Blogroll

Thursday, April 29, 2021

NU JOMBANG DI TIGAPEREMPAT JALAN

 

AH. Hamdah


*Sebuah catatan sebagai bahan evaluasi internal.

Oleh : AH. Hamdah


www.bherenk.com Konferensi NU tingkat Kabupaten Jombang sudah hampir empat tahun berlalu tepatnya  dilaksanakan pada bulan April 2017 di Pondok Pesantren Tebuireng. 


Dinamika Konferensi pastilah menarik untuk diikuti. Konfrensi di NU itu jika adem ayem tanpa dinamisasi serta intrik kok rasanya hambar, begitu kata peserta konferensi utusan MWC saat perdebatan sengit soal tata tertib pemilihan kandidat calon ketua waktu itu.


Iya sih, memang sudah jamak konstalasi dalam sebuah konferensi atau pemilihan ketua dalam organisasi akan naik tensi saat membahas tata tertib pemilihan karena dari sini akan bisa menentukan menang kalahnya kandidat ketua yang digadang. 


Ketegangan dalam sebuah konferensi secara umum itu wajar, namun yang menjadi sedikit aneh jika dalam konferensi organisasi semacam NU juga ikut arus layaknya organisasi diluaran sana, terjadi perdebatan sengit, gontok gontokan, saling tuding, suara tinggi, banting meja kursi, kadang bahkan kalimat kurang pantas keluar juga. Hal ini jika dilihat orang diluar NU juga akan menjadi kurang etis. Akan sedikit berbeda jika yang mengadakan konferensi itu adalah banomnya misal Ansor, IPNU, ISNU, Fatayat, Pagar Nusa, PMII, mungkin masih wajar karena jiwa mudanya masih menggelora kadang mudah lupa soal etika.


Sehingga banyak orang menduga jika ada konferensi/Muktamar NU ada peserta yang suka marah, gontok gontokan, berkata kotor, kayak tak punya akhlak, hal itu dipengaruhi karena banyaknya kaum muda duduk di struktur NU.


Kalau mengamati berbagai event Konferensi di NU dan banomnya, sebenarnya untuk bisa melenggangkan kandidat untuk bisa terpilih jadi ketua itu sangat mudah, diantaranya yang harus dilakukan :


1. Menentukan calon ketua dengan kreteria tertentu, diantaranya ;


  a. Kaya (Selesai dalam urusan ekonomi pribadinya)

  b. Pandai, khususnya keilmuan agamanya minimal nilainya 8

  c. Mempunyai kemampuan managerial organisasi dengan baik

  d. Good Looking, penampilan menarik dan meyakinkan, punya akhlak.


2. Kepanitiaan harus dikuasai, khususnya pada seksi acara karena yang akan memandu masalah tata tertib, Rancangan tata tertib juga harus dikuasai. Pastikan bahwa orang yang dipasang di bagian ini adalah para loyalis.


3. Harus mampu menguasai siapa pimpinan sidangnya, kalau dia dari propinsi atau dari pusat maka dekati dan ajak bargaining, bahkan kalau bisa hubungi mereka seminggu bahkan sebulan sebelum acara dimulai agar ada waktu diskusi.


Dengan menempuh 3 cara diatas maka jika ada yang ingin menjadi ketua tidak perlu lagi susah-susah bagi-bagi uang berdalih untuk transport dan ganti makan, tidak perlu janjikan apa apa lagi. Hal ini berlaku juga Konferensi di Banom banom.


Cuman untuk maju sebagai kandidat itu mustinya harus siap kalah dan siap menang, kalau saya mengamati banyak kandidat ketua itu tidak siap kalah dan tidak siap menang, indikatornya ;


1. Tidak Siap Menang, dia tidak mau mengakomodir calon yang kalah untuk masuk struktur kepengurusannya, cenderung membuang calon yang kalah, padahal calon yang kalah itu maju sebagai calon itu pastilah kader terbaik juga. 


