SIAPA YANG TANGGUNGJAWAB MENGEMBALIKAN DANA JAMAAH UMROH YANG SUDAH DISETOR?


Gambar diambil dari pojoksatu.id

bherenk.com Banyak warga Kota Tangerang Selatan, Banten, yang batal melakukan perjalanan umrah pada Maret 2020, menyusul penangguhan layanan ibadah umrah dari Kerajaan Arab Saudi, sebagai salah satu langkah menangkal menyebarnya virus corona atau COVID-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan Abdul Rozak berharap, kebijakan Kerajaan Arab Saudi itu tidak berlaku lama.
"Informasi yang kami terima sejak siang hari hingga sore ini, banyak warga Tangsel yang ingin melakukan umrah di bulan Maret namun karena adanya penangguhan sementara maka ditunda hingga ada pengumuman resmi kembali. 

Kami harap proses penangguhan tak lama," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Abdul Rozak dihubungi, Kamis (27/2).

Kota Tangerang Selatan terdapat 621 jemaah yang telah mendapatkan rekomendasi Kantor Kemenag untuk melakukan perjalanan ibadah umrah, selama periode Januari - Februari tahun 2020.

Abdul Rozak menuturkan, informasi yang diterima langsung warga yang kemudian tak jadi umrah adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan bersama keluarganya.
Kemudian ada lima orang di pegawai Kemenag setempat.. "Maret banyak yang berangkat dan kini menunggu info lagi," ujarnya.

Kemenag Tangerang Selatan, lanjutnya, juga sedang berkoordinasi dengan sejumlah biro perjalan dalam memberikan informasi kepada setiap jemaah yang dibina untuk mendapatkan keterangan secara lengkap.
Sebab, penundaan ini bertujuan untuk keselamatan semua pihak. Sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Arab Saudi, diharapkan setiap agen perjalanan haji dapat mengurus kelengkapan berkas.
Kami harap semua warga bisa bersabar dan tak emosional dalam masalah penundaan umrah ini dan senantiasa selalu bertawakal kepada Allah," ujarnya.

Dewi Gustina, warga Tangerang yang akan melakukan perjalanan umrah pada tanggal 18 Maret 2020 dari travel Jasa Wisata Nusantara menuturkan, hingga kini masih berkoordinasi dengan jemaah lainnya terkait kepastian berangkat.

Dia mengaku memahami kondisi yang ada. Namun harapannya agar tak ada lagi kerugian dari jemaah seperti biaya maskapai dan hotel yang sudah dipesan.

"Pemerintah semoga bisa bantu juga proses refund ini agar jemaah tetap tenang sambil menunggu jadwal lanjutan," paparnya. (antara/jpnn)
Artikel ini pernah terbit dengan judul Bagaimana-biaya-maskapai-dan-hotel-yang-sudah-dipesan-calon-jemaah-umrah.


Artikel ini pernah dimuat diJPPN.com



bherenk.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama