Header Ads

Mungkinkan Pilkades tanpa Money Politik, Pemuda Jombang ini punya jurus jitunya.

Mas Ivan, pakai sweater

www.bherenk.com Jombang,
Ivan, pemuda berperawakan ramping namun nyentrik ini terlahir dari keluarga sederhana namun sangat religius,  usianya masih tergolong sangat muda dibanding empat competitor yang maju pada Pilkdes tahun ini di desanya.

Jebolan pesantren ini aktif mengikuti kegiatan organisasi di tingkat kampung, kecamatan bahkan kabupaten. 

Meskipun masih
belia mas Ivan panggilan akrab dari Faisal Ivan Basthomy ini banyak pengalaman, visioner, supel dengan semua warga, dia pandai bergaul, dengan orang tua sangat sopan, dengan anak anak muda dia bisa ngemong ucap pak Saiful tokoh di kampungnya yaitu desa Ploso Kec. Ploso Kab. Jombang.

Segudang pengalaman yang dia miliki itulah yang membuat banyak tokoh masyarakat berharap dia mau mencalonkan diri sebagai kepala desa. Masyarakat berharap desanya makmur dan sejahtera.  Dorongan dan keinginan masyarakat itu tidak langsung ia terima, ada syarat yang dia ajukan. Bahwa dia mau maju sebagai calon kepala desa namun harus dengan tanpa memberi uang kepada pemilih atau istilahnya tanpa Money Politik, urai pak Saiful.

Dengan program kerja yang mas Ivan sampaikan banyak warga yang berkeyakinan bahwa dialah orang yang tepat untuk memimpin desanya saat ini. Pemerataan pembanguan di tiap RW, membuka lapangan pekerjaan, fokus sektor pertanian, gratis Pajak Bumi dan bangunan program kerja yang sangat mengena dengan warga masyarakat.

Dengan niat membangun dan mengabdi pada masyarakat desa,  akhirnya Ivan maju dan mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa yang coblosannyq  akan dilaksanakan pada tanggal 04 Nopember 2019 serentak se kabupaten Jombang. Dukungan serta support masyarakat baik materiil maupun spirituil terus mengalir,  berdatangan dari lima dusun yang ada di desanya.

Hingga H-1 warga masih berduyun duyun mendatangi kediaman Ivan hingga larut malam sambil bawa makanan, snack, buah buahan bahkan kadang bawa nasi, kopi, gula, minuman gelas itu banyak sekali, hal seperti ini setiap hari hampir dua bulan ini, kami tidak menyangka sekali support dan kepedulian masyarakat sangat besar.

Salah satu warga yang ditanya mengapa mau memilih mas Ivan padahal tidak memberi/menjanjikan uang atau barang sama sekali, saya hanya ingin desa ini lebih makmur dan sejahtera yang dipimpin oleh orang yang amanah dan adil, jawab salah satu warga.

Baru kali ini saya menemukan jawaban dari wajah-wajah tulus dari sekian kontestasi pemilu, pilkada, pilbub, pileg, pilpres bahkan pilkades yang ada di tempat atau desa lain kata AH. Hamdah pemerhati sosial kemasyarakatan dari Arrahmah Center Jombang.

Hal ini adalah salah satu ikhtiar putra desa dalam berjuang membangun desanya. Karena jika tidak diawali dengan niatan yang baik mustahil pembangunan desa akan bisa berjalan dengan yang diharapkan masyarakat, apalagi dalam pelaksanaan Pilkades itu biayanya besar sekali tiap desa, sebanyak 286 desa se Jombang akan pilihan kepala desa serentak, sebanyak  791 calon kades akan beradu nasib, sebanyak 226 kades petahana maju lagi termasuk di desanya mas Ivan.

Kalau jadi kepala desa namun dengan modal besar maka niscaya nantinya hanya mikir bagaimana mengembalikan modal itu, tentunya bisa didapat hanya dengan menyunat atau korupsi pada dana-dana yang ada di desa, yang ujung ujungnya warga masyarakat yang rugi, jelas Hamid.

Syukurlah  Minimal mas Ivan sudah mampu merubah mindset masyarakat yang biasanya kemaruk uang, kalau ada uang ya saya pilih, kalau uang nya lebih banyak itu pilihan saya dll, itu biasanya jawaban dari masyarakat.

Namun warga Ploso saat ini mau mengesampingkan hal itu karena ingin ada perubahan. Kalau tidak saat kapan lagi kita mulai untuk tidak menggunakan uang sebagai alat penggoda iman agar memilih calon, hal inilah yang menyebabkan korupsi tidak bisa dibasmi di Indonesia maka semoga hal ini bisa dicontoh kedepannya bagi calon-calon kepala desa, calon legilslatif, calon bupati, calon gubernur, calon presiden agar mau menghindari money politik.

Semoga ikhtiar dari mas Ivan tercatat sebagai amal yang sholeh, jika ditakdirkan jadi kepala desa alhamdulillah nggak jadi pun ya tetap alhamdulillah, tidak ada beban.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.