Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

KADER NU

Gambar
Orang NU yang punya kapasitas mengurus NU sebaiknya jadi pengurus NU. Tidak di pusat ya di wilayah atau di cabang atau di ranting. Tidak di NU ya di lembaga dan banom NU. NU punya banyak lembaga dan Banom. Artinya banyak ruang pengabdian. InsyaAllah berkah. Hadlratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari dawuh:  “Siapa yang mau ngurus NU saya anggap jadi santriku. Siapa yang jadi santriku, saya doakan husnul khatimah sekeluarganya.” Pengurus NU itu yang benar-benar ngurus NU, bukan sekadar numpang nama. Dulu di masa orang-orang tua, termasuk orang tua saya, ngurus NU itu ya bikin undangan sendiri, diantarkan sendiri (pakai sepeda jengki), nyiapin ‘ubo rampe’ sendiri kalau ada kegiatan. Juga menginisiasi pengajian, ngontel, tanpa harapan bisyarah. Paling banter pulang dibawain berkat. Era sekarang organisasi sudah lebih maju, tetapi polanya hampir sama.  NU itu organisasi (jam’iyah), bukan sekadar komunitas (jama’ah). Tugas pengurus itu men-jam’iyah-kan jama’ah. Ber-NU itu bukan sekadar beribadah ca

SULINGAN BUAH MENGKUDU

Gambar
Air sulingan buah mengkudu www.bherenk.com Jombang. Proses penyulingan buah mengkudu diawali dengan buah mengkudu difermentasi selama 1 bulan, kemudian baru disuling setetes demi tetes. Karena kemurnian itulah maka air sulingan mengkudu ini tahan sangat lama. Manfaat air sulingan buah mengkudu  :  1. Menormalkan tekanan darah 2. Menekan rasa sakit 3. Menormalkan gula darah 4. Menormalkan kolesterol 5. Membunuh bakteri 6. Mengendalikan alergi 7. Menekan terbentuknya radikal bebas 8. Meningkatkan kekebalan tubuh 9. Pencegahan kanker 10. Meningkatkan gairah seksual 11. Ambeien 12. Kanker payudara 13. Sesak nafas/mengeluarkan dahak dll Zat-zat di dalam buah mengkudu ternyata benar-benar berguna untuk mengatasi berbagai penyakit sebagaimana dipercaya sejak dulu.  Air sulingan buah mengkudu merangsang tubuh memproduksi Nitric Oxide (NO), dan Serotonin senyawa yang berguna agar dinding saluran darah menjadi relax dan melebur, menurunkan tekanan darah, membantu berbagai keluhan atau gangguan j

RAPORT MERAH BUAT KHOFIFAH?

Gambar
A Yok Zakaria Oleh :  A Yok Zakaria  Pemberian Rapor Merah terhadap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa oleh aktivis Cipayung minus PMII tapi plus IMM yang saat ini sedang viral telah menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat, betulkah Gubernur Jatim gagal menangani Covid-19? Saya tidak punya kompetensi yang cukup untuk ikut-ikutan menganalisa sukses atau gagalnya Gubernur Jatim dalam menangani Covid-19, namun sekilas menurut saya penatalaksaaan pencegahan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur on the right track. Jawa Timur adalah provinsi besar, padat dan penuh dinamika, capaian seperti saat ini dalam penanganan Covid-19 merupakan sesuatu yang luar biasa bagi Gubernur Khofifah.  Namun dalam catatan singkat akhir Ramadhan 1441 H ini saya ingin melihat dari sisi yang berbeda, yaitu disharmoni hubungan Gubernur Khofifah dengan para aktivis mahasiswa minus PMII, sehingga Gubernur Khofifah diberi rapor merah padahal sebenarnya tidak merah. Adik-adik aktivis itu punya senior,

BENARKAH MODEL PENGAJIAN ONLINE KYAI NAHDLIYYIN AMBYAR? MENJAWAB TULISAN KH. IMAM JAZULI, Lc

Gambar
Dengan segala hormat, izinkan saya menanggapi tulisan KH. Imam Jazuli, Lc ini dengan penuh takdhim. Memahami tulisan ini sebenarnya saya mengalami kesulitan, ada beberapa alinea yang  menurut saya tidak sambung dengan atasnya secara makna. Namun saya akan mencoba membuat kongklusi dari tulisan ini, bahwa penulis ingin mengatakan metode dakwah Nahdliyyin khususnya model dakwah online perlu ada pembenahan sehingga mampu bersaing dengan kelompok masyarakat lain, biar tidak malu maluin, mungkin kurang lebihnya itu yang ingin dikatakan penulis. Hal tersebut menurut saya adalah sangat baik sebagai otokritik penulis sebagai warga NU apalagi beliau pernah menjadi pengurus NU. Namun ada sedikit yang menggelitik hati saya benarkah data penulis bahwa pemirsa ngaji online tokoh dai diluar NU lebih banyak ketimbang kyai NU? Penulis menyebutkan bahwa Aa Gym dan Abdus Somad itu jumlah pemirsanya jutaan, mengalahkan kyai NU, karena menurut penulis faktanya kyai NU mimim penonton saat ngaji online.  Ma

DILEMA NGUSTADZ

Gambar
Arif Maftuhin* Salah satu kebahagian saya tahun ini adalah bisa puasa penuh di rumah, tanpa perlu ke sana kemari untuk memenuhi jadwal imam taraweh dan ceramah Ramadan di masjid-masjid sekitar. Saya bahagia karena tidak perlu berhdapan dengan 'dilema Ngustadz' yang selalu menghantui pikiran setiap Ramadan tiba. Walaupun punya sedikit pengalaman mondok, sekolah juga di madrasah dari nol sampai S3, memberi ceramah kegamaan itu tidak pernah menjadi cita-cita dan hobi. Saya selalu merasa canggung saat harus mengisi pengajian. Saya selalu merasa khawatir gagal memenuhi ekspektasi audien. Saya juga was-was jangan-jangan apa yang saya sampaikan tidak menarik. Tidak jarang, saya ingin menyudahi ceramah ketika waktu yang disediakan oleh panitia baru separoh jalan dan saya merasa gagal menyambungkan hati/mood dengan audiens. Maka, kalau pun kemudian saya bersedia menjadi khatib Jumat di sebuah masjid, selalu ada alasan 'terpaksa' yang membenarkan. Saya bersedia menjadi khatib di

BRONTOSENO, KEDAI KOPI YANG RAMAH DAN NYAMAN

Gambar
Hema Peristiwanto, pemilik kedai Brontoseno   www.bherenk.com   Masyarakat Indonesia memang penikmat kopi, mulai generasi tua hingga generasi milenial kini gandrung akan kopi. Banyak permintaan kopi memunculkan  banyaknya ide untuk membuka gerai kopi, warung kopi, coffeshop atau apalah namanya yang pada fokus pelayanannya adalah menyajikan kopi sebagai menu andalan. Agar banyak pengunjung yang mau datang di kedai kopi maka banyak dari pemiliknya memberikan layanan plus misalkan ada internet gratis (wifi), TV cable, fill music dll. Adalah Hema Peristiwanto pemuda desa yang mencoba keberuntungan dengan membuka kedai kopi di kampung halamannya. Pria ini  membuka kedai kopi yang berlokasi di desa Tapen Kec Kudu Kab Jombang, atau tepatnya di pojok pertigaan pasar Tapen. Lelaki yang sudah berkeluarga ini menuturkan, awal ide membuka kedai kopi adalah karena melihat peluangnya cukup lumayan, sekitar dua tahun yang lalu di daerah sini belum ada kedai kopi yang lumayan representatif waktu i