BANGGANYA WARGA NU MOJOAGUNG, SAAT PCNU JOMBANG MEMPUNYAI KANTOR BARU

Kantor Baru PCNU Jombang


Oleh : AH. Hamdah

www.bherenk.com Jombang, 21 April 2019 warga NU   Jombang resmi mempunyai kantor baru. Dua bangunan megah berdiri kokoh di luasan tanah 7000 m² yang terletak di desa  Ngrowo Gambiran Kec. Mojoagung Kab. Jombang, bangunan depan adalah kantor yang digunakan oleh PCNU Jombang sementara bangunan terpisah dibelakangnya digunakan untuk gedung serbaguna.

Saat peresmian kantor baru PCNU Jombang  kami sebagai warga NU Mojoagung sangat bangga,  karena peresmian tersebut selain dihadiri bupati Jombang, muspida, muspika,  sejumlah tokoh masyarakat, tokoh NU, warga NU  hadir di acara tersebut juga karena gedung itu berada di lokasi wilayah Mojoagung kami juga ikut sumbangsih dengan memberikan  berupa lahan tanah, sebab seluruh lahan tanah yang ditempati kantor PCNU baru itu milik atau aset MWCNU Mojoagung urai H. Farhan Nurul Islam salah satu pengurus MWCNU Mojoagung.


Sekitar tahun 1999 MWCNU Mojoagung pada masa kepemimpinan  KH. Sirojam Syafii berkeinginan mendirikan rumah sakit, maka diadakan musyawarah untuk membentuk sebuah yayasan yang akan mengelola rumah sakit tersebut. Hasil dari keputusan rapat menyepakati KH. Wahid Bisri Denanyar yang saat itu menjadi anggota DPR RI menjadi ketua Yayasan Rumah Sakit NU Mojoagung termasuk pula KH. Abdurrahman Usman yang menjabat ketua tanfidziyah PCNU Jombang saat itu masuk juga dalam kepengurusan tersebut.

Hasil usaha serta jerih payah pengurus Yayasan RSNU Mojoagung banyak membuahkan hasil, banyaknya  sumbangan dari masyarakat maupun pemerintah saat itu membuktikan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada  yayasan RSNU dan MWCNU Mojoagung sehingga pada sekitar tahun 2000 an mampu membeli  beberapa lahan tanah. 

Lahan-lahan tanah sawah yang terbeli berada di desa Ngrowo Gambiran Kec.  Mojoagung  Kab. Jombang itu lokasinya sangat strategis berada di sisi utara poros utama jalan propinsi Surabaya -Jombang,  Jika diurut tata letaknya beserta luasan lahannya terbagi dalam tiga blog yang kesemuanya adalah atas nama MWCNU Mojoagung dan berkekuatan hukum. 

Jika dilihat per blok lahan pertama yang paling timur luasnya 2200 m², kemudian disebelah baratnya ini ada lahan miliknya dealer motor Yamaha Mojoagung yang luasnya sekitar 7.000 m² , sebelah baratnya dealer Yamaha ini ada lagi lahan miliknya MWCNU Mojoagung seluas 7.000 m² hampir sejajar dengan lahan milik dealer Yamaha dan disinilah kantor PCNU baru berdiri, sebelah barat lahan MWCNU ini terpisah lagi dengan lahan milik orang lain kira-kira luasnya 1 Ha, di baratnya lahan ini ada lagi lahan miliknya MWCNU Mojoagung seluas 5.000 m². Jadi total aset MWCNU  Mojoagung di areal ini 14.200 m², klick video Lokasi aset lahan tanah MWCNU Mojoagung Jombang.

Pada saat periode menteri kesehatan RI dijabat ibu siti Fadhilah Supari kami dapat informasi bahwa pengajuan proposal pembangunan Yayasan  RSNU Mojoagung yang sudah kami ajukan akan di acc dengan nominal 21 milyar saat itu. Persiapan membangun telah dilaksanakan dengan matang termasuk persiapan menerima dana bantuan dari menteri kesehatan, namun dalam perjalanannya kami "terhalang" sehingga rencana bantuan dari ibu menteri pun kandas dan batal.

Karena banyaknya energi yang sudah terkuras maka pengurus yayasan RSNU Mojoagung stagnan. Melalui beberapa kajian, musyawarah dan fasilitasi beberapa tokoh Jawa Timur saat itu maka bantuan ibu menteri yang rencana awalnya untuk yayasan  RSNU Mojoagung dialihkan untuk PT. RSNU milik PCNU Jombang yang besarannya kita tidak tahu, maka berdirilah RSNU Jombang yang berlokasi di Diwek hingga kini.

Lahan-lahan tanah milik MWCNU ini dari tahun-ketahun hanya bisa ditanami meskipun hasilnya lumayan untuk tambahan kas jamiyyah namun keinginan awal bahwa tanah dibeli agar bisa dimanfaatkan untuk mendirikan RSNU Mojoagung masih membayangi kami waktu itu.

Awal kepemimpinan KH. Salmanuddin menjadi ketua PCNU Jombang di tahun 2018 an berkeinginan membuat kantor NU baru karena dirasa kantor NU yang lama kurang strategis. 

Keinginan Gus Salman panggilan akrab KH. Salmanuddin mendirikan kantor NU baru bersambut gayung saat disampaikan pada tokoh tokoh NU Mojoagung, disamping gus salman sendiri asli orang Mojoagung juga karena tokoh tokohnya juga akrab semua. 

Dalam sebuah musyawarah diputuskan bahwa lahan tanah sawah MWCNU Mojoagung boleh dibangun untuk kantor PCNU Jombang asalkan dengan syarat ada kesanggupan menyatukan aset 3 blok  lahan MWCNU Mojoagung baik dengan tukar guling atau dibeli,   agar bisa menyatu lahannya sehingga dalam pengelolaan lebih mudah. Kalau lahan sudah menyatu semua maka di lokasi itu disamping dibangun kantor PCNU Jombang nanti akan dibangun juga mini market, pujasera, rest area, mushola, gedung serbaguna, area parkir dll yang pengelolaan dan profitya akan sharing antara MWCNU Mojoagung dengan PCNU Jombang, syarat inipun disepakati bersama antara PCNU Jombang dengan MWCNU Mojoagung.

Tahun 2018 pembangunan pun dimulai, hanya butuh setahun sudah berdiri dua bangunan cukup besar, bagian depan digunakan kantor PCNU yang bagian belakang untuk gedung serbaguna, tahun 2019 pun kantor baru PCNU Jombang diresmikan.

Hampir tiga tahun kesepakatan itu berlalu, namun hingga kini kami belum mendengar sama sekali  ada progres pembelian lahan  yang memisahkan lahannya MWCNU Mojoagung yang saat ini ditempati PCNU Jombang. Jika lahan-lahan pemisah sudah terbeli maka semua lahan bisa menyatu dan menjadi milik NU kemudian kita bersama bisa melanjutkan konsep pembangunan yang sesuai dengan kesepakatan awal yaitu membuat rest area, mini swalayan, pujasera, pertokoan, musholla dll.

Kami berharap hal tsb segera bisa terealisasi karena kami juga masih ingin membangun RSNU yang kami impikan, kami sudah menyiapkan lahan seluas 1 Ha lebih, mudah mudahan dimudahkan, pungkas Haji Farhan yang diamini abah haji Husin tokoh sesepuh NU Mojoagung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BENARKAH MODEL PENGAJIAN ONLINE KYAI NAHDLIYYIN AMBYAR? MENJAWAB TULISAN KH. IMAM JAZULI, Lc

APLIKASI PENYUSUNAN DUPAK PENGHULU

AHMAD RIFAI, PENGACARA KONDANG DARI JOMBANG YANG KAYA RAYA NAMUN TETAP RENDAH HATI