AHMAD RIFAI, PENGACARA KONDANG DARI JOMBANG YANG KAYA RAYA NAMUN TETAP RENDAH HATI


Ahmad Rifai

Oleh : AH. Hamdah

Nama lengkapnya Ahmad Rifai lahir di Jombang pada 14 Januari 1970, masa kecilnya terbilang cukup susah.

Ia adalah anak ke-6 dari 12 bersaudara.

Sang Ayah, Madzkur, adalah seorang pensiunan tentara yang melanjutkan kesehariannya sebagai seorang pedagang keliling.

Sang Ibu, Siti Aminah hanyalah seorang ibu rumah tangga.

Meski termasuk keluarga dengan taraf hidup rendah, Rifai kecil mempunyai cita-cita tinggi.

Pendidikan agamanya diperoleh saat sekolah MTsN di Tambakberas serta sekolah diniyah di Mambaul Maarif Denanyar Jombang.

Awalnya Rifai bercita-cita menjadi seorang dokter, atas usahanya ia lulus ujian nasional di Fakultas Kedokteran salah satu Universitas ternama di Jawa tengah. Namun himpitan ekonomi membuat Rifai muda harus mengubur dalam impiannya itu.

Tak patah arang kemudian kesarjanaannya diselesaikan di Fakultas Hukum Universitas Darul' Ulum (Undar) Jombang. Setelah menyelesaikan kuliahnya, ia melanjutkan pendidikan master di tiga universitas.

Gelar master hukum ia dapatkan dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Kemudian di Universitas Indonesia (UI), Rifai meraih gelar master ilmu kriminologi.

Tak cukup sampai disitu, ia melanjutkan pendidikannya denga kuliah di Australia dan meraih gelar master Business of Law di Melburn University.

Nama Ahmad Rifai kemudian meroket sejak menjadi pengacara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2009. Ketika Polri menetapkan Chandra M.Hamzah dan Bibit Samad Riyanto, dua pimpinan KPK sebagai tersangka, 21 orang tim pengacaranya nyaris lunglai. Bibit dan Chandra sudah pasrah membela diri di pengadilan saja.

Dalam kondisi buntu itulah Achmad Rifai memprakasai terobosan hukum. Ia menggugat balik tindakan Polri, itulah yang diduga bentuk kriminalisasi terhadap KPK.

Istilah “kriminalisasi” yang dicetus Rifai inilah membius publik kala itu.

Disinilah juga muncul istilah Cicak Vs Buaya yang sempat membuat heboh.

Tak hanya kasus KPK, pengacara Achmad Rifai juga turut menangani banyak kasus para artis.

Seperti pada kasus Shinta Bachir mendapat ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan oleh eks Kapolda Metro Jaya. Kasus vokalis setia band Charly Van Houten, bahkan Achmad Rifai juga ditunjuk sebagai pengacara Gatot Brajamusti dalam kasus narkoba yang menjeratnya di Polda NTB yang menyebabkan dirinya jadi tersangka, dll.

Saat ini Ahmad Rifai ingin mendharma bhaktikan diri pada kampung halamannya. Kediamannya berada di jalur utama  jalan raya Jombang-Babat tepatnya di desa Mojokrapak Kec.Tembelang Kab. Jombang . Aktifitas sosial senantiasa memenuhi hari harinya. Seminggu sekali di rumah Ahmad Rifai selalu ada saja kegiatan sosial, mulai santunan yatim, beasiswa sekolah bagi siswa berprestasi, khitan massal, nikah massal, bagi bagi sembako pada kaum dhuafa, bagi bagi sembako pada abang becak, menghadiri majlis taklim, memberikan ribuan hewan qurban, pengajian agama
, hiburan rakyat, membantu pendirian pondok, masjid dan mushola di berbagai wilayah, konon zakat malnya saat Romadhan mencapai 3 milyar yang dibagikan ke warga masyarakat di Jombang dan sekitarnya.


Meskipun banyak orang bilang Rifai panggilan akrab Ahmad Rifai sekarang sudah sukses dan banyak harta namun penampilannya tetap saja bersahaja serta rendah hati. Banyak saudara bahkan sahabat-sahabatnya saat dulu sekolah dan nyantri  di Pondok Pesantren Tambakberas yang diberangkat umroh oleh Rifai.

Cerita temannya yang tidak mau disebut namanya satu angkatan waktu mengenyam di pesantren. Saya belum pernah lihat orang se dermawan Rifai, mana ada orang kaya yang memberangkatkan umroh teman- temannya, paling memberangkatkan saudaranya, orang tuanya, pembantunya itu masih sering dengar, tapi kalau mengumrohkan semua temannya satu kelas saat sekolah itu jarang, bahkan banyak tokoh agama yang beliau umrohkan tapi tidak pernah diomong omongkan, mungkin karena saking ikhlasnya, cerita temannya mengakhiri.

Sukses menjadi pengacara terkenal dan papan atas di Ibukota tidak lantas  membuat Rifai besar kepala dan sombong.


Ahmad Rifai
Ahmad Rifai meresmikan Pondok Tahfidzul Quran Cinta Rosulullah di Tampingmojo Tembelang Jombang
Mendirikan Pondok Tahfidzul Quran menjadi harapannya. Kemudian berdirilah Pondok Tachfidzul Quran Cinta Rosulullah di wilayah Tampingmojo Tembelang Jombang yang telah diresmikan pada tahun 2019, Rifai berharap pondok ini mampu mencetak generasi  generasi qurani yang akan menyinari dan bermanfaat di tengah masyarakat.




Disarikan dari berbagai sumber.
bherenk.com

3 Komentar

  1. Alhamdulillah...beliau sudah meng UMROH kan lebih dari 1000 ( seribuh ) jamaah UMROH.termasuk alumni mtsn '87 PPBU.moga beliau senantiasa di berkahi setiap langkanya...amin.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah teman2 sudah melaksanakan umrohnya tp syg saya yg blm kesampeyan

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama