Featured

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 29 Maret 2019

SYECH JUMADIL QUBRO


*"KESAKTIAN YANG SESUNGGUHNYA"*
“Tuanku, engkau bisa berjalan di atas air....?!” murid-muridnya berkata dgn penuh kekaguman kepada Syeikh Jumadil Qubro.
“Itu bukan apa-apa... Sepotong kayu juga bisa,” Syeikh Jumadil Qubro menjawab.
Murid : “Tapi engkau juga bisa terbang di angkasa.”
Syeikh Jumadil Qubro : “Demikian juga burung-burung itu bisa,”.
Murid : “Engkau juga bisa bepergian ke Ka’bah dalam sedetik.”
Syeikh Jumadil Qubro : “Setiap Jin yang kuat pun akan mampu pergi dari India ke Demavand dalam waktu sedetik,”.
Murid : "Engkau juga kebal senjata dan kebal api..!"
Syeikh Jumadil Qubro : "Batu karang di pantai pun bisa kebal seperti itu,,!"
Murid : “Kalau begitu, apa kehebatan seorang Manusia Sakti yg sebenarnya?” murid-muridnya ingin tahu.
Syeikh Jumadil Qubro tersenyum lalu menjawab : “Manusia sakti ialah mereka yg bisa menjaga hatinya agar tidak berpaling kepada sesuatu pun selain Allah, Hatinya selalu bisa Dzikrullah dalam keadaan apapun, sehingga bisa BERSABAR ketika diuji dan bisa BERSYUKUR ketika diberi, dgn dzikirnya maka rasanya rata datar seperti AIR sehingga Tidak senang ketika DIPUJI dan Tidak sakit hati ketika DIHINA, dgn dzikrullah maka ia bisa TERBANG Hijrah dari kegelapan perbuatan dosa ke jalan ketaqwaan penuh cahaya, dan KEBAL dari segala godaan syetan, sehingga bisa ringan secepat KILAT membawa badannya untuk shalat 5 waktu...!". Maka ISTIQOMAH lebih hebat dari 1000 KAROMAH..."
Di zamannya Sayyid Jumadil Kubro dijuluki *"PANDITO RATU"* karena mempunyai Ilmu rahasia Kaysaf Laduni yg langsung dari Allah seperti Nabi Khidir as, yg mengetahui hal gaib dan ilmu-ilmu rahasia yg tidak diketahui oleh umum.
Syeikh Sayyid Jumadil Kubro merupakan tokoh kunci proses Islamisasi tanah Jawa yg hidup sebelum Walisongo. *Beliau Seorang Qutubul alamin Wali Mursyid Agung* Sultan Aulia terbesar di zamannya, penyebar Islam pertama yg mampu menembus dinding kebesaran Kerajaan Majapahit. Syeikh Sayyid Jumadil Kubro adalah cucu ke-18 Rasulullah Muhammad SAW dari garis Sayidah Fatimah Az Zahra.
Semoga ada hikmahnya, dan menjadikan kita semuanya istiqomah di jalan yg diridhai Allah SWT., .... Aamiin .
شيء لله له الفاتحة

NGANJUK SOSIALISASI PILKADES SERENTAK 2019

NGAWI (bherenk.com) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi melakukan tahapan sosialisasi Pilkades serentak 2019 di Aula RM Maimon Jalan Ir Soekarno – Hatta Ngawi, Jum’at, (29/03/2019). Acara dihadiri oleh Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggul Winarno, Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD, Ahmad Roy Rozano.
Kabul panggilan akrab Kabul Tunggul Winarno, dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan pilkades serentak bakal dilaksanakan tiga bulan kedepan tepatnya pada 29 Juni 2019.
“178 Desa dari 19 Kecamatan akan melaksanakan Pilihan Kepala Desa Serentak. Makanya kegiatan sosialisasi kita adakan selama dua hari Kamis dan Jum’at,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pemilihan Kepala Desa (Pilkades), mekanisme pemungutan suara dilakukan memakai sistem TPS sesuai jumlah dusun yang ada di Desa. Namun, apabila situasi tidak memungkinkan, maka bilik suara dibuat disatu lokasi tanpa mengurangi jumlah TPS.
“Pihak desa setelah mengikuti sosialisasi ini diharapkan segera membentuk panitia. guna sebagai prasyarat pengajuan bantuan keuangan pelasanaan Pilkades,” kata Roy.
Pelaksanaan oilkades serentak menelan anggaran daerah senilai total Rp 9,3 miliar. Mekanisme penyerapan anggaran akan dihitung sesuai dengan jumlah DPT ditambah 2 persen.
“Teknis penyerapan anggaran sekarang lebih fleksibel, dan dasar menentukan jumlah DPT sementara menggunakan jumlah DPT milik KPU,” pungkasnya. 

Sumber : https://www.jurnaljatim.com/2019/03/dpmd-ngawi-laksanakan-sosialisasi-pilkades-serentak/

Kamis, 28 Maret 2019

KHITTOH NU 1926, TANGGAPAN ATAS TULISAN KH. SHOLAHUDDIN WAHID

Tulisan ini dimuat di Jawa Pos hari ini, Jum’at, 29 Maret 2019, sebagai tanggapan atas tulisan KH Salahuddin Wahid (Gus Solah)

M. KHOLID SYEIRAZI

Saya yakin semua Nahdliyin, elit dan umatnya, setuju bahwa khittah NU bukanlah perkara yang jelas dan terang benderang. Dalam bahasa fiqh, khittah bukan perkara qath’ī (kategoris: jelas dan pasti), tetapi perkara dhannī (hipotetis: samar-samar). Ketidakpastian ini, sebagaimana Allah membagi agama ke dalam perkara muhkamat dan mutasyâbihât, tentu terkandung hikmah. Di dalam setiap perbedaan pendapat, tafsir, dan preferensi, terdapat rahmat untuk umat. Karena itu, izinkan saya menyumbangkan perspektif lain tentang khittah yang berbeda dengan tafsir guru kami, KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), dalam artikel di Jawa Pos berjudul “Beda Tafsir Khitah NU” (18/3/2019). 

NU dan Politik

NU didirikan sebagai ormas sosial keagamaan (jam’iyah dīniyah ijtimâ’iyah). Namun, NU sejak awal tidak pernah lepas dari kegiatan politik. Jadi tidak tepat anggapan Gus Solah bahwa tujuan NU sekadar “mengembangkan Islam berdasar ajaran empat madzhab, sama sekali tidak bernuansa politik.” Sebelum NU resmi berdiri, KH Abdul Wahab Chasbullah mendirikan Nahdlatul Wathan (1916), Tashwirul Afkar (1918), dan Nahdlatut Tujjar (1918). Ketiga organ ini adalah embrio kelahiran NU. 

Nahdlatul Wathan jelas bervisi politik yaitu kemerdekaan bangsa. Dalam Muktmar NU ke-11 di Banjarmasin tahun 1936, NU menelorkan ‘keputusan politik’ tentang Nusantara sebagai Dârus Salâm. Tahun 1938, di Muktamar Menes, Banten, sempat mengemuka usulan perlunya NU menempatkan wakil di Dewan Rakyat (Volksraad), meskipun ditolak. Tahun 1945, NU di bawah kepemimpinan Hadlratus Syeikh KH. Hasyim menggemakan Resolusi Jihad. Periode setelah itu, baik ketika menjadi komponen dalam Masyumi maupun setelah berdiri sebagai partai politik sendiri (1952-1973), NU terjun ke dalam politik praktis. Ketika akhirnya memutuskan kembali ke Khittah pada 1984, NU sedang menjalankan transformasi siasat, yang dalam istilah Kiai Sahal, pindah dari low politics (siyâsah sâfilah) ke high politics (siyâsah ‘âliyah sâmiyah). Poinnya, NU tidak pernah lepas dari politik, hanya beda dalam bentuk dan aktualisasinya. Memisahkan NU dari politik, seperti memisahkan rasa manis dari gula atau asin dari garam. 

Pagar Khittah

Setiap individu itu politis, apalagi jika berhimpun dalam organisasi besar. Sebagai organisasi besar, dengan atau tanpa sengaja, sebagai fâ’il (subjek) maupun maf’ūl (objek), NU akan selalu bersinggungan dengan politik dan kekuasaan. Setelah deklarasi Khittah pada Muktamar Situbondo 1984, NU menjabarkan Pedoman Berpolitik Warga NU di Muktamar ke-28 di Yogyakarta pada 1989. Pedoman itu dituangkan dalam sembilan (9) poin, berisi kerangka etik dan moral tentang partisipasi politik warga dan bagaimana seharusnya politik dijalankan. Poin 2 berbunyi “Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah politik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integrasi bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita bersama...” Poin 6 berbunyi “Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama dilakukan untuk memperkokoh konsensus-konsensus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan akhlakul karimah...” 
Politik tingkat tinggi NU adalah politik kebangsaan. 

NU, sebagaimana mandat Muktmar Situbondo 1984, menetapkan NKRI final dan berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyah) berlangsung sampai kapan pun. Dengan kerangka ini, kita perlu memaknai ulang khittah dengan tafsir yang sesuai dengan semangat keputusan Muktamar NU 1984 dan 1989. 

Menjaga Konsensus

Aspirasi untuk merongrong NKRI berdasarkan Pancasila telah berlangsung sejak Republik ini berdiri. DI/NII (1949-1952) adalah pionir gerakan makar berbalut agama. Aspirasinya diteruskan oleh Komando Jihad (1971-1981), JI (1993-2000), JAT (2008), JAD (2014), dan JAS (2014). HTI masuk Indonesia tahun 1980an dan mengusung konsep Khilâfah Islâmiyah. PKS sekarang menggemakan politik kebangsaan. Namun, semua orang tahu ideologi asal PKS adalah Ikhwanul Muslimin (IM) yang ingin menegakkan nizâm Islam. FPI basis keagamaannya tradisional, tetapi cita-cita politiknya NKRI Bersyariah. 

Sekarang kita petakan konstelasi Pilpres dan relevansinya dengan khittah. Gus Solah mengkritik keterlibatan struktur NU ke dalam upaya pemenangan Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Alasan bahwa di belakang Paslon 02 Prabowo-Sandi berdiri sejumlah kelompok anti Pancasila ditolak Gus Solah. “Tidak mungkin,” kata Gus Solah, “Prabowo seorang Letjen purnawirawan akan mendirikan khilafah.”

Saya setuju dan percaya bahwa Prabowo-Sandi tidak mungkin mempromosikan khilafah. Dalam kampanye terbuka di Manado beberapa hari lalu, Prabowo secara tegas menyatakan, “siapa yang mau mengganti Pancasila, akan berhadapan dengan saya.” Pernyataan ini, ironisnya, disampaikan di hadapan massa pengibar bendera HTI. Kasus ini tengah diselidiki oleh Bawaslu Manado. 

Bukan kali ini saja HTI dan ormas Islam sejenis terlibat dalam kampanye Prabowo. Sejak Pilkada DKI 2017, Prabowo telah dengan sadar “menunggangi” dan “ditunggangi” Islam militan yang tergabung dalam gerakan 212. Prabowo bisa saja mengaku sebagai patriot sejati dan pembela NKRI, tetapi faktanya kelompok-kelompok Islam pengusung khilafah dan NKRI Bersyariah mendompleng Prabowo untuk menghantam Jokowi yang telah bertindak tegas terhadap mereka. 

Kita belum bisa membayangkan apa kompensasi yang akan diberikan Prabowo kepada mereka seandainya menang Pilpres. Saya percaya Prabowo tidak mungkin mengganti NKRI dengan khilafah. Tetapi, tidak ada makan siang yang gratis. Pasti ada ‘jual beli’ dan kompensasi. Prabowo bisa saja memulihkan legalitas HTI dan memfasilitasi kiprah kelompok-kelompok Islam pendukungnya. Sekurang-kurangnya Prabowo akan bertindak seperti SBY, yang membiarkan kelompok Islamis berkiprah leluasa sepanjang 10 tahun kekuasaannya. Di era SBY, HTI bikin konferensi khilafah di GBK, disiarkan TVRI. SBY juga mengakomodasi PKS dengan sejumlah kursi menteri. Menteri Kominfo dijabat petinggi PKS yang konon banyak memberikan frekuensi publik kepada kelompok-kelompok Islam yang tidak ramah dengan kebhinekaan. Hasilnya kita petik sekarang. Jagat dunia mayat kita dipenuhi dengan narasi SARA dan ujaran kebencian.  

Alhasil, kontestasi politik sekarang tidak sekadar Pilpres, tetapi pertaruhan ideologi kebangsaan. Setelah Gus Dur, Jokowi adalah presiden yang berani menghadapi arus Islam garis keras. Karena itu, dalam situasi seperti ini, tidak mungkin NU netral. NU harus membersamai Jokowi menghadapi kelompok-kelompok perongrong konsensus kebangsaan. 

Sekretaris Umum PP ISNU, 
Alumnus PP Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang

Senin, 25 Maret 2019

PKS MAIN KLAIM HARI SANTRI NASIONAL SEBAGAI USULANNYA

Founder Santri Milenial, Ahmad Athoillah (Gus Ayik). FOTO: sarifa-LICOM
JOMBANG, (bherenk.com) - Ketua Hari Santri Nasional (HSN) periode 2017, Ahmad Athoillah, menganggap klaim yang dilontarkan oleh politisi PKS, Hidayat Nur Wahid dinilai ada muatan politik  untuk mendongkrak suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu 2019 mendatang.
Ahmad Athoillah, mengatakan bahwa jejak digital tidak akan hilang, terdapat banyak serpihan berita terkait hari santri. Saat itu Tahun 2014 HNW menjabat ketua MPR dan kini tiba tiba mengklaim bahwa dialah pengusul lahirnya HSN.
"Lucunya, bila dilacak ke belakang lagi terdapat ocehan salah satu penggede PKS lainnya, di bulan Juli 2014 yaitu FH yang mengatakan, siapapun yang mengusulkan hasana Hari Santri Nasional (HSN) dia sinting. Aneh bukan," kata Ahmad Athoillah, Pengasuh Asrama Sunan Ampel Ponpes Mambaul Maarif Denanyar Jombang. Minggu (24/3/2019).
Founder Santri Milenial ini juga sangat menyayangkan pernyataan HNW yang mengaburkan fakta di lapangan karena tujuan politik golongan semata. Dalam bahasa lain, hanya untuk menarik simpati dikalangan warga Nahdliyin saja. Padahal, faktanya tidak demikian, bahkan beberapa pentolan PKS menolak HSN.
"Lha wong saya yang diamanahi sebagai Ketua HSN 2017 saja tahu persis gelombang gegap gempita seluruh santri se Indonesia bersuka cita akan adanya HSN itu. Mereka sadar ini lumbung suara yang potensial untuk partainya, seharusnya tidak usah begitu,” tambah pria yang akrab disapa Gus Ayik ini.
Ia juga meminta para santri terutama santri milenial untuk melatih diri mengusai media sosial dan dilengkapi dengan keahlian jurnalistik supaya saat ada kabar yang tidak benar tentang santri dan kiai bisa diklarifikasi langsung.
“Santri milineal harus multitalenta dan bisa jurnalistik dasar. Karena tidak mungkin para Kiai kita yang mengurusi hal kayak gini, kabar ini kalau dibiarkan bisa berbahaya. Kita perlu klarifikasi dan tampilkan fakta biar mereka tak bisa seenaknya,” tandas Gus Ayik diacara Millenial Outlook.

Sumber : http://www.suarajatimpost.com/read/21460/20190325/003156/gus-ayik-jombang-angkat-bicara-klaim-usulan-hsn-oleh-hidayat-nur-wahid/

SIDAK UNBK, BUPATI DAN WABUP JOMBANG SAMBANGI SMK SE JOMBANG

Caption foto : Bupati didampingi Wabup, Kepala Dikbud UPTD dan Kepala Sekolah SMK DB usai sidak– 
bherenk. com : Hari ini telah berlangsung UNBK di tingkat SMK dan hari ini juga telah meninjau di sekolahan negeri maupun swasta, alhamdulilah semua berjalan dengan baik dan lancar, 
Hal ini disampaikan oleh Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab ketika diwawancarai oleh sejumlah wartawan. Senin (25/3/1019)
Lanjut Bupati, Dalam UNBK hari ini, siswa saat mengikuti UNBK  tidak ada yang izin sakit, akan tetapi semua siswa  bisa mengikuti UNBK.
 “Hari ini ada 3 sesi dalam ujian. Harapan kita semoga bisa lulus semua dan bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat sehingga nanti bisa membawa masa depan Jombang yang lebih baik yang cerdas, berkualitas dan berbudi luhur”.ucapnya
Sementara itu Arief Sugiharto Kepala Sekolah SMK Dwija Bhakti ketika diwawancarai menjelaskan, Persiapan UNBK tahun 2019 dimulai dengan Program Intensif Belajar (PIB) selama setengah bulan. Kemudian dilanjutkan dengan try out dan ditutup do’a bersama pada hari jum’at (23/3) kemarin sebelum UNBK dilaksanakan. jelasnya
Lanjut Arief, Hari ini senin 25 Maret 2019 seluruh sekolah tingkat SMK baik negeri maupun swasta telah berlangsung melaksanakan Ujian Nasional berbasis komputer maupun tulis, Sedangkan SMK DB sendiri kita sudah melaksanakan UNBK berbasis komputer. lanjutnya
“Tahun 2019 total siswa yang mengikuti sebanyak 490 siswa, dan dilaksanakan mulai  hari Seninsampai hari Kamis, untuk sesi ke-1 hari senin ini alhamdulilah tidak ada siswa yang izin atau Nihil”.pungkas Arief kepala sekolah SMK DB. 

Sumber : https://memoexpos.co/2019/03/25/bupati-bersama-wabup-pantau-unbk-smk-di-jombang/

JANGAN BERGURU PADA MBAH GOOGLE

Oleh : Ustadz Rojim RA

QS Almaidah 51

أِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوْقِعَ بَيْنَكُمْ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغَضَاءَ

*PENGAJIAN YANG BIKIN GALAU*


Saat pengajian rutin Kamis malam Ranting NU Candimulyo edisi 57  di Musala Assalam Perum Grand Village (13/12/2018) ada jamaah yang tanya. Beliau ini pekerjaannya bisnis di facebook.

Seringkali disela aktivitasnya mendapati video pengajian yang justru membuat hati panas. Bagaimana menyikapi ini?


Wakil Rois Syuriah  PCNU Jombang, KH M Soleh selaku narasumber menyarankan,  mboten usah dilihat.

"Kalau niat ngaji ya kepada guru yang mampu membimbing kepada Allah," ucapnya. Yang membuat hati tenang. Yang membuat ucapan dan perilaku semakin baik. Yang membuat ibadah semakin baik. Hubungan kepada Allah dan sesama manusia juga semakin baik.

"Jangan berguru kepada mbah google," ujarnya.

Sebab kita diwajibkan memilih guru. Tidak asal ngambil guru.

Kriteria utama guru yakni akhlaknya. Baru ilmunya. Sebab yang dicontoh ada akhlaknya.


Sebab setan itu banyak ilmu dan alim. Pintar menasehati. Setan hanya minus di akhlak.

Ketika menyuruh Nabi Adam dan Ibu Hawa makan khuldi, setan pakai bahasa menasehati.

QS Al Araf 21


21. وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ
Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua",


Nasehat yang membuat jauh dari jalan Allah. Nasehat yang justru bikin marah, benci, sakit hati, ragu-ragu, galau, sombong, putus asa dan menyesal.

Semoga Allah melindungi kita dari iblis saking bangsa jin dan manusia.


Saat ngaji Hikam Senin malam, Pengasuh PP Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas KH Moh Djamaludin Ahmad juga mengingatkan agar selektif memilih majelis pengajian.

"Semua orang yang duduk dalam majelis pengajian akan dapat rahmat dan diampuni dosanya. Kecuali jika majelis itu di isi membahas dunia, membahas kejelekan orang atau hanya di isi guyonan," jelasnya.

Berada dalam Majelis yang tiga niku, tidak akan dapat rahmat dan ampunan.


Semoga Allah menyelamatkan kita dari ketiganya.
Amin.



Penulis tinggal di Jombang

Minggu, 24 Maret 2019

APLIKASI PENYUSUNAN DUPAK PENGHULU

Download Aplikasi Dupak Penghulu

Setiap Pegawai Negeri Sipil(PNS) yang kini disebut Aparatur Sipil Negara (ASN) tentu menginginkan dapat naik pangkat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hal ini dikarenakan kenaikan pangkat tersebut tentu akan berpengaruh terhadap perolehan gaji pokok dan tunjangan jabatannya. Untuk jabatan fungsional tertentu dapat naik pangkat empat tahun sekali bila masih memungkinkan, sementara untuk jabatan fungsional tertentu sangat bergantung pada perolehan Angka Kredit(AK) sebagai prasyarat kenaikan pangkatnya. 


Salah satu jabatan fungsional tertentu yang tidak sedikit jumlahnya adalah jabatan fungsional Penghulu. Setidaknya dalam setiap KUA (Kantor urusan Agama) terdapat satu orang penghulu. Jika di seluruh Indonesia terdapat 5 ribuan KUA, tentu ada sejumlah 5 ribuan penghulu. 


Jabatan fungsional penghulu masih terbilang baru. Dasar-dasar penyusunan angka kreditnya masih berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Agama dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 20 tahun  2005, 14A Tahun 2005 tanggal 14 september 2005. Dikarenakan masih dianggap baru, banyak penghulu yang merasa kesulitan untuk menyusun dupak penghulunya. Al-hasil banyak yang tidak bisa naik pangkat sesuai dengan periode kenaikan pangkat yang sewajarnya (4 tahun sekali). Tidak bisa menyusun dupak penghulu sebenarnya lebih kepada kesulitan untuk menentukan bukti fisik apa dari setiap butir kegiatan yang dikerjakan. Kebingungan dalam membuat bukti fisik tersebut berakibat pada malasnya mengumpulkan bukti fisiknya. Akibatnya, dipastikan tidak bisa menyusun dupak dan tidak bisa mengumpulkan poin angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. 


Namun, ada banyak cara bisa dilakukan agar bisa menyusun dupak penghulu. salah satunya dengan Aplikasi Dupak Penghulu, Cara Mudah Mengajukan Dupak Penghulu. 

Aplikasi ini memuat beberapa bukti fisik sekaligus datanya tinggal cetak. Data berasal dari aplikasi SIMKAH yang terlebih dahulu dieksport ke Excel. 

Download Aplikasi Dupak Penghulu

ekstrak ke drive c: agar bisa dijalankan. 

Sekilas panduannya bisa dibaca pada link berikut : 

1. Panduan eksport data simkah

2. Panduan Input data user 

3. Proses data Ada sedikit perbedaan antara aplikasi dengan panduan diatas. panduan di atas untuk aplikasi lama. sementara untuk yang di download di atas sudah ada beberapa perubahan menu. Tetapi pada prinsipnya tidak jauh berbeda. 


Dihimpun dari berbagai sumber : http://duniakecilkecil.blogspot.com/2016/06/download-aplikasi-dupak-penghulu.html?m=1


SEKRETARIS GERINDA SIAP MEMBUKA DATA SIAPA TOKOH GARIS KERAS DI BELAKANG PRABOWO


JAKARTA – Setelah Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qaumas angkat bicara terkait pelaporan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj ke polisi oleh ketua Koordinator Laporan Bela Islam (Korlabi) Damai Lubis, kini Komandan Densus 99 Banser, M Nuruzzaman juga mengaku bisa membuktikan terkait adanya kelompok radikal yang mendukung pasangan capres-cawapres 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.
“Pernyataan kiai @saidaqil tentang kelompok radikal bisa kita buktikan, kelompok yg akan merubah NKRI dan Pancasila secara terbuka sudah mendukung salah satu capres,” ujar Nuruzzaman melalui akun twitternya @noeruzzaman, Sabtu (23/03/2019).
Nuruzzaman (mantan sekretaris DPP Gerindra)  juga siap membongkar secara terbuka, tapi ia masih menunggu intruksi. “Kelompok yg mendompleng pilpres/demokrasi utk kepentingan mereka. Sy nunggu intruksi utk membongkar secara terbuka,” lanjutnya.
Sebelumnya, Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qaumas (Gus Yaqut), mengatakan, apa yang dikatakan Kiai Said itu benar. “Bukan menebar kebencian, malah sebaliknya, memberikan peringatan kepada rakyat Indonesia agar berhati-hati dalam memilih pemimpin,” tandasnya.
Ia juga mengatakan, jangan sampai negara hancur gara-gara salah memilih pemimpin bangsa Indonesia, dan alangkah baiknya diteliti terlebih dahulu. “Bukan cuma calon presidennya. Tetapi juga siapa pendukungnya,” ujar Gus Yaqut.
Gus Yaqut tidak mempermasalahkan Kiai Said dilaporkan ke pihak kepolisian. Tapi, ia pun akan menantang dan membuka para eks organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berkumpul.
“Laporkan saja. Nanti kita buka sekalian faktanya,” tandas Gus Yaqut. [ARN]

Sumber : https://arrahmahnews.com/2019/03/24/mantan-wasekjen-gerindra-siap-bongkar-kelompok-radikal-pendukung-prabowo/

Sosialisasi Pemilu

NGAWI (Jurnaljatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi terus melakukan sosialisasi Pemilu 2019 kepada masyarakat dan pelajar di Kabupaten setempat. Sosialisasi itu perihal edukasi tentang surat suara dan cara pemungutan surat suara pada tanggal 17 April 2019 teus dilakukan.
Komisioner KPU Ngawi Divisi Sosialisasi, Eni Nurjanah, ST saat ditemui di Kantor KPU, Senin (25/3/2019) mengatakan, sosialisasi yang dilaksanakan itu bertajuk KPU “Ora Milih Ora Bois”.
Dalam kesempatan itu, Mbak Eni, sapaan akrab Eni Nurjanah, ST, mengimbau kepada Masyarakat yang telah berusia diatas 17 tahun untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2019.
“Sosialisasi surat suara terus kami galakkan, seluruh komponen perangkat KPU Ngawi baik dari jajaran Komisioner asampai Panitia Pungutan suara (PPS) tingkat Desa/Kelurahan dan juga ditambah Relawan Dekokrasi terus melakukan sosialaisasi,” kata Eni.
Dalam Pemilu 2019 kali ini, kata dia,ada 5 surat suara yang akan diberikan kepada pemilih. Masing-masing memiliki ciri warna berbeda. Dia menjelaskan, surat suara berwarna Kuning untuk DPR RI, surat suara berwarna biru DPRD Provinsi, sementara surat suara warna hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota.
“Sedangkan Untuk Surat suara warna merah untuk DPD dan surat suata warna abu-abu untuk Pilpres 2019,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisioner KPU Ngawi Syamsul Wathoni, SHi, MSi, berharap, pada Pemilu 2019 kali ini seluruh elemen Masyarakat bisa berbondong-bondong datang ke TPS dan juga ikut serta menyosialisasikan pemilu. 
“Sangat dibutuhkan keterlibatan Masyarakat dalan ikut berpartisipasi menyosialisasikan gerakan sadar pemilu. Sehingga partisipasinya meningkat,” singkatnya. (*)

Sumber : https://www.jurnaljatim.com/2019/03/kpu-ngawi-ora-milih-ora-bois/

Sabtu, 23 Maret 2019

PENTINGNYA LEGOWO DALAM JUAL BELI

QS Almujadilah 11
فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ

KHIYAR dan LEGOWO

Saat lailatul ijtima pengajian rutin Ranting NU Candimulyo edisi 70 di Musala Al Ikhlas Candi, Kamis (14/3/2019), Wakil Rois Syuriah PCNU Jombang KH M Soleh menjelaskan tentang khiyar. Yakni masa dimana antara penjual dan pembeli bisa membatalkan akad jual belinya. Baik yang membatalkan itu penjual atau pembeli. "Khiyar itu ada tiga," tuturnya.

Pertama khiyar majelis. Selama masih dalam satu lokasi, penjual dan pembeli bisa membatalkan akad.

Kedua, khiyar syarat. Pembeli atau penjual bisa membatalkan akad dengan perjanjian. Waktunya maksimal tiga hari. Kiai Soleh mencontohkan ayah yang belikan celana anaknya. Perjanjiannya, Jika nanti celana tidak pas dengan si anak boleh dikembalikan. Maka jika memang setelah dicoba di rumah celananya tidak pas, maka boleh dibatalkan.

Ketiga khiyar aib. Waktunya juga maksimal tiga hari. Misalnya si A beli baju. Ketika dicoba di rumah ternyata kancingnya kurang atau ada bagian yang bolong. Maka boleh dibatalkan.

Atau si penjual baru menyadari  bahwa uang yang dibayarkan pembeli ternyata palsu atau robek sehingga tak laku. Maka penjual bisa batalkan jual beli.

Kala ngaji di Mas Andik Nawawi Rabu malam, Kiai Soleh pernah menjelaskan dimensi akhirat jual beli.

Pembeli yang mau menutup aib penjual, maka aibnya kelak ditutup Allah di akhirat. Misalnya pembeli yang mendapati baju yang dibeli kancingnya kurang atau ada bolong. Lalu dia legowo. Tidak protes ke penjual. Maka kelak di akhirat aibnya akan ditutup oleh Allah.


Penjual yang mau menutup aib pembeli. Kelak aibnya bakal ditutup Allah. Misalnya penjual yang mendapati uang palsu atau robek tadi. Kok dia legowo. Tidak memprotes si pembeli. Maka di akhirat aibnya akan ditutup oleh Allah.

Di kitab Annawadir ada cerita. Ada penjual daging yang sowan akhirat hanya membawa sedikit pahala kebaikan. Karena kebaikannya sedikit, dia pun hendak dimasukkan neraka.

Wa ammaman khoffat mawazinuhu. Faummuhu hawiyah. Wama adrokama hiyah. Narun hamiyah.

Si penjual daging lalu memanggil seseorang. Rupanya dia adalah orang yang pernah mau beli daging. Orang ini sudah ngenyang. Sudah pegang-pegang daging yang mau dibeli. Ndilalah dia batal tidak jadi membeli.


Si penjual otomatis gelo dan marah. Mau misuh tapi ndak jadi misuh.

Penjual daging itu minta agar perasaan legowonya itu diberi pahala oleh Allah.

Allah lalu memberi pahala. Dan malaikat disuruh nimbang ulang.

Masya Allah.
Hasilnya langsung berbalik. Timbangan amal baiknya langsung naik. Mengalahkan kejelekannya.

Penjual daging itupun akhirnya disuruh masuk surga.

Fa ammaman saqulat mawazinuhu fahuwa fi isyatir rodiyah.


Mugi Allah paring kita saget meneladani dan mengamalkan.

Jumat, 22 Maret 2019

TIPS DAN TRIKS CARA MUDAH DAPAT JODOH


Saat aqiqoh anak kedua drg Gayuh Jomper Sabtu (26/1/2019), Pengasuh PP Sunan Ampel Jombang, KH Taufiqurrahman Muchid menyampaikan sejumlah hikmah aqiqoh. ''Anak yang belum diaqiqohi itu masih terikat, terdandera,'' ucapnya.

Doa anak yang belum diaqiqohi untuk orang tuanya, belum bisa nyampe. Setelah diaqiqohi, baru doa si anak bisa nyampe kepada ortunya.

Kiai Taufiq cerita, ada orang uangnya nyantol puluhan juta. Uangnya dipinjam tidak kunjung dikembalikan. Sudah ditagih berulang kali tetap belum disahur.

Oleh Kiai Taufiq, orang tersebut ditanya. Apakah sampean sudah diaqiqohi? Ternyata belum. Kiai Taufiq lalu menyarankan agar dia aqiqoh untuk diri sendiri.

