![]() |
| Gus Ipul, didampingi Gus Awis dan Gus Latif |
www.bherenk.com Gelaran Muskercab (Musawarah kerja Cabang) II PCNU Jombang, Ahad 03 Mei 2026 di Gedung pertemuan PCNU Jombang berlangsung dinamis namun sedikit berbeda dengan lazimnya sebuah muskercab.
Tingkat kehadiran peserta Musker hampir 95%, ini membahagiakan kami sebagai panitia pelaksana kata H. Basaroddin Saleh, saat ditemui di sela acara berlangsung.
Diawali sambutan dan pengarahan KH. Fahmi Amrullah Hadziq sebagai ketua PCNU Jombang.
Disela acara berlangsung saat pembacaan rantatib, H.Saifullah Yusuf yang notabennya sebagai sekjend PBNU yang juga menteri sosial hadir, disambut musyawirin dengan pembacaan sholawat badar.
Mengawali sambutan pengarahan, menteri sosial yang juga pernah menjadi walikota Pasuruan ini menyampaikan bahwa jangan merasa jika tanpa diri kita NU itu akan rusak akan hancur akan berhenti, orang yang pikiran seperti itu pastilah dia yang sejatinya merusak NU.
Diluaran sana masih banyak orang yang ingin jadi pengurus NU, sebab yang diharapkan hanya satu yaitu barokahnya, jadi kita yang butuh NU bukan NU butuh kita, jelas gus ipul panggilan akrab Saifullah Yusuf.
Kegaduhan di PBNU akhir akhir ini diakibatkan ulah gus ipul, berita ini membuat saya ngelus dada, bukan hanya orang-orang di PCNU atau ranting tapi keluarga saya bahkan istri saya percaya hal tersebut, ujar gus ipul.
Saya ini siapa, sugih ndak, pinter juga ndak, saya hanya kebetulan jadi sekretaris, apa bisa saya mempengaruhi PBNU, tanya gus Ipul, yang saat penyampaian pengarahan didampingi KH. M. Afifudin Dimyati dan KH. Abd. Latif Malik yang juga pengurus PBNU.
Kalau saya pengen jadi ketua PBNU maka sudah dari Muktamar di Jombang dan Lampung sudah mencalonkan diri namun sedikit pun tidak ada niatan ingin mencalonkan diri sebagai ketua PBNU.
Musker II PCNU Jombang ini begitu bagus temanya "Konsolidasi Khidmat dan Reorientasi Gerakan Meneguhkan Khittah Menguatkan Jamaah Menuju Organisasi Yang Tertata dan Berdaya, yang level PCNU saja dalam mengurus NU begitu seriusnya masak kita yang ada di PBNU tidak serius, tutur gus ipul.
Tudingan banyak SK PW dan PCNU yang belum selesai karena ulah saya, itu semua tidak berdasar jelas gus ipul, banyaknya SK belum selesai ya sebab masih banyak kekurangan secara administratif, sehingga SK belum bisa diterbitkan, misal masih ada di strukturnya calon pengurus yang juga pengurus partai, atau ada anggota formatur penyusunan pengurus PCNU namun dia juga pengurus PBNU, hal ini tidak boleh, maka harus diganti, ungkap gus ipul.
Kalau secara normatif belum sesuai ya kita di kesekretaritan belum bisa memproses SK yang diajukan PCNU maupun PWNU.
Aplikasi persuratan "Digdaya" yang kita handalkan ternyata juga masih ada celah untuk dimanfaatkan oleh oknum, sehingga perlu diperbaiki
![]() |
| Gus Ipul |
Apa yang saya lakukan semuanya bisa saya pertanggungjawabkan, tegas gus ipul.
Saat ini di PBNU sudah dibentuk tim panel dalam menyelesaikan SK PW dan PCNU yang belum selesai yang diketuai prof M Nuh, Amin Said Husni dan saya sendiri sebagai anggota, jelas gus ipul mengakhiri sambutannya.
Muskercab II yang banyak merekomendasikan kebijakan lokal dan nasional serta untuk kebaikan PBNU ini ditutup dengan doa oleh ketua PCNU Jombang sesaat setelah pleno IV didog. (bher)

