibat pengamanan. Namun kasus Jogja menyadarkan warga NU akan makna toleransi yang sesungguhnya.


Masjid keraton Jogja itu ikon perjuangan leluhur NU dan Muhamamdiyah Jogja, jadi mereka jangan buta sejarah serta jangan main claim karena akan membuat ahistoris, kalau mereka mau meminta maaf insyaAllah warga NU akan memaafkan dan kasus Jogja ini akan selesai tidak melebar kemana mana, kalau mereka bisa memulai sebuah permainan  harusnya mereka  juga  bisa mengakhiri,  pungkas gus bang.

Selasa, 03 Maret 2020

Visa Umroh Gagal Terbit Karena Corona, Ini Cara Pengembalian Uang Jamaah




www.bherenk.com  Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh akibat virus corona. Aturan ini tak hanya berdampak pada ibadah, tapi juga visa umroh yang gagal terbit milik sejumlah jamaah.

Terkait visa umroh yang gagal terbit, pemerintah Saudi akan mengembalikan biaya yang telah disetorkan jamaah. Pengembalian dilakukan melalui skema yang telah dibuat pemerintah Saudi.

"Arab Saudi memberlakukan tiga skema dalam pengurusan pengembalian biaya visa umrah yang terdampak kebijakan mereka," kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali dalam keterangan pers yang dikutip di laman resmi Kemenag RI, Selasa (3/3/2020).

Skema pertama adalah untuk jamaah yang mengajukan visa umroh melalui aplikasi e-visa. Biaya visa dari jamaah umroh akan dikembalikan secara otomatis melalui rekening, yang digunakan saat mengajukan pengembalian dana visa di aplikasi.
Aturan kedua diterapkan bagi jamaah yang mengajukan permohonan visa melalui biro travel. Dana akan disetorkan melalui rekening biro travel, yang digunakan saat mengajukan pengembalian dana di e-visa.

Skema ketiga berlaku bagi jamaah yang mengajukan visa, sebelum terbitnya aturan penangguhan sementara. Endang mengatakan, jamaah ini belum berangkat umroh di Tanah Suci.

Bagi jamaah yang mengajukan visa lewat Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), bisa segera berkoordinasi dengan biro perjalanan terkait. Endang berharap jamaah bisa segera mendapatkan haknya terkait visa umroh yang gagal terbit.


Artikel ini Pernah terbit di detiknews
Sumber :

Sabtu, 29 Februari 2020

SEMUA NEGATIF CORONA





Oleh : Dahlan Iskan

Sebenarnya sudah banyak juga yang menjalani tes virus Corona di Indonesia.

Yang di Surabaya saja sudah 10 orang. ”Semuanya negatif,” ujar Prof. Dr. Inge Lucida, direktur International Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya.

Saya pun benar-benar ikut penasaran. Mengapa tidak ada virus Corona di Indonesia. Padahal, semua negara Asia sudah terkena. Sampai orang di luar negeri mengejek kita sebagai negara yang tidak mampu mendeteksinya.

Kemarin pagi, saya ke ITD Unair itu. Saya tahu Unair memiliki laboratorium penyakit tropis terbaik. Saya ditemui dua profesor yang ahli virus. Yakni Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih dan Prof. Dr. Inge Lucida.

Prof. Nyoman adalah Wakil Rektor I Unair. Sedang Prof. Inge adalah direktur laboratorium penyakit tropis tersebut.

Begitu virus Corona mewabah, Unair mengadakan kontak intensif dengan Jepang. ITD memang didirikan berrsama dengan Jepang.
Setelah serangkaian pembicaraan Unair lantas berinisiatif membeli tiga set Primer yang bisa dipakai memeriksa virus Corona. Belinya ya di Jepang.

”Jadi, teknik, dan sarana pemeriksaan Corona di Unair sama dengan di Jepang,” ujar Prof. Inge.
Hasil pengetesan itu juga dites ulang di peralatan milik Kementerian Kesehatan. Hasilnya sama: negatif.
Yang dibeli itu bukan mesin, tapi Primer. Sejenis cairan tapi sudah dalam keadaan kering --agar bisa dibawa ke negara lain.

Mesin pemeriksanya sendiri Unair sudah lebih dulu memilikinya. Juga bantuan dari Jepang. Primer itulah yang dimasukkan ke mesin itu. Lantas materi yang akan diperiksa dimasukkan ke dalamnya.

Dan memang lab Unair ini bekerjasama dengan Kobe University. Sekarang pun ada tiga ahli dari Jepang yang ada di lab itu.
Waktu membeli senyawa itu Unair sampai tidak sabar. Terlalu lama kalau harus dikirim lewat Fedex atau EMS. Prof. Inge memutuskan untuk mengirim seorang staf di ITD berangkat ke Kobe.

Begitu tiba di Osaka, staf tersebut langsung ke Kobe University. Setelah mengambil senyawa tersebut ia langsung kembali ke Surabaya.
”Nah itu orangnya yang ke Jepang,” ujar Prof. Inge sambil menunjuk sang utusan yang lagi bertugas di ITD.

Prof. Inge sendiri mendapat gelar doktor di Kobe University. Dia adalah ”penduduk asli” Unair. Ayahnyi seorang dokter terkenal lulusan Unair. Ibunyi seorang apoteker dari kampus yang sama. Tiga saudaranyi juga dokter dari Unair. Hanya dua yang bukan dokter --tapi juga apoteker dan sarjana ekonomi Unair. Yang sarjana ekonomi itu kini memiliki bisnis lab kesehatan yang juga sangat terkenal di Surabaya.
Sekeluarga Unair semua.

Sedang Prof. Nyoman juga dikenal sebagai peneliti hebat bidang biokimia. Prof. Nyomanlah yang menemukan enzim untuk makanan ternak. Yang dulu pernah saya undang ke Kementerian BUMN untuk mempresentasikannya. Gelar S2-nyi dari ITB dan S3-nyi dari IPB. Prof. Nyoman juga pernah terpilih sebagai dosen teladan nasional selama tiga tahun.

Saat mampir ke ruang kerjanyi saya pun melihat hasil-hasil penelitian berbagai macam virus di laptopnyi. Prinsipnya virus itu punya kaki-kaki untuk memijakkan diri. Pijakannya adalah sel di alat penafasan manusia.
Setelah kaki-kaki virus memperoleh pijakan yang pas, barulah sang virus mengeluarkan penyakitnya.

Kalau saja tempat berpijak kaki-kaki itu tidak tepat sang virus tidak bisa berproduksi. Ibarat orang mau berak. Kalau kakinya tidak tepat di pijakan pupnya tidak bisa keluar.

Karena itu struktur virus tersebut harus benar-benar diketahui. Kini struktur itu sudah diketahui. Tanpa pijakan yang tepat virus tidak bisa berkembang. Maka obat yang akan ditemukan adalah obat yang akan bisa menipu virus. Yakni obat yang bisa membuat pijakan yang persis diperlukan virus. Tapi sebenarnya itu pijakan palsu. Dengan demikian virus tidak bisa mengeluarkan ”pup” nya.

Dari 10 orang yang pernah diperiksa di lab Unair itu sebagian adalah pasien rumah sakit. Sebagian lagi orang yang datang untuk memeriksakan diri. Semuanya dicurigai menderita virus Corona. Hasilnya: bersih.

Salah satu dari mereka adalah seorang dokter. Sang dokter seperti terkena flu. Putrinya baru pulang dari luar negeri. Maka muncul kekhawatiran tertular virus Corona.
Sang dokter pun memeriksakan diri ke lab Unair. Ternyata negatif.
Sampai sekarang pun semua yang pernah diperiksa itu baik-baik saja.
Senyawa yang dibeli dari Jepang itu sendiri cukup untuk memeriksa 100 orang. Hasil pemeriksaannya pun bisa diketahui dengan cepat: 5 jam kemudian. Itu karena tidak perlu antre.

”Siapa pun bisa memeriksakan diri ke sini,” ujar Prof. Inge, yang sehari-harinya di Pusat Penelitian Penyakit Tropik di kampus C Unair itu. ”Tentu harus membayar. Rp 1 juta,” ujarnyi.
Dua guru besar ini juga ikut penasaran: mengapa orang Indonesia tidak terkena virus Corona. Keduanya masih terus mencari jawabnya.
Tapi beliau juga tidak terlalu heran. Waktu Arab Saudi dilanda wabah virus MERS, Indonesia juga aman. Padahal, begitu banyak jemaah haji yang ke Saudi.

”Ribuan jemaah haji yang diperiksa saat itu. Tidak satu pun yang terkena virus MERS,” ujar Prof. Inge.
Demikian juga saat Tiongkok dilanda virus SARS. Indonesia nihil.
Hanya waktu ada wabah flu burung korbannya banyak. Saat itulah Unair berjaya: menemukan obat untuk mencegah flu burung.