 Alhamdulillah setelah itu, uang yang nyantol bisa kembali.

Ada pula orang punya dua anak cewek. Wis wayahe nikah, tak kunjung dapat jodoh.

Kata KH Latif Bajuri  Diwek, yang membuat anak sulit jodohnya adalah karena senang mencela hidangan resepsi pernikahan. Kalau ortunya senang mencela hidangan pernikahan, anaknya akan sulit jodohnya.

Orang yang punya dua anak perawan tak kunjung nikah tadi lantas sowan Kiai Taufiq. Sama Kiai Taufiq ditanya, apakah dua putrinya itu sudah diaqiqohi? Ternyata belum.

Oleh Kiai Taufiq lantas disuruh aqiqoh. Alhamdulillah setelah itu dapat jodoh.

KH Badrul Munir Nglundo yang ngajar di Pesantren Luhur Malang, kala ngaji di Masjid Baitus Solihin Candi juga pernah menjelaskan aqiqoh. Aqiqoh menurut  beliau berasal dari uquq yang artinya berani pada orang tua (uququl walidain). Lawannya, berbakti pada orang tua (birrul walidain).

Agar anak tidak berani pada orang tua, maka harus diaqiqohi.

Pada saat aqiqoh, biasanya rambut bayi digunting. Lalu ditimbang. Berat rambut itu misalnya setengah gram. Maka ortunya mengeluarkan uang senilai setengah gram emas atau perak untuk disedekahkan.

Dosen Undar, DR KH Sahal Afhami Nglundo ketika ngisi aqiqoh pernah menyampaikan. Hikmah rambut bayi dicukur itu adalah agar anak bebas ketombe. Bayi yang kecilnya tak dicukur, sampai besar ketombenya sulit hilang walaupun sudah ditreatmen apapun.

Mugi Allah paring kita saget mengambil pelajaran dan mengamalkan

KARUNIA ALLAH ITU TAK TERHINGGA

QS Al-Muddatsir 18
إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ

QS Al Ankabut 44
خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّلْمُؤْمِنِينَ


NGEN ANGEN-ANGENEN

Saat lailatul ijtima pengajian rutin Ranting NU Candimulyo edisi 70 di Musala Al Ikhlas Candi, Kamis (14/3/2019), Wakil Rois Syuriah PCNU Jombang, KH M Soleh, menjelaskan pentingnya berfikir. "Berfikir satu jam, lebih utama dibanding ibadah 60  tahun," ucapnya.

Ada lima hal yang oleh para ulama disuruh mikir-mikir.

Pertama, berpikirlah tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Baik yang ada di langit maupun bumi. Juga yang ada dalam diri kita. Nyamuk yang seperti itu ternyata bisa menciptakan buanyak lapangan kkhusu erja. Pabrik obat nyamuk, lotion anti nyamuk sampai raket nyamuk.

Mikir kekuasaan Allah bisa memperkuat tauhid dan keyakinan.

Kedua, berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah. Ya Allah, ngombe es kok iso suweger. Mlaku kok uwenteng, padahal akeh sing kudu dituntun. Mikir nikmat Allah bisa menimbulkan syukur.

Ketiga, mikir janji Allah. Misale dawuhe Kiai Taufiq PP Sunan Ampel dari Kitab Gunyah Syekh Abdul Qodir. Orang yang mau puasa tiga hari, Kamis, Jumat n Sabtu pada bulan Rajab diganjar seperti ibadah 900 tahun.
Mikir seperti ini bisa menumbuhkan cinta pada Allah.

Keempat, mikir ancaman Allah. Misale siapa yang zina, maka hidupnya akan sengsara dan akan punya keturunan tukang zina.

Siapa yang tidak salat di kuburan akan disiksa ular sujak. Kuburan sudah gelap, sempit, disiksa lagi. Alangkah tak enaknya..
Semoga Allah menyelamatkan kita..

Mikir ancaman seperti ini akan menumbuhkan rasa takut pada Allah.

Kelima, mikir kualitas ibadah kita dibanding baiknya Allah pada kita. Wong sing loro pingin waras biar bisa ikut ngaji. Sing waras kok males ngaji. Wong sing mati pingin urip maneh ben iso ibadah. Sing urip kok males ibadah.

Wong sing gak duwe bojo pingin duwe bojo. Sing duwe bojo kok diuring-uring ae. Wong sing gak duwe anak dungo pingin duwe anak. Sing duwe anak kok ora gelem dungakno anak e.

Sing gak iso moco Quran pingin iso moco Quran. Sing iso moco kok gak gelem moco.

Sing gak iso Diba an pingin Diba an. Sing iso Diba an kok gak gelem Diba an. Sing gak duwe mobil akas rombongan pengajian. Sing duwe mobil kok ora gelem berangkat pengajian.

Wong sing gak duwe duwik sregep sedekah. Sing duwe duwik kok gak gelem sedekah.

 Diberi Allah rezeki banyak kok gak gelem sedekah dan ibadah.

Mikir seperti itu membuat kita semangat ibadah..

Dawuhe KH Khairil Anam Denanyar, kalau ingin tahu nikmatnya hidup, tengoklah kuburan.

Kalau ingin tahu nikmatnya sehat, tengoklah orang sakit di rumah sakit.

Kalau ingin tahu nikmatnya bebas, tengoklah orang yang dipenjara.

Kata teman yang pernah di penjara. Sehari di penjara itu rasanya seperti setahun. Souuuwii.

Mugi Allah paring kita saget istiqomah berzikir dan berfikir.

#Tim bherenk.Com,   ppJombang,  20 Maret 2019

MANFAAT DAUN SERAI

manfaat serai, minuman herbal, minuman serai,JawaPos.com - Serai atau lebih dikenal dengan sereh, sering digunakan sebagai bumbu dapur pada sejumlah masakan. Seperti rempah lainnya yakni jahe, kunyit, dan salam, serai juga bisa direbus untuk diambil manfaatnya bagi kesehatan.
Cara membuat air rebusan serai cukup mudah. Siapkan 4 gelas air, 2 batang serai cincang atau digeprek, dan satu sendok teh madu. Rebus semua bahan dan sajikan hangat.
Satu air rebusan serai baik diminum setiap hari. Jika memiliki keluhan medis, berkonsultasilah dengan dokter mengenai dosisnya. Sehingga bisa mendapatkan berbagai manfaatnya.


Turunkan Berat Badan
Air rebusan serai mengandung sedikit kalori. Sehingga baik untuk diet dan menurunkan berat badan. Air rebusan serai juga membuat lebih kenyang dan mencegah makan berlebihan. Rebusan serai mengandung polifenol untuk meningkatkan pengeluaran energi dan oksidasi lemak, sehingga bisa menurunkan berat badan. Selain itu juga digunakan untuk detoksifikasi.



Diabetes
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rebusan serai dapat menurunkan kadar gula darah sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes. Tetapi konsultasikan dengan dokter jika sudah menjalani pengobatan diabetes. 

Tekanan Darah
Penelitian juga pernah mengungkapkan bahwa serai bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk hipertensi. Studi lain yang dilakukan pada 2012 menemukan bahwa asupan air rebusan serai dapat menurunkan tingkat tekanan darah. Namun tetap konsultasi dulu dengan dokter.

Lawan Kanker
Studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak serai dapat menghambat fase awal kanker, terutama hati. Satu senyawa dalam serai, yang disebut sitral, berfungsi menginduksi kematian sel dalam kasus kanker payudara.
Penelitian juga menunjukkan ekstrak serai dapat menjadi alternatif yang tidak beracun untuk pengobatan kanker. Beberapa sumber mengatakan bahwa serai juga membantu mengobati kanker prostat meskipun masih harus diteliti lebih lanjut.

Kesehatan Pencernaan
Air rebusan serai bekerja sangat baik sebagai obat alternatif untuk kram perut, sakit perut, dan masalah pencernaan lainnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa serai bisa efektif dalam mengobati tukak lambung.

Fungsi Ginjal
Rebusan serai berfungsi sebagai detoksifikasi yang baik dan bisa membersihkan ginjal.

Tidur Nyenyak
Rebusan serai memiliki efek menenangkan yang dapat membantu tidur nyenyak. Minuman ini juga meringankan insomnia dan perasaan gelisah.

Sumber : https://www.jawapos.com/entertainment/lifestyle/18/03/2019/secangkir-air-rebusan-serai-berikan-7-khasiat-kesehatan

SARIP TAMBAK OSO

Sarip Tambak Oso, Jagoan dari Gedangan SidoarjoLamat lamat dalam ingatan, saat Bapak bercerita tentang berbagai macam dongeng. Kala malam menjelang, saat istirahat di peraduan, waktu masih duduk di bangku sekolah dasar. Cerita yang begitu melekat erat, salah satunya adalah : 
gitu banyak  tertulis tentang seorang Jagoan Sidoarjo Sarip Tambak Oso, namun tak ada salahnya bila kita kembali mengenang jasa perjuangan dan memaknai perjuangan Sarip dengan kebesaran cintanya kepada Ibunya.

Sarip Tambak Oso adalah nama seorang pemuda kampung yang tinggal di wilayah Timur yaitu sekitaran sungai di dusun Tambak Oso sekarang berada di sekitaran Gedangan, Waru & Sedati Sidoarjo. Dahulu Kala Dusun Tambak Oso sendiri dibagi menjadi Dua wilayah yaitu Wetan Kali ( Sungai Bagian Timur ) dan Kulon Kali ( Sungai Bagian Barat ). Wilayah Kulon Kali dikuasai oleh seorang Jago Silat yang berprofesi sebagai Kusir Dokar/delman bernama Paidi yang memiliki senjata andalan yaitu Jagang Baceman. Dan wilayah Wetan kali dikuasai oleh Sarip sendiri.
Sejak Kecil Sarip tak pernah mengenal dekat siapakah sosok Ayahnya sebenarnya. Ayahnya meninggal sejak Sarip masih kecil dan Sarip Tumbuh hanya dengan kasih sayang Ibunya. Doa dan cinta kasih sang Ibu selalu berada dalam jiwa Sarip. Dialah satu-satunya orang tua Sarip setelah Bapaknya meninggal ketika dia masih kecil. Konon, ayah Sarip adalah keturunan dari salah seorang pejuang dalam kancah perang Diponegoro.

Ayah Sarip seorang jago silat yang melakukan semedi sehingga memiliki ilmu kanuragan. Ayah Sarip melakukan semedi di suatu tempat basah tetapi tanahnya tetap kering. Dan letaknya berada di gua-gua di Sungai yang membelah Dusun Tambak Oso. Sebelum meninggal Ayah Sarip sempat memberi Lemah Abang atau ( Tanah Merah ) kepada Sarip dan Ibunya untuk dimakan. Setelah memakan “Lemah Abang” bersama Ibunya, Sarip Tambak Oso memiliki ikatan batin dengan Ibunya. Selama Ibunya masih hidup, Sarip tidak akan pernah bisa mati meski dia terbunuh 1000 kali dalam sehari.

Selalu Tertanam dalam ingatan Sarip ketika Ibunya menggendongnya ke pasar untuk menjual hasil kebun, menjolok jambu untuknya, dan mengusap ingusnya dengan ujung jariknya yang lusuh. Sang Ibu yang selalu menunggu Sarip tertidur pulas dan merapikan selimut sarungnya sebelum dia sendiri memejamkan matanya. Pagi hari sang Ibu selalu memetik sayuran segar di kebun belakang rumahnya sebelum Sarip bangun, dan berusaha menyajikan sarapan terbaik yang dia bisa dapatkan untuk anaknya. Semua itu dia lakukan demi cintanya kepada Sarip kecil.

Keadaan keluarga yang miskin dan selalu tertindas, menjadikan Sarip kecil tumbuh menjadi seorang pemuda yang berparas keras. Namun Sarip dikenal sangat perhatian pada penderitaan orang-orang miskin di lingkungannya yang menjadi korban pemungutan pajak oleh Belanda dan Antek-antek maupun Lintah Darat. Ketidaksukaannya terhadap Belanda dan Antek-anteknya tersebut dilakukan menurut caranya sendiri yaitu mencuri harta benda orang yang bekerjasama dengan Belanda dan kemudian hasilnya dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Perbuatan Sarip ini sangat meresahkan para pejabat Belanda serta pendukungnya yang merupakan beberapa petinggi desa. Teracatat Hanya Lurah Tambak Oso yang tidak pernah mempermasalahkan Sarip, karena Sarip menjadi solusi rakyat mengatasi kemiskinan.

Suatu Saat Sarip memutuskan untuk berjuang demi Ibunya dengan merantau meninggalkan desa Tambak Oso di pojok timur Gedangan Sidoarjo sambil mencari jati dirinya. Baru Setahun pergi merantau, Ibu Sarip menyerahkan tambak warisan ayahnya kepada Ridwan, paman Sarip untuk dikelola, dengan perjanjian Pamannya yang membayar pajak dan Ibu Sarip mendapat bagian sekadarnya dari hasil tambak. Namun Ridwan tak menepati janji, tak mau membayar pajak dan tak sudi memberi bagian hasil tambak kepada Ibu Sarip. Hampir tiga tahun hasil Tambak diambil Paman Sarip tetapi pajak dibebankan ke Ibu Sarip, bahkan meminjam uang untuk membayar pajakpun tidak diberi oleh Pamannya.

Dan Ketika Asisten Wedana memerintahkan Lurah Gedangan menagih pajak tambak milik Ayah Sarip. Awalnya Lurah Gedangan menolak tugas dengan alasan Tambak Oso bukan daerah kekuasannya, namun perintah tetaplah perintah. Hasilnya, karena Lurah Gedangan termasuk gila hormat, maka tugas dilaksanakan meskipun akhirnya harus tewas ditangan Sarip. Pembunuhan terhadap Lurah Gedangan menjadikan Sarip sebagai buronan. Mualim kakak Sarip akhirnya tidak mengijinkan Sarip tinggal dirumahnya, karena takut di dakwa melindungi buronan. Saat jadi Buronan Sarip kembali sering merampok rumah-rumah Tuan Tanah Belanda dan orang kaya yang menjadi antek-antek Belanda, seperti dulu sebelum merantau. Saat itu Belanda merasa kewalahan dengan sepak terjang Sarip yang semakin berani melawan Belanda. Belanda pun menyewa pendekar-pendekar untuk melawan Sarip, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan Sarip dan teman-temannya.

Karena keserakahan dan kelicikan, Paman Sarip membuat perjanjian rahasia dengan Pejabat Belanda yaitu Kapten Hansen. Perjanjian antara Kapten Hansen dan Paman Sarip menjadi sebuah kerugian besar bagi Ibu Sarip. Dengan alasan bahwa Tambak itu merupakan Milik Ibu Sarip seharusnya semua pajak ditanggung ibu Sarip, padahal Ibu Sarip dalam beberapa bulan terakhir tidak mendapatkan setoran hasil dari Ridwan sebagai Pengelola. Paman Sarip berani melakukan hal ini karena tahu bahwa Sarip sedang tidak berada di Desa tersebut. Dengan perilaku Ridwan, Sarip menjadi berang dan berusaha menagih uang yang seharusnya menjadi Hak Ibunya. Dan masalah timbul ketika Sarip pulang untuk menagih janji Pamannya. Sang Paman minta dukungan kompeni Belanda yang berkuasa di Tambak Oso dan sekitarnya. Persoalan menjadi semakin pelik manakala Paidi, Kusir Dokar Jagoan Kulon Kali yang merangkap pengawal pribadi Ridwan dilibatkan dalam persoalan keluarga tersebut. Paidi sendiri bersedia menjadi anak buah Ridwan karena berharap bisa menjadi Suami Saropah anak Ridwan Paman Sarip.

Paidi dan Sarip sebenarnya tidak ingin saling mengusik dan bersedia menjadi Jagoan di tiap wilayahnya tetapi karena urusan ini menjadi pertarungan yang menantang bagi mereka. Pertarungan Dua jagoan ini terjadi di Sungai tambak Oso pada malam hari dimana tidak ada penduduk yang mengetahui, tetapi ternyata Senjata Jagang Baceman lebih tangguh dari Senjata Sarip yang berupa belati. Sarip tewas ditangan Paidi dan dibuang di Sungai Tambak Oso.

Pikiran Paidi sekarang lebih tenang karena merasa bahwa persaingan yang selama ini terjadi tuntas sudah. Jagoan Wetan dan Kulon Kali sekarang sudah berganti menjadi Jagoan Tambak Oso. Orang yang mengetahui kematian Sarip selain Paidi adalah Ibunya Sarip sendiri. Ketika itu Ibu Sarip sedang mencuci pakaian di sungai Sedati, melihat air sungai berwarna merah darah maka Ibu Sarip mencari sumbernya dan betapa terkejutnya karena ternyata sumber warna merah sungai Sedati adalah warna darah dari darah anaknya dan seketika itu juga Ibunya menjerit “ Sariiip..tangio leh..durung wayahe awakmu mati.. ” ( Sarip bangun nak! belum waktunya kamu meninggal ) dan seketika itu juga Sarip bangkit dari kematiannya seperti orang bangun dari tidur. Oleh ibunya, Sarip diperintahkan untuk sementara waktu menyingkir dari kampungnya dan tinggal diujung kampung.

Sarip pun kembali mencari Paidi untuk balas dendam dan bertarung. Dan Akhirnya kali ini Paidi kalah dan terbunuh oleh Sarip, Tak ayal lagi Paidi akhirnya mati juga ditangan Sarip dan keinginannya meraih predikat sebagai pendekar Wetan Kali dan Kulon Kali atau Jagoan Tambak Oso pupus sudah!

Merasa wilayahnya tercemar oleh ulah dan perbuatan Sarip yang melakukan pembunuhan dua kali yaitu Lurah Gedangan dan Paidi, Akhirnya Para Perangkat Desa, Polisi & Kompeni Belanda pun mencari tahu apa gerangan yang menjadi rahasia kehebatan Sarip sehingga bisa hidup berulang-ulang setiap dia mati. Akhirnya Belanda dapat mengetahui rahasia kelemahan Sarip dari Ridwan Paman Sarip & Mualim yang membeberkan rahasia adiknya, akhirnya Sarip dijebak dengan cara menahan Ibunya di rumah Ridwan. Diketahui bahwa kesaktian Sarip itu terletak pada jeritan kasih sayang Ibunya. Dia akan tetap hidup dengan kasih-sayang Ibunya. Lalu, Ibunya ditangkap dan dibunuh terlebih dulu oleh kompeni Belanda. Sehingga ketika Tubuh Sarip tertembus peluru kompeni, tiada lagi jeritan kasih sayang Ibunya yang memanggil namanya untuk bangkit dari matinya. Kemudian Sarip pun mati menyusul Ibu tercintanya, kemudian dikubur di daerah Gedangan dalam sumur dan ditutupi batu dan tanah oleh Belanda.


Sumber : https://www.kaskus.co.id/thread/519e3fece374b41845000001/sarip-tambak-oso-jagoan-dari-gedangan-sidoarjo/