Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Banyak Santri belajar ke Timur Tengah untuk mempelajari manuskrip ulama Indonesia, Ironis...!

Gambar
CURHAT GUS BAHA’: KEMBALILAH KE TRADISI ULAMA, INDONESIA ITU SEKARANG JADI KIBLAT Sebuah muhasabah Ini rekaman curhat Gus Baha’ ketika diminta untuk mengisi mauidhah hasanah walimatul ursy di Magetan. Ini rekaman penting, karena jadwal, tujuan dakwah Gus Baha' dan pesan-pesan beliau terekam jelas. *** Tidak, saya tidak terbiasa keluar. Semua ngaji saya itu mengaji istiqamah, membaca kitab. Jarang keluar, apalagi acara sejenis itu, tidak pernah. Semua rekaman saya itu dari saya mengaji di sini dan di Yogya. Saya ngaji umum itu bisa dihitung, baru enam atau tujuh kali, bersedia diundang karena yang mengundang ada hubungan posisi lebih tua, seperti di Pasuruan Kyai Hamid. Saya tidak pernah menerima undangan. Tidak, saya tidak terbiasa keluar di acara seperti itu. Semua ngaji saya itu ngaji rutin, bukan ngaji apalagi walimatul ursy. Tidak, tidak pernah. Saya jarang keluar, kecuali ada kelas. Itu masih mungkin. Di Lirboyo saya punya jadwal setahun sekali. Di Pak Qurais

BENANG MERAH PEMBELAAN MUSLIM UYGHUR DAN KRISIS NATUNA, JUAL BELI POLEMIK INDONESIA - CINA

Gambar
Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., M.A Presiden Cina Xi Jinping sudah mengumumkan pada dunia, “kami tidak ingin memulai masalah tetapi kami tidak takut terlibat dalam masalah.” Dalam kacamata hubungan internasional, provokasi Cina di pulau Natuna dapat dipahami sebagai “uang kembalian” atas provokasi sebagian Muslim Indonesia tentang kasus Uyghur. Bermodalkan paradigma sempit dalam memahami konstelasi politik internasional, sekelompok  kecil yang menamakan Aliansi Umat Islam menggeruduk Konjen Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. Mereka meneriakkan “Aksi Bela Uyghur”. Tentu saja Pemerintah RRT menempuh jalur penyelesaian yang elegan, dengan mengundang dua ormas terbesar di Indonesia (NU dan Muhammadiyah) untuk berkunjung. Dua ormas ini pun berhasil meredam permainan politik receh oknum-oknum radikal di Indonesia, sehingga isu Uyghur tidak lagi menarik digoreng. Tetapi, dalam konstelasi politik internasional, NU dan Muhammadiyah kena getahnya. Dua orm

PERANGKAP NYAMUK PALING JITU DAN MUDAH BIKINNYA

Gambar
Musim penghujan telah tiba, ancaman nyamuk demam berdarah di depan kita, mari kita lakukan pencegahannya.... _ Ayo ajak warga bikin & pasang perangkap nyamuk jitu  ini.. Biar jadi keluarga yg bebas dari demam berdarah.. Cara Menangkap Nyamuk Dalam Botol Secara Alami Tanpa Racun Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit mematikan. Cairan pembunuh serangga di pasaran kurang efisien dan bahkan membawa dampak sampingan yang serius. Berikut ini cara MUDAH dan MURAH yang bisa dicoba. Cocok untuk segala kondisi pemukiman, sekolah, rumah sakit, dll. Sangat KREATIF bila dikenalkan pada para siswa sekolah untuk dicoba di sekolah dan di rumah masing-masing. * Yang dibutuhkan : * – 200 ml air – 50 gram gula merah – 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan, warung, atau pasar) – botol plastik 1,5 liter * Langkah-langkah pembuatan * 🔹1. Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas /mulut botol. 🔹2

TERBONGKAR, DALANG DIBALIK PELENGSERAN GUSDUR JADI PRESIDEN

Gambar
Sejarah nanti akan menunjukkan” merupakan kalimat yang sering dikemukakan Gus Dur. Dan kini sejarah itu ditemukan secara kebetulan. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan “kebetulan”, dan melaluinya lahir peristiwa-peristiwa besar, dan darinya pula tersingkap peristiwa lama yang selama ini telah tertutup awan gelap. Demikianlah, “kebetulan” itu bekerja melalui jurnalis Virdika Rizky Utama. Bukan siapa-siapa. Bukan akademisi terkemuka. Bukan peneliti dari mancanegara yang kerap dipuja. Rizky hanya seorang jurnalis muda, dengan hasrat ingin tahu yang terus menyala. Pada suatu hari dia berkunjung ke Gedung Golkar dan tanpa sengaja menemukan sebuah dokumen yang sangat berharga, yang saat itu sudah hendak dikilokan. Dokumen itu berupa sebuah surat antara dua mantan pejabat Orde Baru yang berisi skenario pelengseran Gus Dur dari kursi kepresidenan. Bukankah itu suatu kebetulan karena biasanya orang harus menunggu paling lambat 50 tahun sebuah dokumen berkait dengan peristiwa

GENERASI CEMERLANG IPNU JOMBANG

Gambar
M. Subhan Selamat generasi cemerlang, semoga IPNU kedepan semakin cemerlang. Cukup dua tahun M. Ishomuddin Haidar menjadi ketua cabang IPNU Kab. Jombang 2017-2019. Laki laki mungil kelahiran Mojowarno ini akrab dipanggil Haidar, meskipun kuliah baru semester VI di UNIPDU Peterongan ini, namun gagasan, ide dan visi misinya dalam membangun serta mengerakkan pelajar NU (IPNU Jombang) sungguh luar biasa melampaui tubuh dan jenjang kuliah yang sedang ia tempuh. Hanya dua tahun Haidar menjadi ketua IPNU Kab. Jombang namun banyak yang sudah ia lakukan, mulai kaderisasi tingkat dasar hingga lanjutan sudah pernah diadakan sehingga kita tidak kehabisan stock kader, event kegiatan dari tingkat lokal sampai regional biasa kita gelar, seminar seminar, perlombaan keagamaan juga pernah kita laksanakan, intinya kami mampu melaksanakan semua agenda program yg telah kita rencanakan bersama dan kami sangat bangga kepada semua pengurus serta PAC dan ranting IPNU yang sangat kompak dan begitu be