”Sampai sekarang pun virus flu burung itu masih ada. Kita sering melakukan pemeriksaan atas ayam di pasar-pasar. Virus flu burungnya masih ada di ayam. Tapi tidak ada lagi orang yang terkena flu burung,” ujar Prof. Nyoman. ”Kita sudah kebal. Kekebalan tubuh untuk flu burung sudah muncul,” ujarnyi.

Prof. Nyoman ini lahir di Belitung. Ayah-ibunyi asli Bali. Saat itu orang tua bertugas di BRI Tanjungpandan.
Karir sang ayah melejit di Jakarta. Semua orang BRI tahu beliau: I Wayan Patra --pencetus ide kredit usaha tani tahun 1970-an. Beliau meninggal muda karena sakit ginjal. Setelah itu istri dan anak-anak pindah ke Bali.

Prof. Nyoman pun sekolah sampai SMA di Denpasar --dan akhirnya kuliah di Unair.
Walhasil, belum ada jawaban ilmiah soal penasarannya banyak orang itu.
Hanya humoris yang langsung bisa menjawab: virus itu tidak bisa masuk Indonesia karena perizinan di sini sulit! (dahlan iskan)

Selasa, 18 Pebruari 2020
Sumber :
https://www.disway.id/r/839/semua-negatif

Jumat, 28 Februari 2020

SIAPA YANG TANGGUNGJAWAB MENGEMBALIKAN DANA JAMAAH UMROH YANG SUDAH DISETOR?


Gambar diambil dari pojoksatu.id

bherenk.com Banyak warga Kota Tangerang Selatan, Banten, yang batal melakukan perjalanan umrah pada Maret 2020, menyusul penangguhan layanan ibadah umrah dari Kerajaan Arab Saudi, sebagai salah satu langkah menangkal menyebarnya virus corona atau COVID-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan Abdul Rozak berharap, kebijakan Kerajaan Arab Saudi itu tidak berlaku lama.
"Informasi yang kami terima sejak siang hari hingga sore ini, banyak warga Tangsel yang ingin melakukan umrah di bulan Maret namun karena adanya penangguhan sementara maka ditunda hingga ada pengumuman resmi kembali. 

Kami harap proses penangguhan tak lama," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Abdul Rozak dihubungi, Kamis (27/2).

Kota Tangerang Selatan terdapat 621 jemaah yang telah mendapatkan rekomendasi Kantor Kemenag untuk melakukan perjalanan ibadah umrah, selama periode Januari - Februari tahun 2020.

Abdul Rozak menuturkan, informasi yang diterima langsung warga yang kemudian tak jadi umrah adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan bersama keluarganya.
Kemudian ada lima orang di pegawai Kemenag setempat.. "Maret banyak yang berangkat dan kini menunggu info lagi," ujarnya.

Kemenag Tangerang Selatan, lanjutnya, juga sedang berkoordinasi dengan sejumlah biro perjalan dalam memberikan informasi kepada setiap jemaah yang dibina untuk mendapatkan keterangan secara lengkap.
Sebab, penundaan ini bertujuan untuk keselamatan semua pihak. Sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Arab Saudi, diharapkan setiap agen perjalanan haji dapat mengurus kelengkapan berkas.
Kami harap semua warga bisa bersabar dan tak emosional dalam masalah penundaan umrah ini dan senantiasa selalu bertawakal kepada Allah," ujarnya.

Dewi Gustina, warga Tangerang yang akan melakukan perjalanan umrah pada tanggal 18 Maret 2020 dari travel Jasa Wisata Nusantara menuturkan, hingga kini masih berkoordinasi dengan jemaah lainnya terkait kepastian berangkat.

Dia mengaku memahami kondisi yang ada. Namun harapannya agar tak ada lagi kerugian dari jemaah seperti biaya maskapai dan hotel yang sudah dipesan.

"Pemerintah semoga bisa bantu juga proses refund ini agar jemaah tetap tenang sambil menunggu jadwal lanjutan," paparnya. (antara/jpnn)
Artikel ini pernah terbit dengan judul Bagaimana-biaya-maskapai-dan-hotel-yang-sudah-dipesan-calon-jemaah-umrah.


Artikel ini pernah dimuat diJPPN.com



Kamis, 27 Februari 2020

AHMAD RIFAI, PENGACARA KONDANG DARI JOMBANG YANG KAYA RAYA NAMUN TETAP RENDAH HATI


Ahmad Rifai

Oleh : AH. Hamdah

Nama lengkapnya Ahmad Rifai lahir di Jombang pada 14 Januari 1970, masa kecilnya terbilang cukup susah.

