Hot Widget

recent/hot-posts

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

PENGAWAL RAJA NAN GAGAH DAN TAMPAN ITU AKHIRNYA TAKLUK PADA WANITA INDONENESIA



Bherenk.com Perjalanan raja menuju pintu keluar gedung tak selancar saat beliau masuk. Hal itu dikarenakan banyak orang yang ingin menyalami raja dan berfoto. Baik laki-laki maupun wanita.


Dalam kondisi itu, Al-Faghm juga terlihat lebih waspada. Posisinya tak lagi di belakang raja, tapi melekat di samping kanan raja. Apalagi saat seorang wanita cantik nekat mencegat raja dan mengajak berselfie ria.


Al-Faghm tidak dapat menghentikan aksi wanita itu. Bahkan dia hanya diam saat tubuh besarnya terjepit di antara para wanita itu. Akhirnya Raja Salman berhasil keluar dengan selamat.

Al-Faghm bukan pengawal biasa, dia bisa menerbangkan pesawat, menyelam di lautan dan mampu menjinakkan bom. Mengabdi sejak zaman Raja Abdullah, meneruskan pengabdian sang ayah yang 30 tahun menjaga nyawa raja.

Tonton Videonya



Pernah dimuat di Viva

Dari Link

https://www.viva.co.id/militer/militer-indonesia/1352329-4-tahun-lalu-pengawal-botak-raja-salman-terjepit-wanita-cantik-di-dpr?page=3&utm_medium=selanjutnya-3




FATAYAT NU BANGGA BISA MENJADI BAGIAN AGROPOLIS WONOSALAM

Penanaman bibit Durian di Kebon Agropolis oleh PC Fatayat NU Jombang


Wonosalam-Jombang. Fatayat Nahdatul Ulama Kabupaten Jombang mendukung program pertanian durian unggul Nusantara kebun Agropolis Wonosalam, kebun yang berlokasi di desa Wonosalam Kec. Wonosalam Kab. Jombang tepatnya 1 km dari pasar Wonosalam ke arah Kandangan Kediri, saat ini mencapai luasan cukup signifikan meskipun baru dibangun 1 tahun berjalan.

Secara simbolis, dukungan itu diwujudkan dengan, penanaman durian unggulan asal Wonosalam jenis Jack Prince di lokasi kebun Agropolis - Wonosalam oleh ketua Fatayat Nahdatul Ulama Kabupaten Jombang Lailatun Ni’mah Selasa, (12/2/2021). 

Seharian ini, mulai pagi hingga jelang petang, pengurus PC. Fatayat NU Jombang telah melaksanakan Rapat Kerja (Raker) II di Aula Cengkeh, Kebun Agropolis Wonosalam. 

Ningg Ely, sapaan akrab ketua PC Fatayat NU Jombang ini berharap, semoga penanaman durian oleh PC Fatayat NU Jombang ini menjadi barokah dan manfaat. "InshaAllah dengan pertanian durian unggul tersebut, Jombang menjadi luar Biasa, dan Wonosalam Jaya," doa cucu KH.Wahab Chasbullah pendiri NU ini. 

Program pertanian durian hingga 250 hektar, yang akan ditopang oleh kemitraan bersama masyarakat, tentunya sejalan dengan program Fatayat. Cucu pendiri NU ini, punya perhatian program di bawah kepemimpinannya, yang akan fokus memberdayakan taraf ekonomi perempuan muda. 

Dalam pandangan Ning Eli, yang juga putri pasangan almaghfurlah KH M Asy’ari dan Nyai Hj Mundjidah Wahab, para perempuan muda juga bisa menjadi bagian penting dari dukungan dan kemajuan pertanian, terutama pertanian durian unggul di Wonosalam. 

Sementara itu general manager Kebun Agropolis Wonosalam Khoirul Anwar berharap dukungan Fatayat NU Jombang ini menjadi icon bagi masyarakat kabupaten Jombang agar senang menanam durian dan kami siap mendampinginya jika ada warga atau kelompok yang ingin bertanam durian dari perawatan tanah, pemilihan bibit, menanam, hingga bisa berbuah. 

Di tempat kami akan ada lahan sekitar 250 ha yang kita sediakan buat menanam durian, kami juga menyewakan lahan dengan akad bagi hasil yang saling menguntungkan. Agropolis Wonosalam menawarkan konsep yang amanah, mensejahterakan masyarakat.
Salah satu spot Kebon Agropolis Wonosalam

 Ada juga paket villa murah yang kemudian bisa menghasilkan keuntungan tiap tahunnya ujar Rully sapaan GM yang murah senyum dan rendah hati ini. Intinya kami ingin ikut andil membangun Jombang dengan kemampuan yang kami punya, dan ini butuh sokongan dari semua komoponen masyarakat, Rully mengakhiri. (bherenk)

BIOGRAFI ULAMA QUR'AN NUSANTARA, KH..M. MUNAWIR KRAPYAK YOGJAKARTA

KH.M. MUNAWIR KRAPYAK YOGJAKARTA


Biografi singkat seorang Maestro Al-Quran, Ulama Besar yang menebar semerbak harum Al-Quran di manapun ia berada, terutama di Tanah Jawa , dan menelurkan Ribuan Ulama Ahli Quran serta Huffadz Al-Quran yang terkenal di penjuru Nusantara.

Biografi ini disadur dari Buku “MANAQIBUS SYAIKH: KHM MOENAUWIR ALMARHUM: PENDIRI PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA” yang diterbitkan oleh MAJLIS AHLEIN (Keluarga Besar Bani Munawwir) Pesantren Krapyak, keluaran tahun 1975. Jadi jika Anda ingin meng-COPY-PASTE biografi beliau ini, SERTAKAN PULA SUMBERNYA, yakni buku tersebut.

Dalam hal ini, mari kita akan mengenal sedikit tentang beliau dengan menelaah;

  1. NASAB
  2. MASA BELAJAR
  3. AKHLAQ
  4. DA'WAH
  5. KAROMAH
  6. MAQOLAH, serta
  7. WAFAT DAN PENERUS beliau.

Semoga dengan dikenangnya Seorang Shalih lewat dunia maya ini, Allah Ta'ala berkenan melimpahkan Rahmatnya kepada kita semua. Selamat menikmati;

A. NASAB KHM MOENAUWIR

Simbah KHM Moenauwir adalah putra KH Abdoellah Rosjad bin KH Hasan Bashori.

Dahulu, ada seorang ulama pejuang, KH Hasan Bashori namanya, atau yang lebih dikenal dengan nama Kyai Hasan Besari ajudan Pangeran Diponegoro. Beliau sangat ingin menghapalkan Kitab Suci Al-Quran namun terasa berat setelah berkali-kali. Akhirnya beliau melakukan riyadhoh dan bermujahadah, hingga suatu saat Allah swt. mengilhamkan bahwa apa yang dicita-citakan itu baru akan dikaruniakan kepada keturunannya.

Begitu pula anak beliau, KH Abdoellah Rosjad, selama 9 tahun riyadhoh menghapalkan Al-Quran, ketika berada di Tanah Suci Makkah, beliau mendapat ilham bahwa yang akan dianugerahi hapal Al-Quran adalah anak-cucunya.

KH Abdoellah Rosjad dikaruniai 11 orang anak dari 4 orang istri, salah satunya adalah KHM Moenauwir yang merupakan buah pernikahan beliau dengan Nyai Khodijah (Bantul).

B. MASA BELAJAR

Guru pertama beliau adalah Ayah beliau sendiri. Sebagai Targhib (penyemangat) nderes Al-Quran, Sang Ayah memberikan hadiah sebesar Rp 2,50 jika dalam tempo satu minggu dapat mengkhatamkannya sekali. Ternyata hal ini terlaksana dengan baik, bahkan berkelanjutan meskipun hadiah tak diberikan lagi.

KHM Moenauwir tidak hanya belajar Qiro'at (Bacaan) dan Menghafal Al-Quran saja, tetapi juga ilmu-ilmu lain yang beliau timba dari Ulama-ulama di masa itu, di antara;

1. KH Abdullah (Kanggotan - Bantul)
2. KH Cholil (Bangkalan - Madura)
3. KH Sholih (Darat - Semarang)
4. KH Abdurrahman (Watucongol - Magelang)

Setelah itu, pada tahun 1888 M. beliau melanjutkan pengajian Al-Quran serta pengembaraan menimba ilmu ke Haramain (Dua Tanah Suci), baik di Makkah Al-Mukarromah maupun di Madinah Al-Munawwaroh. Adapun Guru-guru beliau antara lain;

  1. Syaikh Abdullah Sanqoro
  2. Syaikh Syarbini
  3. Syaikh Mukri
  4. Syaikh Ibrohim Huzaimi
  5. Syaikh Manshur
  6. Syaikh Abdus Syakur
  7. Syaikh Mushthofa
  8. Syaikh YUSUF HAJAR (Guru beliau dalam Qiro'ah Sab'ah)

Pernah dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah, tepatnya di Rabigh, beliau berjumpa dengan seorang tua yang tidak beliau kenal. Pak Tua ajakan berjabat tangan, lantas beliau minta didoakan agar menjadi seorang Hafidz Al-Quran sejati. Lalu Pak Tua menjawab “Insyaa-Allah”. Menurut KH Arwani Amin (Kudus), orang tua itu adalah Nabiyullah Khidhr as

Ahli KHM Moenauwir dalam Qiro'ah Sab'ah (7 bacaan Al-Quran). Dan salah satunya adalah Qiro'ah IMAM 'ASHIM riwayat IMAM HAFSH, berikut inilah SANAD Qiro'ah Imam' Ashim riwayat Hafsh KHM Moenawwir sampai kepada Nabi Muhammad saw., Yakni dari;

  1. Syaikh Abdulkarim bin Umar Al-Badri Ad-Dimyathi, dari
  2. Syaikh Isma'il, dari
  3. Syaikh Ahmad Ar-Rosyidi, dari
  4. Syaikh Mushthofa bin Abdurrahman Al-Azmiri, dari
  5. Syaikh Hijaziy, dari
  6. Syaikh Ali bin Sulaiman Al-Manshuriy, dari
  7. Syaikh Sulthon Al-Muzahiy, dari
  8. Syaikh Saifuddin bin 'Athoillah Al-Fadholiy, dari
  9. Syaikh Tahazah Al-Yamani, dari

10. Syaikh Namruddin At-Thoblawiy, dari
11. Syaikh Zakariyya Al-Anshori, dari
12. Syaikh Ahmad Al-Asyuthi, dari
13. Syaikh Muhammad Ibnul Jazariy, dari
14. Al-Imam Abi Abdillah Muhammad bin Kholiq Al-Mishri As- Syafi'i, dari
15. Al-Imam Abi al-Hasan bin As-Syuja 'bin Salim bin Ali bin Musa Al-'Abbasi Al-Mishri, dari
16. Al-Imam Abi Qosim As-Syathibi, dari
17. Al- Imam Abi al-Hasan bin Huzail, dari
18. Ibnu Dawud Sulaiman bin Najjah, dari
19. Al-Hafidz Abi 'Amr Ad-Daniy, dari
20. Abi al-Hasan At-Thohir, dari
21. Syaikh Abi al-'Abbas Al-Asynawiy, dari
22. 'Ubaid ibnu as-Shobbagh, dari
23. Al-Imam Hafsh, dari
24. Al-Imam' Ashim, dari
25. Abdurrahman As-Salma, dari
26. Saadaatina Utsman bin 'Affan,' Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit, 'Ali bin Abi Tholib, dari
27. Rasulullah, Muhammad saw. dari Robbil 'Aalamiin Allah swt., dengan perantaraan Malaikat Jibril as

Beliau menekuni Al-Quran dengan Riyadhoh, yakni sekali khatam dalam 7 hari 7 malam selama 3 tahun, lalu sekali khatam dalam 3 hari 3 malam selama 3 tahun, lalu sekali khatam dalam sehari semalam selama 3 tahun, dan terakhir adalah Riyadhoh membaca Al-Quran selama 40 hari tanpa henti hingga mulut beliau deras.
Setelah 21 tahun menimba ilmu di Tanah Suci, beliau pun kembali ke kediaman beliau di Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1909 M.

C. AKHLAQ

KHM Moenauwir selalu memilih awal waktu untuk menunaikan Sholat, lengkap dengan Sholat Sunnah Rawatibnya. Sholat Witir beliau tunaikan 11 Raka'at dengan hafalan Al-Quran sebagai bacaannya. Begitu juga dalam mudawamah beliau terhadap Sholat Isyroq (setelah terbit Matahari), Sholat Dhuha dan Sholat Tahajjud.

Beliau mewiridkan Al-Quran tiap ba'da Ashar dan ba'da Shubuh. Walau sudah hapal, meninggikan beliau tetap menggunakan Mushaf. Bahkan kemana pun beliau bepergian, baik berjalan kaki maupun berkendara, wirid Al-Quran tetap terjaga. Beliau mengkhatamkan Al-Quran sekali tiap satu minggu, yakni pada hari Kamis Sore. Demikianlah beliau mewiridkan Al-Quran semenjak berusia 15 tahun.

Waktu siang beliau memerintah masuk dengan mengajarkan Al-Quran, dan waktu senggang beliau ke dalam kamar khusus (terletak di sebelah utara masjid) untuk bertawajjuh kepad Allah swt. Sedangkan di malam hari beliau istirahat secara bergilir di antara istri-istri dengan demikian adilnya.

Beliau memiliki 5 orang istri, adapun istri kelima, dinikahi setelah wafatnya istri pertama, yakni;

  1. Nyai RA Mursyidah (Kraton Yogyakarta)
  2. Nyai Hj. Sukis (Wates Yogyakarta)
  3. Nyai Salimah (Wonokromo Yogyakarta)
  4. Nyai Rumiyah (Jombang - Jawa Timur)
  5. Nyai Khodijah (Kanggotan - Yogyakarta)

Begitulah KHM Moenauwir hidup beserta keluarga di tengah ketenangan, kerukunan, istiqomah dan wibawa, dengan berkah Al-Quranul Kariim.

Orang hafal Al-Quran (Hafidz) yang beliau akui adalah orang yang bertakwa kepada Allah, dan Sholat Tarawih dengan hafalan Al-Quran sebagai bacaannya.

Begitu besar pengagungan beliau terhadap Al-Quran, sampai-sampai undangan Haflah Khotmil Quran hanya beliau sampaikan kepada mereka yang jika memegang Mushaf Al-Quran selalu dalam keadaan suci dari Hadats.

Pernah terjadi seorang santri asal Kotagede dengan sengaja memegang Mushaf Al-Quran dalam keadaan hadats. Setelah diusut oleh KHM Moenauwir, akhirnya santri tersebut mengakuinya. Atas pengakuannya, si santri dita'zir, kemudian dikeluarkan dari Pesantren dalam keadaan sudah menghapalkan Al-Quran 23,5 juz.

Setiap setengah bulan sekali, beliau memotong rambut, juga tidak pernah diketahui tutup kepala, selalu tertutup, baik itu dengan kopyah, maupun kekurangan. Menggunting kuku selalu beliau lakukan tiap hari Jum'at.

Pakaian beliau sederhana namun sempurna untuk melakukan ibadah, rapi dan bersetrika. Jubah, sarung, sorban, kopyah dan tasbih selalu tersedia. Pakaian dinas Kraton Yogyakarta selalu beliau kenakan saat melaksanakan acara-acara resmi Kraton. Untuk bepergian, beliau sering memakai baju jas hitam, sorban, dan sarung.

Beliau tidak suka makan sampai kenyang, terlebih dahulu di bulan Ramadhan, yakni cukup dengan satu cawan nasi ketan untuk sekali makan. Jika ada memberikan bantuan dari orang, beliau menggunakan sesuai dengan tujuan pemberinya, jika ada kelebihan, maka akan dikembalikan lagi kepada pemberinya.

Walau beliau termasuk dalam abdi dalem (anggota dalam) Kraton, namun beliau tidak suka mendengarkan pementasan Gong Barzanji. Sebagai hiburan, beliau senang mendengarkan lantunan Sholawat-sholawat, Burdah dan tentunya Tilawatil Quran.

Para santri beliau perintahkan untuk berziarah di Pemakaman Dongkelan tiap Kamis Sore. Tiap berziarah, beliau membaca Surah Yasin dan Tahlil. Apabila terjadi suatu peristiwa yang memperingati ummat pada umumnya, beliau mengumpulkan semua santri untuk bersama-sama tawajjuh dan memanjatkan do'a kehadirat Allah, biasanya dengan membaca Sholawat Nariyyah 4444 kali atau Surat Yasin 41 kali.

Selain mengasuh santri, beliau tak lantas meninggalkan tugas sebagai kepala rumah tangga. Tiap ba'da Shubuh, beliau mengajar Al-Quran kepada segenap keluarga dan pembantu rumah tangga. Nafkah dari beliau, baik untuk istri-istri maupun anak-anak, selalu cukup menurut kebutuhan masing-masing. Suasana keluarga senantiasa tenang, tenteram, rukun, dan tidak sembarang orang keluar-masuk selain atas ijin dan perkenan dari beliau.

Hampir-hampir beliau tak pernah marah kepada santrinya, selain dalam hal yang mengharuskannya. Pernah suatu waktu beliau tiduran di muka kamar santri, tiba-tiba bantal yang beliau ambil secara tiba-tiba oleh seorang santri, sampai terdengar suara kepala beliau mengenai lantai. Lantas beliau memanggil santri yang mengambil bantal tadi seraya berkata; “Nak… saya pinjam bantalmu, karena bantal yang saya pakai baru saja diambil oleh seorang santri.”

Seringkali beliau memberikan sangu kepada santri yang mohon ijin pulang ke kampung halamannya, dan sangat memperhatikan kehidupan santri-santrinya. Para santri disarankan untuk bertamasya ke luar pesantren, biasanya sekali tiap setengah bulan, sebagai pelepas penat.

Sebagai seorang Ulama, KHM Moenauwir juga akrab dan sering mendapat kunjungan dari Ulama-ulama lain, di antaranya;

  1. Murid-murid Syaikh Yusuf Hajar dari Madinah
  2. KH Sa'id (Gedongan - Cirebon)
  3. KH Hasyim Asy'ari (Jombang)
  4. KHR Asnawi (Kudus)
  5. KH Manshur (Popongan)
  6. KH Siroj (Payaman - Magelang)
  7. KH Dalhar (Watucongol - Magelang)
  8. KH Ma'shum (Lasem)
  9. KHR Adnan (Solo)

10. KH Dimyati (Tremas - Pacitan)
11. KH Idris (Jamsaren - Solo)
12. KH Abbas (Buntet - Cirebon)
13. KH Siroj (Gedongan - Cirebon)
14. KH Harun (Kempek - Cirebon)
15. KH Muhammad ( Tegalgubuk - Cirebon)
16. Para Kyai dari Jombang dan Pare
17. Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan IX
18. BRT Suronegoro
19. KH Asy'ari (Wonosobo) yang merupakan teman semasa belajar di Tanah Suci.

Selain dikunjungi, beliau juga kerapkali mengadakan kunjungan balasan terhadap Para Ulama yang lain, seperti kepada KH Hasyim Asy'ari (Jombang), KH Ahmad Dahlan (Yogyakarta), maupun yang lainnya.

Beliau juga mendapat kepercayaan dari pihak Kraton untuk menjadi anggota JEMANGAH, yakni jama'ah Sholat tetap yang terdiri dari 41 orang Ulama, sebagai penolak bencana Negara.

D. DAKWAH

Sepulang dari Makkah pada tahun 1909 M., beliau lantas mendakwahkan Al-Quran di sekitar kediaman beliau di Kauman. Tepatnya di sebuah langgar kecil milik beliau, tempat tersebut sekarang sudah menjadi Gedung Nasyiatul 'Aisyiyyah Yogyakarta.

Lantas pindah ke Gading, tinggal bersama kakak beliau, KH Mudzakkir. Namun karena berbagai sebab, juga atas saran dari KH Sa'id (Pengasuh Pesantren Gedongan, Cirebon), pada tahun 1910 M. beliau pun hijrah ke Krapyak setelah selesainya pembangunan tempat tinggal dan komplek pesantren di sana, di tanah milik Bapak Jopanggung yang kemudian dibeli dengan uang amal dari Haji Ali.

Pada tanggal 15 November 1910, Pesantren Krapyak mulai ditempati untuk mengajar Al-Quran. Dilanjutkan dengan pembangunan Masjid atas prakarsa KH Abdul Jalil.

Konon, KH Abdul Jalil dalam memilih tempat untuk pembangunan masjid, adalah dengan menggariskan tongkatnya di atas tanah sehingga membentuk batas-batas wilayah yang akan dibangun masjid. Dengan Kehendak Allah, wilayah yang dilingkupi garis itu tidak ditumbuhi rumput.

KHM Moenauwir selalu mengerahkan segenap santri untuk melakukan amaliyah membaca Surah Yasin tiap selesai pembangunan berlangsung. Pembangunan terus berlanjut secara bertahap, mulai dari masjid, akses jalan, dan gedung komplek santri hingga tahun 1930 M.

Di Pesantren Krapyak inilah beliau memulai konsentrasi dalam mengolah Al-Quran. Para santri sangat menghormati beliau, bukan karena takut, melainkan karena Haibah, wibawa beliau.

Pengajian pokok yang diasuh langsung oleh KHM Moenauwir adalah Kitab Suci Al-Quran, yakni terbagi atas 2 bagian; BIN-NADZOR (membaca) dan BIL-GHOIB (menghafal). Santri bermula dari Surat Al-Fatihah, lantas Lafadz Tahiyyat sampai dengan Shalawat Aali Sayyidina Muhammad, kemudian Surat An-Nas sampai Surat An-Naba ', baru kemudian Surat Al-Fatihah diteruskan ke Surat Al-Baqoroh sampai khatam Surat An-Nas.

Selain itu, pengajian Kitab-kitab juga digelar sebagai penyempurna. Suatu hari pada tahun 1910, seorang santri dari Purworejo, yang mampu oleh beliau, diperintahkan; Ajarkanlah ilmu Fiqh kepada santri-santri di hari Jum'at, biarlah mereka mengenal udara.

Begitu seterusnya berkembang, baik kitab Fiqh maupun Tafsir, semakin menonjol disamping Pengajian Al-Quran yang utama. Beliau mengajar secara sistem MUSYAFAHAH, yakni sorogan, tiap santri langsung membaca di hadapan beliau, jika ada kesalahan beliau langsung membetulkannya.

Adab (Tata Krama) dalam pengajian Al-Quran sangat beliau tekankan kepada para santri. Berbagai aturan dan ta'ziran beliau berlakukan terhadap para santri. Untuk santri yang telah khatam, maka dipanjatkanlah doa langsung oleh KHM Moenauwir, lentas yang diberikanlah guru dari Ijazah, yang intinya berisi Ilmu pengakuan dari kepada muridnya serta Tarottubur-Ruwat (Urutan Riwayat) atau Sanad dari Sang Guru sampai Rasulullah saw. secara lengkap.

Banyak antara murid-murid beliau yang juga memulai perjuangan di kampung masing-masing, berupa mendakwahkan Islam pada umumnya, dan menerapkan Al-Quran pada khususnya. Misal;

  1. KH Arwani Amin (Kudus)
  2. KH Badawi (Kaliwungu - Semarang)
  3. Kyai Zuhdi (Nganjuk - Kertosono)
  4. KH Umar (Pesantren Al-Muayyad, Mangkuyudan - Solo)
  5. Kyai Umar (Kempek - Cirebon)
  6. KH Noor (Tegalarum - Kertosono)
  7. KH Muntaha (Pesantren Al-Asy'ariyyah, Kalibeber - Wonosobo)
  8. KH Murtadho (Buntet - Cirebon)
  9. Kyai Ma'shum (Gedongan - Cirebon)

10. KH Abu Amar (Kroya)
11. KH Suhaimi (Pesantren Tamrinus Shibyan, Benda - Bumiayu)
12. Kyai Syathibi (Kyangkong - Kutoarjo)
13. KH Anshor (Pepedan - Bumiayu)
14. KH Hasbullah (Wonokromo - Yogyakarta)
15. Kyai Muhyiddin (Jejeran - Yogyakarta)
16. Haji Mahfudz (Purworejo)

Untuk para Mutakhorrijiin (Alumni), beliau senantiasa menjalin hubungan dan bimbingan, bahkan berupa kunjungan ke tempat masing-masing.

E. KAROMAH

    1. KH Abdullah Anshor (Gerjen - Sleman) melihat beliau wafat, maka menangislah ia, serta ucapan tak kerasan lagi hidup di dunia tanpa beliau. Setelah pulang ke rumah, KH Abdullah langsung menyusul pulang ke Rahmatullah.
    2. Kyai Aqil Sirodj (Kempek - Cirebon) di kala masih berusia sekitar 8 tahun belum bisa mengucap dengan jelas bunyi “R”. Namun setelah minum air bekas cucian tangan beliau, langsung dapat membaca “R” dengan jelas.
    3. Kala mengajar, biasanya beliau sambil tiduran, bahkan kadang benar-benar tertidur. Namun bila ada santri yang keliru membaca, beliau langsung bangun dan mengingatkannya.
    4. Saat baru berusia 10 tahun, beliau berangkat mondok kepada KH Cholil di Bangkalan, Madura. Sampai di sana, saat akan dikumandangkan iqomah, KH Cholil tidak berkenan menjadi imam shalat seraya berkata; “Mestinya yang berhak menjadi imam shalat adalah anak ini (yakni KHM Moenauwir), walaupun ia masih kecil, tetapi ahli qiro'ah.”
    5. Sewaktu awal di tanah suci, beliau mengirimkan surat kepada mematuhi, menyatakan niat untuk menghapalkan al-Quran. Namun ayah beliau belum memperkenankannya, sehingga mengirimkan mengirimkan surat balasan. Namun, belum sempat mengirimkan surat balasan, Sang Ayah sudah mendapat surat kedua dari putranya yang menyatakan bahwa ia sudah terlanjur hapal. Dihapalkannya dalam waktu 70 hari (surat keterangan lain 40 hari).
    6. Dan banyak lagi.

F. MAQOLAH

    1. Sebuah Hadits Riwayat Abi Hurairah bahwa Nabi Muhammad saw., Bersabda; “Yaa Aba Hurairah, pelajarilah Al-Quran dan ajarkanlah kepada orang lain. Tetaplah engkau seperti itu hingga mati. Sesungguhnya jikalau kamu mati dalam keadaan seperti itu, malaikat berhaji ke kuburmu sedang kaum Mukminin berhaji ke Baitullah al-Haram. ”
    2. Seorang sya'ir; “Semua ilmu termuat di dalam Al-Quran - Hanya saja orang-orang yang tidak mampu memahami seluruh kandungannya.”
    3. “Jikalau engkau putuskan akan sesuatu, maka bacalah Surah Yasin.”
    4. “Kalau mengaji Al-Quran, maka kajilah sampai khatam, yang menjadi orang mulya.”
    5. “Waktu luang yang tidak digunakan untuk nderes Al-Quran adalah kerugian yang besar.”
    6. “Setelah seseorang hafal Al-Quran, maka haruslah ia TIDAK suka omong kosong dan tidak menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja mencari dunia.”
    7. “Wahai putera dan menantuku yang mempunyai tanggungan al-Quran, ramah kalian belum lancar benar, maka jangan sampai merangkap apapun, baik berdagang maupun lainnya.”
    8. “Orang hafal Al-Quran berkewajiban memeliharanya, maka dari itu jangan lakukan hal-hal -termasuk menuntut ilmu- yang tidak fardhu, sekiranya dapat menyebabkan hafalannya hilang.”
    9. “Kalau kamu tidak mengaji Qiro'ah Sab'ah kepadaku, maka mengajilah kepada Arwani Amin Kudus.”

10. “Buah Al-Quran adalah kebahagiaan dunia dan akhirat.”

11. Beliau berbicara kepada KH Basyir; “Marilah uzlah seperti saya, guna mengajarkan al-Quran. Kalau kita harta dunia, maka akan binasalah Al-Quran nanti. ”

12. Beliau menegur kepada putri beliau, Nyai Hindun; “Orang hafal Al-Quran, mengamalkan isi kitab Majmu 'dan Mudzakarot, insyaAllah menjadi orang shalihah.”

13. Beliau tidak mengijinkan santri-santrinya menjadi Pegawai Negeri Pemerintah Penjajah pada waktu itu.

14. menyampaikan apa yang pernah diterima guru beliau, KH Cholil Bangkalan; “Apabila hidayah tiba, permusuhan pun musnah. Jadilah engkau bagaikan Air, dibutuhkan oleh siapa dan apa saja. Jika tidak begitu, maka jadilah seperti Batu, tidak ada bahaya maupun manfaat (secara aktif –red). Janganlah engkau laksana Kalajengking, siapa melihat maka ia takut. ”

15. “Seyogyanya engkau hadiahkan berkah Surah al-Fatihah kepada segenap kaum Muslimin yang masih hidup, lebih-lebih diwaktu tertimpa marabahaya atau berperangai buruk, barangkali dapat menjadi obatnya. Sebagaimana guru saya KH Cholil pernah mengajar; (di nomor 16)

16. menyampaikan apa yang disampaikan guru beliau, KH Cholil; “Teman-teman sekalian, jikalau engkau menghadiahkan surat al-Fatihah jangan hanya kepada Muslimin yang sudah meninggal saja, tetapi juga yang masih hidup. Syukurlah jika kepadaku juga. Sebab Nabi Muhammad saw. pernah bersabda; 'UDDA NAFSAKA MIN AHLIL QUBUUR (anggaplah dirimu termasuk ahli Qubur). ”

17. “Apabila engkau memohon kepada Allah, maka mohonlah Kesejahteraan ('Aafiyah).”

18. “Kelak di akhir jaman, Shin akan menguasai seluruh daerah.”

19. Sebuah sya'ir; “Aku tidak bisa mendapatkan kembali apa yang telah meninggalkan diriku, baik dengan LAHFA (kalau), dengan LAYTA (seandainya), atau dengan HUKUM-INNI (andaikan saya).”

20. Selama saya masih hidup, puteraku yang lelaki selalu saya memakai kopyah. Sedangkan yang perempuan segera saya carikan jodoh, tak usah menunggu orang lain yang datang melamarnya. ”

G. WAFAT DAN PENERUS BELIAU

Seperti manusia pada umumnya, KHM Moenauwir menderita sakit selama 16 hari. Pada mulanya terasa ringan, namun lama-kelamaan semakin parah. Tiga hari terakhir saat beliau sakit, beliau tidak tidur.

Selama sakit, bacaan selalu berkumandanglah Surah Yasin 41 kali yang dilantunkan oleh rombongan-rombongan secara bergantian. Satu rombongan selesai membaca, maka rombongan lain menyusulnya, demikian tak ada putusnya.

Akhirnya, beliau, KHM Moenauwir wafat Ba'da Jum'at tanggal 11 Jumadil Akhir tahun 1942 M. di kediaman beliau di komplek Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Di kala beliau menghembuskan nafas terakhir, ditunggui oleh seorang putri beliau, Nyai Jamalah, ketika rombongan pembaca Surah Yasin belum hadir.

Sholat Jenazah dilaksanakan bergiliran lantaran banyaknya orang yang bertakziyyah. Imam shalat jenazah kala itu adalah KH Manshur (Popongan - Solo), KHR Asnawi (Bendan - Kudus), dan besan beliau KH Ma'shum (Suditan - Lasem).

Beliau tidak dimakamkan di kompleks Pesantren Krapyak, melainkan di Pemakaman Dongkelan, yakni sekitar 2 km dari kompleks Pesantren. Dan sepanjang jalan yang terlihat, terlihat Kaum Muslimin dari berbagai golongan penuh sesak mengiring dan angkat jenazah beliau, sampai-sampai keranda jenazah beliau 'dioperkan' dari tangan ke tangan yang lain, sampai di Pemakaman Dongkelan.

Jenazah KHM Moenauwir dikebumikan di sana, dan selama lebih dari seminggu pusara beliau selalu penuh dengan penziarah dari berbagai daerah untuk membaca Al-Quran.

Beliau wafat meninggalkan Pesantren yang merupakan tonggak pemisah suasana. Suasana sebelum dibangun pesantren, Krapyak dikenal sebagai tempat rawan, penuh kegelapan, abangan dan sedikit yang menjalankan ajaran Islam. Bersamaan dengan didirikannya Pesantren, banyak pula usaha busuk dari golongan-golongan Klenik yang dengki dan selalu dibintangi perintisan Pesantren.

Namun upaya-upaya bijaksana, dan suasana gelap berubah menjadi ramai dan meriah dengan alunan Ayat Suci Al-Quran dengan segala konsekuensinya.

Almarhum KHM Moenauwir berwasiyat, agar keluarga melanjutkan perjuangan Pesantren, tepatnya 2 orang putra dan 4 orang menantu. Akan tetapi karena beberapa udzur, perjuangan Pesantren secara langsung oleh 3 tokoh yang dikenal sebagai Tiga Serangkai;

(1)
KHR Abdullah Affandi (putra beliau dari Nyai RA Mursyidah asal Kraton Yogyakarta). Di samping pengajian Al-Quran, beliau juga mengurusi hubungan Pesantren dengan dunia luar. Beliau wafat pada 1 Januari 1968.

(2)
KHR Abdul Qodir (putra beliau dari Nyai RA Mursyidah asal Kraton Yogyakarta). Pada tahun 1953, para santri penghafal al-Quran dikelompokkan menjadi satu dalam sebuah wadah, yakni Madrasatul Huffadz yang bergabung oleh KHR Abdul Qodir, dibantu KH Mufid Mas'ud (menantu KHM Moenauwir), Kyai Nawawi (menantu KHM Moenauwir) dan Hasyim Yusuf dari Nganjuk. Ada 2 sistem yang dicapai di Madrasatul Huffadz;

Pertama, adalah Sistem Perseorangan, yakni Kyai menurut santri untuk menghafalkan suatu ayat, surat maupun juz.

Kedua, adalah Sistem Jama'ah Mudarosah, yakni seorang santri disuruh menghafal suatu ayat, surat atau juz, kemudian membacanya lantas berhenti dan melihat oleh santri yang lain, demikian sampai khatam 30 juz.

Untuk mentash-hih kembali hafalan santri-santri yang sudah khatam, maka diharuskan melakukan 'Ardloh secara Musyafahah sampai tiga kali khatam. Untuk menguji kelancaran hafalan, adalah dengan dibacanya ayat oleh Kyai dan santri disuruh melanjutkannya. Begitu pula ditanyakan kepada santri tentang letak ayat tersebut dalam surat apa, halaman berapa, bagian mana, lembar kiri atau kanan, ayat nomor berapa, sampai surat baru masih berapa ayat lagi.

Seperti pengirimanuk beluk menghafalkan Al-Quran di Madrasatul Huffadz saat itu. Setelah hafal seluruh Al-Quran, maka selama 41 hari Mudarosah (nderes) dengan mengkhatamkan 41 kali juga.
KHR Abdul Qodir wafat pada 2 Februari 1961

(3)
KH 'Ali Ma'shum (menantu beliau asal Lasem, suami dari Nyai Hj. Hasyimah). Beliau sudah turut mengasuh Pesantren sejak 1943, beliau adalah perintis dan pengasuh pengajian Kitab-kitab selepas KHM Moenauwir wafat, yakni sejak kepulangan beliau dari Tanah Suci dalam rangka menimba ilmu. Dalam penyelenggarannya, beliau menerapkan beberapa sistem, yakni Sistem Madrasi (Klasik) dan Sistem Kuliyah, yang masing-masing dilengkapi dengan Pengajian Sorogan (individu).

Adapun Pengajian Sorogan ini, beliau berlakukan dengan model Semi-Otodidak, yakni dengan ditentukannya suatu kitab oleh KH 'Ali Ma'shum untuk dikaji seorang santri. Tiap sore hari, santri tersebut harus menghadapi beliau untuk membaca kitab. Dalam hal ini, santri harus berusaha mempelajarinya sendiri, baik dalam cara membaca maupun menela'ah maknanya, baik dengan bertanya maupun berdiskusi dengan rekan dan kitab yang sudah ada maknanya.

Sedangkan KH 'Ali Ma'shum cukup menyimak bacaan santri sambil mengajukan beberapa pertanyaan, dan membenarkan jika ada kesalahan membaca dan memahami isinya. Dengan sistem ini, beliau maupun santri telah banyak memberikan waktu serta membuahkan hasil yang memuaskan lagi cermat.
KH 'Ali Ma'shum wafat pada tahun 1989.

Demikianlah estafet kepemimpinan Pesantren terus bergulir, semakin berkembang seiring bertambahnya usia, baik dalam metode maupun corak Pesantren, namun tak lepas dari sentuhan khas salafiyahnya.

Dan tentunya, tetap fokus pada misi awal yang dirintis Sang Muassis (Pendiri), yakni membumikan Al-Quran, memasyarakatkan Al-Quran dan meng-al-Quran-kan masyarakat.

Sumber:


 http://salimaryatejja.blogspot.com/2011/11/silsilah-guru-quran-dan-biografi-kh.html

SETELAH DIKUKUHKAN OLEH KAKANWIL KEMENAG, APRI JATIM SIAP MEMBAWA PENGHULU LEBIH BAIK

 



Bherenk.com. Surabaya.  Sejumlah pejabat teras kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur dan para kepala seksi Bimas se-Jawa Timur nampak hadir pada pengukuhan dan Rapat kerja Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jawa Timur yang dilaksanakan pada 23 Desember 2020 di ball room Hotel Swiss Bellinn Surabaya. Hadir pula utusan dari 36 APRI tingkat kabupaten se Jawa Timur. 


Seremonial acara diawali dengan menyanyikan lagu indonesia Taya dilanjut dengan menyanyikan mars APRI, semua yang hadir nampak mengikuti acara penuh hidmat. Nama-nama yang tercantum dalam SK pengurus APRI Jawa Timur dibacakan oleh pengurus APRI Pusat Totok Supriyanto, M.Hi, selanjutnya para pengurus APRI ini dikukuhkan oleh kepala kantor Kementerian Agama Jawa Timur bapak KH. Dr. Ahmad Zayadi, M.Pd termasuk penyerahan bendera pataka APRI dari APRI pusat ke APRI Jawa Timur.

KH. Dr. Ahmad Zayadi, M.Pd

Dalam sambutannya kepala kantor Kementerian Agama Jawa Timur KH. Dr. Ahmad Zayadi, M.Pd menyampaikan, kami menyambut dengan sangat  luar biasa dibentuknya Asosiasi Penghulu (APRI) Jatim ini, karena ini menjadi memenuhi persyaratan sebab jabatan profesional itu harus ada asosiasi yang melindunginya, ini penting sebagai satu instrumen dimana kemudian dengan asosiasi ini maka lalu banyak kesempatan yang bisa kita dapatkan, yaitu sekurang kurangnya masing masing kita punya kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai pejabat profesional penghulu, ini penting karena kita dituntut dengan beberapa target capaian  kinerja maka peningkatan kapasitas dan kapabillitas ini menjadi sebuah keniscayaan.

Lebih lanjut kanwil Kemenag Jatim yang akrab dipanggil pak Zay ini mengatakan, tantangan kedepan terhadap layanan kantor Kementerian Agama  tingkat kecamatan, jadi sejatinya KUA itu adalah kantor kementerian agama tingkat kecamatan  atau semacam front liner nya kemenag. Karena sebagai front liner maka kita bisa membayangkan mitra kerja kita itu siapa saja, mitra kerja itu kapolsek, danramil dan entitas mitra kerja yang lainnya. Kendati dalam nomenklatur yang ada kita mengenali kantor kementerian agama tingkat kecamatan itu dengan istilah kantor urusan agama.

Hari ini ada beberapa tuntutan yang nyata nyata dialamatkan pada kita dari masyarakat yang akan mendapatkan layanan dari kantor urusan agama, diantaranya :

1. Sebagai entitas pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat maka kantor urusan agama harus bisa memberikan layanan yang ramah, keramahan layanan itu akan ditentukan oleh dua hal ; respon terbaik terhadap kebutuhan masyarakat dan responsif terhadap perubahan tehnologi, sebagai contoh aplikasi-aplikasi yang dihasilkan oleh guru madrasah itu jauh lebih banyak daripada  yang dihasilkan oleh guru diluar madrasah, padahal guru guru madrasah kita itu rata-rata tamatan IAIN, dan jawa timur potensinya luar biasa, ini yang harus kita syukuri bersama sama, maka perlu betul nanti kawan-kawan kepala seksi  Bimas Islam agar memberikan perhatian yang seksama kepada kawan-kawan penghulu di masing-masing daerahnya, kawan-kawan penghulu adalah mitra strategis untuk memikirkan bagaimana layanan terbaik di kementerian agama di setiap kecamatan, citra publik nanti akan dibangun melalui ujung tombak kita yang salah satu diantaranya adalah para penghulu ini. 

Karenanya saya berterimaksih kepada semua kepala seksi Bimas Islam yang hadir menjadi saksi pengukuhan pengurus APRI jawa Timur pada sore hari ini.

2. Penghulu yang diberi tugas tambahan sebagai kepala maka dia harus mampu mengharmonisasi kantor urusan agama kendati terdapat banyak entitas dan komponen di dalamnya.

Sementara Amanullah, M.Hi  selaku kasi Kepenghuluan kementerian Agama Jawa Timur menekankan pentingnya peningktan kapasitas dan kapablitas seorang penghulu untuk menghadapi semakin kompleksnya persoalan terkait kepenghuluan dan keagamaan dan di tengah masyarakat, para penghulu harus profesional, profesional itu berbasis literasi, kaedah fiqih dan regulasi.


Bahrul Ulum, S.Ag, M.Si  ketua APRI Jatim terpilih  masa khidmat 2020 -2024 yang sekaligus kepala KUA Bangil Pasuruan beharap bahwa semua penghulu Jawa Timur mampu memberikan pelayanan terbaiknya pada masyarakat  dengan mengacu kaedah dan aturan perundangan yang berlaku, kami akan bersama-sama berupaya mengupgrade kapasitas dan kapabilitas seluruh penghulu khususnya Jawa Timur agar kita semua menjadi lebih baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik pula. Hal ini akan bisa terwujud jika kita  semua  bersama- sama mempunyai komitmen untuk menjadi lebih baik. Bahrul sapaan akrab ayah tiga anak ini berharap bagi APRI  kabupaten/kota untuk bersinergi dengan semua stake holder terkait  termasuk dengan seksi Bimas Islam, seksi UP, bagian keungaan, bagian umum (perencanaan) dll sehingga kehadiran APRI dirasakan sebagai organisasi yang Top Down bukan button up. 

Kedepan kami berharap mampu merekomendasikan pada PP APRI terkait beberapa regulasi yang dirasakan ambigu bagi kawan-kawan penghulu, sehingga banyak tafsir dalam aplikatifnya yang pada gilirannya masyarakatlah yang terkena imbasnya, misal di kabupaten A boleh sementara di kabupaten B tidak boleh bahkan yang runyam satu kabupaten beda KUA bisa juga berbeda dalam penafsiran. Kami juga akan berupaya merekomendasikan agar ada peninjauan biaya pencatatan nikah antara kantor dan diluar kantor, serta biaya pelayanan khusus lainnya juga diatur sehingga tidak ada lagi terdengar kasak kusuk bahwa ada KUA yang masih melakukan tarif diluar aturan yang ada, Bahrul mengakhiri dengan penuh optimis. (bherenk)

MANFAAT DAUN KELOR

Daun Kelor


Bherenk.com Manfaat daun kelor bagi kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Tanaman ini memang sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang baik untuk menjaga tekanan darah hingga mencegah kanker. Tak hanya itu, daun kelor ternyata memiliki beragam manfaat lainnya.


Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman tropis yang sejak lama telah dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional. Tanaman ini dapat dikenali dari bentuk daunnya yang berukuran kecil. Pohon kelor juga mudah tumbuh dan bisa hidup di tanah yang tidak terlalu subur.


Daun kelor dapat diolah menjadi jamu, teh herbal, hingga suplemen. Tak sedikit pula orang yang menggunakan daun kelor sebagai bahan masakan. Dalam pengobatan tradisional, daun kelor dipercaya berkhasiat untuk mengobati diabetes, nyeri sendi, infeksi bakteri, hingga kanker.


Kandungan Nutrisi Daun Kelor

Di dalam sekitar 2 gram daun kelor, terkandung 14 kalori dan beragam nutrisi berikut ini:


2 gram protein

1,8–2 gram karbohidrat

0,8 miligram zat besi

8,8 miligram magnesium

70 miligram kalium

38–40 miligram kalsium

11 miligram vitamin C

600 IU vitamin A

8,5 mikrogram folat

Selain beragam nutrisi di atas, daun kelor juga mengandung vitamin B, serat, fosfor, selenium, zinc, dan tembaga. Daun kelor juga mengandung banyak antioksidan, seperti polifenol.


Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan

Telah disebutkan sebelumnya bahwa daun kelor dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang baik untuk kesehatan. Berikut ini adalah beragam manfaat daun kelor yang dapat Anda peroleh:


1. Menurunkan kadar gula darah

Sebuah penelitian menemukan bahwa daun kelor terlihat dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan efektivitas kerja hormon insulin. Manfaat ini baik untuk mencegah diabetes dan terjadinya resistensi insulin.


Akan tetapi, manfaat daun kelor sebagai pengobatan diabetes pada manusia masih perlu diteliti lebih lanjut.


2. Mengatasi peradangan

Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera. Namun, Anda bisa mengonsumsi daun kelor untuk meredakan peradangan yang dialami. Ekstrak daun kelor dipercaya mengandung zat yang dapat mengurangi peradangan.


3. Mengontrol tekanan darah

Daun kelor banyak mengandung kalium dan antioksidan. Berkat kandungan tersebut, tanaman ini diketahui bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan menjaganya tetap stabil sehingga dapat mencegah hipertensi.