Bahkan naifnya semua pendukung calon yang kalah juga kena imbasnya tidak dimasukkan dalam struktur kepengurusan. Akhirnya yang terjadi kebanyakan dia akan kesulitan membentuk struktur baru, gerbong kepenguruan yang baru di isi orang orang baru dan bahkan bukan kader, sehingga hal ini akan mengakibatkan mandek nya organisasi.


2. Tidak Siap Kalah, dia apatis dengan kepengurusan yang baru, bahkan diajak masuk kepengurusan yang baru dia akan menolak. Hal ini membuat iklim organisasi bisa terganggu, karena seluruh pengikutnya akan mengikuti langkahnya tidak mau masuk struktur yang baru, ewuh pakewuh, sungkan dll sehingga organisasi akan mandek juga.


Ya memang sekilas sih manusiawi, bagi yang kalah ego malunya yang dikedepankan sehingga  lupa nasib organisasinya, bubar apa akan tetap exis tidak peduli lagi, sementara yang menang mengedepankan ego sombongnya, sehingga seakan akan dia sudah tidak butuh siapa-siapa lagi, lupa bahwa ini adalah organisasi yang ada aturannya dalam mengelola dan dibatasi masa waktunya.


Kalau mau merefresh saat Konfrensi PCNU tahun 2017 kandidat ketua Tanfidznya ada beberapa, diantaranya, KH. Junaidi Hidayat, H. Munif, KH. Fahmi Handzik, H Basyaruddin, KH. Salmanuddin Yazid. Dalam pemilihan KH. Salman mendapat suara terbanyak mengungguli H.Basyarudin. Nah dalam struktur kepengurusan PCNU bisa dilihat apakah para kompetitornya KH. Salman saat Konferensi terakomodir dalam struktur apa tidak?  sudah bisa ditebak nama nama kompetitor akan tersingkir baik yang di Tanfidz maupun rois, biasanya sih begitu dan terjadi juga di banom-banom NU pada semua level. Bisa dicek, kecuali IPNU dan IPPNU yang tetap rukun dan solid pasca konferensi.



Tahun 2022 nanti adalah genap lima tahun KH. Salmanudin Yazid memimpin PCNU Jombang, Itu berarti Konferensi NU akan dihelat setahun lagi, persiapan secara organisasi kayaknya belum terdengar gaungnya namun persiapan person person NU bisa jadi sudah mulai merayap untuk mempopulerkan diri agar semakin tinggi tingkat elektabilitas di ranting. 


Kemungkinan ketua lama yaitu KH. Salmanuddin atau akrab dengan panggilan Gus Salman akan ikut bursa pemilihan lagi sangat besar, sebab menurut saya tidak banyak kader kader NU saat ini yang layak memimpin NU,  karena mereka rata rata masih terlalu muda, sementara pengurus MWC dan ranting adalah orang sepuh-sepuh, hal ini akan memuculkan masalah tersendiri jika yang jadi ketua PCNU adalah masih terlalu "muda".


Kooptasi partai tertentu masih sangat kuat menghegemoni kepengurusan NU Jombang saat ini, mulai ranting hingga Cabang, terbukti jika musim kampanye masih banyak gambar caleg, cabup, capres yang bisa menempel di beberapa dinding dalam dan luar kantor ranting, MWC hingga PCNU, mustinya hal ini tidak boleh terjadi karena NU itu milik semua, serta hal tsb bisa dianggap tidak patuh pada aturan organisasi, kedepan hal ini mustinya tidak terulang lagi.

Bersambung...


Masih banyak lagi yang perlu diulas serta di evaluasi lagi.

1. RSNU

2. LAZISNU

3. BMT NU

4. RSIA MUSLIMAT

5. LAKPESDAM

6. PKPNU

7. HUBUNGAN NU DENGAN BANOM-BANOM









No comments:

Post a Comment