Ia adalah anak ke-6 dari 12 bersaudara.

Sang Ayah, Madzkur, adalah seorang pensiunan tentara yang melanjutkan kesehariannya sebagai seorang pedagang keliling.

Sang Ibu, Siti Aminah hanyalah seorang ibu rumah tangga.

Meski termasuk keluarga dengan taraf hidup rendah, Rifai kecil mempunyai cita-cita tinggi.

Pendidikan agamanya diperoleh saat sekolah MTsN di Tambakberas serta sekolah diniyah di Mambaul Maarif Denanyar Jombang.

Awalnya Rifai bercita-cita menjadi seorang dokter, atas usahanya ia lulus ujian nasional di Fakultas Kedokteran salah satu Universitas ternama di Jawa tengah. Namun himpitan ekonomi membuat Rifai muda harus mengubur dalam impiannya itu.

Tak patah arang kemudian kesarjanaannya diselesaikan di Fakultas Hukum Universitas Darul' Ulum (Undar) Jombang. Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia melanjutkan pendidikan master di tiga universitas.

Gelar master hukum ia dapatkan dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Kemudian di Universitas Indonesia (UI), Rifai meraih gelar master ilmu kriminologi.

Tak cukup sampai disitu, ia melanjutkan pendidikannya denga kuliah di Australia dan meraih gelar master Business of Law di Melburn University.

Nama Ahmad Rifai kemudian meroket sejak menjadi pengacara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2009. Ketika Polri menetapkan Chandra M.Hamzah dan Bibit Samad Riyanto, dua pimpinan KPK sebagai tersangka, 21 orang tim pengacaranya nyaris lunglai. Bibit dan Chandra sudah pasrah membela diri di pengadilan saja.

Dalam kondisi buntu itulah Achmad Rifai memprakasai terobosan hukum. Ia menggugat balik tindakan Polri, itulah yang diduga bentuk kriminalisasi terhadap KPK.

Istilah “kriminalisasi” yang dicetus Rifai inilah membius publik kala itu.

Disinilah juga muncul istilah Cicak Vs Buaya yang sempat membuat heboh.

Tak hanya kasus KPK, pengacara Achmad Rifai juga turut menangani banyak kasus para artis.

Seperti pada kasus Shinta Bachir mendapat ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan oleh eks Kapolda Metro Jaya. Kasus vokalis setia band Charly Van Houten, bahkan Achmad Rifai juga ditunjuk sebagai pengacara Gatot Brajamusti dalam kasus narkoba yang menjeratnya di Polda NTB yang menyebabkan dirinya jadi tersangka, dll.

Saat ini Ahmad Rifai ingin mendharma bhaktikan diri pada kampung halamannya. Kediamannya berada di jalur utama  jalan raya Jombang-Babat tepatnya di desa Mojokrapak Kec.Tembelang Kab. Jombang . Aktifitas sosial senantiasa memenuhi hari harinya. Seminggu sekali di rumah Ahmad Rifai selalu ada saja kegiatan sosial, mulai santunan yatim, beasiswa sekolah bagi siswa berprestasi, khitan massal, nikah massal, bagi bagi sembako pada kaum dhuafa, bagi bagi sembako pada abang becak, menghadiri majlis taklim, memberikan ribuan hewan qurban, pengajian agama, hiburan rakyat, membantu pendirian pondok, masjid dan mushola di berbagai wilayah, konon zakat malnya saat Romadhan mencapai 3 milyar yang dibagikan ke warga masyarakat di Jombang dan sekitarnya.


Meskipun banyak orang bilang Rifai sekarang sudah sukses dan banyak harta namun penampilannya tetap saja bersahaja serta rendah hati. Sukses menjadi pengacara terkenal dan papan atas di Ibukota tidak lantas  membuat Rifai besar kepala dan sombong.


Ahmad Rifai
Ahmad Rifai meresmikan Pondok Tahfidzul Quran Cinta Rosulullah di Tampingmojo Tembelang Jombang
Mendirikan Pondok Tahfidzul Quran menjadi harapannya. Kemudian berdirilah Pondok Tachfidzul Quran Cinta Rosulullah di wilayah Tampingmojo Tembelang Jombang yang telah diresmikan pada tahun 2019, Rifai berharap pondok ini mampu mencetak generasi  generasi qurani yang akan menyinari dan bermanfaat di tengah masyarakat.




Disarikan dari berbagai sumber