SEDEKAH DI TENGAH WABAH COVID-19

Ahmad Suhaib



www.bherenk.com Banyaknya simpatik dari warga yang mampu terhadap warga terdampak wabah covid-19, sedikit banyak membantu menyambung hidup bagi mereka yang mengalami penurunan pendapatan penghasilan.

Para dermawan Seolah berlomba lomba menebar kebaikan dengan membantu warga yg mengalami penurunan penghasilan baik yang diberikan secara mandiri maupun dilewatkan sebuah yayasan amal.


Dari google

Mungkin ini menjadi penilai bahwa masyarakat kita sejatinya masih tinggi rasa sosialnya menanggalkan asumsi bahwa selama ini masyarakat Indoensia dicap sebagai indvidualis.

Klaster warga masyarakat yang sering disebut sebagai terparah terkena dampak covid-19 diantaranya, Ojol, transport online, pekerja pabrik, karyawan perusahaan, sehingga banyak dari klaster ini mendapatkan berlimpah bantuan dari berbagai elemen. 

Padahal klaster ini harusnya aman sebab perusahaan dari tempat mereka bekerja masih  bisa menggunakan dana CSR dan menyisihkan sedikit profit untuk membantu karyawannya yang sedang mengalami kesulitan.

Ahmad Suhaib, Koordinator Asosiasi Desa Wisata Daerah Timur Indonesia menilai bahwa hal tersebut mengakibatkan klaster yang lain yang lebih parah dampaknya tidak terekspose media dan kurang mendapat simpatik. Ambil contoh, pekerja rumahan, ojek manual, kernet, kuli bangunan, buruh tani, pekerja dan pemilik warung, buruh cuci, abang becak,  pekerja wisata, penjaga toko, guru honorer, pegawai honorer, anak usia sekolah, napi yang baru saja dapat remisi dll. kami mengidentifikasikan mereka dengan nama klaster pinggiran ini belum tersentuh bantuan, kalaupun ada masih sangat minim.

Senada  hal itu, AH.Hamdah direktur Arrahmah Center  Jombang berharap semua stake holder yang berempaty terhadap masyaakat yang terdampak  covid-19 agar klaster pinggiran  ini  diperhatikan, karena sepertinya  klaster  ini lepas dari  pantauan, padahal imbas dampak sosial dari klaster ini sangat tinggi.

Semoga bantuan dan   uluran tangan dari berbagai pihak termasuk pemerintah di  masing-masing level serta masyarkat yang peduli dan perusahaan yang masih ada kelebihan harta tidak melupakan klaster pinggiran ini. (ric)

Komentar