4. Memelihara kesehatan dan fungsi otak

Kandungan antioksidan di dalam daun kelor juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak. Beberapa riset menunjukkan bahwa asupan antioksidan yang tercukupi dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.


Daun kelor juga dipercaya baik untuk mendukung kinerja otak dan meningkatkan memori.


5. Menghambat pertumbuhan sel kanker

Ekstrak daun dan kulit batang pohon kelor terbukti efektif menghambat pertumbuhan sel kanker, seperti kanker payudara, pankreas, dan usus besar. Manfaat daun kelor tersebut diduga berkat kandungan antioksidannya yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.


6. Meningkatkan daya tahan tubuh

Berdasarkan penelitian di laboratorium, ekstrak daun kelor diketahui dapat melindungi tubuh dari berbagai jenis kuman, seperti Salmonella typhi penyebab tifus, Escherichia coli penyebab diare, dan Staphylococcus aureus penyebab infeksi kulit.


Daun kelor juga diketahui dapat melawan virus, terutama jenis virus herpes simplex (HSV).


Selain berbagai manfaat di atas, daun kelor juga dipercaya baik untuk mengurangi kolesterol, mengatasi disfungsi ereksi, dan mencegah kambuhnya gejala asma.


Sayangnya, berbagai manfaat daun kelor tersebut masih perlu diteliti lebih lebih lanjut terkaitnya efektivitasnya pada manusia. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan daun kelor sebagai pengobatan penyakit tertentu.


Perlu diingat pula bahwa sejauh ini daun kelor belum terbukti aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. 


Sumber:

https://www.alodokter.com/kandungan-dan-manfaat-daun-kelor-bagi-kesehatan

AKIBAT HUJAN DERAS, TANGGUL KALI MAYANGAN JEBOL, WARGA BERHARAP PEMERINTAH TURUN TANGAN

 

Warga Mayangan bergotongroyong memperbaiki tanggul


www.bherenk.com Jombang, Sabtu, 12 Desember 2020, Warga Mayangan Kec. Jogoroto melaksanakan gotong royong untuk memperbaiki tanggul kali yang jebol akibat guyuran hujan beberapa hari yang lalu, hari ini kondisinya sudah menghawatirkan dan darurat. Jika tidak segera diperbaiki maka bisa menganggu  jalan poros penghubung antar dusun  yang setiap hari digunakan warga untuk beraktifitas dan anak-anak pergi sekolah.

           Bapak Faqih selaku kepala dusun Mayangan mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan bantuan baik tenaga maupun material dari warga Mayangan dan luar Mayangan. Semangat gotong royong  ini harus terwariskan dari generasi ke generasi ucap beliau saat mendampingi warga bergotong royong, beliau juga menambahkan bahwa dananya dari swadaya atau omplongan warga yang terkumpul semuanya digunakan untuk membeli tanah urug dan kebutuhan lainnya.

           Miftah tokoh pemuda  Mayangan berharap Semoga segera ada anggaran perbaikan dari pemerintah untuk tanggul kali Mayangan yang jebol, karena kondisi tanggul sepanjang sungai ini juga kondisinya memprihatinkan , dikanan kiri sungai belum ada penahan tanggul yang permanen. 

Kondisi tanggul yang jebol


           Miftah yang juga pengurus GP Ansor ini menambahkan, bahwa warga berharap agar pihak-pihak terkait segera turun tangan untuk memperbaiki tanggul biar masyarakat tidak was was lagi jika wilayah mereka diguyur hujan deras.

MENEROPONG CALON Pj. KEPALA DESA MAYANGAN

M Miftahus Saidin

         www.bherenk.com Jombang Mayangan adalah salah satu desa yang berada di wilayah administratif Kec. Jogoroto kabupaten Jombang. Desa agraris yang kental akan nilai agamisnya. Tepat pada tanggal 18 Nopember 2020, Bapak Juri selaku Kepala Desa Mayangan meninggal karena penyakit yang dideritanya.

            Semoga pengabdian dan pengorbanan beliau selama memimpin desa Mayangan dicatat sebagai amal baik serta semua kesalahan dan kekhilafannya diampuni Allah SWT. Amin.

         Di mata warga Mayangan pak lurah Juri dikenal sangat akrab dan dekat dengan warga, beliau selalu ada waktu buat warganya. Masyarakat merasa sangat kehilangan dengan kepergian beliau. 

        Satu bulan ini, Mayangan kosong tanpa ada kepala desa definitif. Kasak kusuk warga terus bergulir, menunggu ketidakpastian siapa dan kapan Pj kepala desa Mayangan akan terisi, mereka berharap mengetahui background atau profile dan track record siapa  Pj kepala desa Mayangan yang akan ditugaskan Bupati Jombang. Warga berharap Pj. kepala desa nantinya bisa bersama warga Mayangan untuk melanjutkan program-program pembangunan yang sudah direncanakn kepala desa sebelumnya. 


         Kekosongan Kepala Desa ini tidak boleh dibiarkan berlarut larut, karena ini akan menguras energi warga Mayangan. Dalam dialog-dialog kecil antar warga, sedikit banyak akan muncul bahasan siapa kira-kira sosok Pj. Kepala Desa Mayangan yang akan menggantikan tongkat estafet kepemimpinan pak Juri. 

         

         Masyarakat juga bertanya-tanya bagaimana mekanisme penunjukan Pj. juga terkait siapa yang akan ditugaskan untuk menjadi Pj Kepala desa meskipun hal tersebut menjadi  prerogratif Bupati. 

       Salah satu tugas Pj Kepala Desa adalah menyiapkan tahapan pelaksanaan pemilhan Kepala Desa Antar Waktu ( KDAW). dalam  Peraturan Bupati Jombang No. 25 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Tahapan Pemilihan Kepala Desa. di BAB VI Tentang PEMILIHAN KDAW MELALUI MUSYAWARAH WARGA sudah diatur sangat jelas bagaimana terkait prosedur dan mekanismenya.

        Semoga Pj kepala desa Mayangan segera ditunjuk kemudian ditugaskan oleh Ibu Bupati Jombang. Namun sebelum hal itu dilakukan warga Mayangan diberi kesempatan  untuk bermusyawarah melalui musyawarah desa (MUSDES) untuk mengetahui aspirasi warga Mayangan terkait kreteria sosok Pj kepala desa, barangkali ada usulan nama Pj dari warga Mayangan,  kemudian BPD akan mengusulkan nama-nama yang sudah terjaring dalam Musdes kepada Bupati.

         Semua warga berharap Mayangan tetap kondusif, guyub, aman dan damai. terkait siapa saja Pj yang ditugaskan semua akan diserahkan kepada Ibu bupati. semoga Ibu Bupati  tetap amanah dan adil dalam membuat keputusan, amin


Oleh : M. Mifathus Saidin

Al-Birky Foundation, Peduli Desa